Minggu, 18 Oktober 2015
Matius 11 : 1 – 19
11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya,
pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota
mereka.
11:2 Di dalam penjara Yohanes
mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3 lalu menyuruh
murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau
haruskah kami menantikan orang lain?"
11:4 Yesus menjawab mereka:
"Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu
lihat:
11:5 orang buta melihat, orang
lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati
dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
11:6 Dan berbahagialah orang
yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
11:7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara
kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke
padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian
halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku
berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh
utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang
dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari
pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar
dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan
Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya
Yohanes
11:14 dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan
datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
11:16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu
seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
11:17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami
menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
11:18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan
mereka berkata: Ia kerasukan setan.
11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka
berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan
orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
Dari pembacaan ayat – ayat di atas,…terdapat 3 pokok yang bisa kita
ambil, yaitu :
1. Ayat 1 – 6 à Pernyataan Yesus bahwa
Dia adalah Penyempurna atas Pengajaran Yohanes
Pembaptis..
2.
Ayat 7 – 11
à Pernyataan
Yesus bahwa Yohanes Pembaptis adalah Pribadiyang besar..
3.
Ayat 12 – 19 à
Pernyataan Yesus bahwa baik Pengajaran Yohanes maupun Pengajaran Injil yang
diberitakan Yesus banyak
diserong oleh orang yang tidak suka…
1). Pernyataan Yesus bahwa Yesus adalah yang Penyempurna
atas Pengajaran Yohanes Pembaptis.
Kita tahu bahwa Pengajaran yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis adalan Pengajaran
Pertobatan. Seperti yang telah dilakukan olehnya dengan berseru – seru di
Padang gurun, sbb :
Matius 3 : 1 – 6
3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea
dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia
berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah
jalan bagi-Nya."
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan
makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh
Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di
sungai Yordan.
Jadi Pengajaran Yohanes Pembaptis adalah pengajaran – pengajaran dasar
yang harus dikerjakan bagi seluruh Umat Tuhan , yaitu :
a.
Pertobatan à
dalam Pengajaran Tabernakel terkena pada Mezbah
Korban bakaran..
b.
Baptisan air atau meninggalkan kehidupan lama à dalam Pengajaran
Tabernakel terkena pada Kolam Pembasuhan…
Dua ( 2 ) hal tersebut merupakan landasan yang kokoh…untuk mengarahkan
pandangan kita menjadi lurus dan mempersiapkan Pengajaran yang bisa menyempurnakan
yang hanya bisa dilakukan oleh Yesus sendiri.
Oleh sebab itu Tuhan Yesus
mengatakan : Dia datang bukan untuk meniadakan hukum – hukum yang terdahulu,
melainkan menyempurnakannya..