Jumat Agung, 18 April 2014
Yohanes 19 : 16A – 27
19:16a Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus
kepada mereka untuk disalibkan.
19:16b Mereka menerima Yesus.
19:17 Sambil memikul salib-Nya
Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani:
Golgota.
19:18 Dan di situ Ia
disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus
di tengah-tengah.
19:19 Dan Pilatus menyuruh
memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang
Nazaret, Raja orang Yahudi."
19:20 Banyak orang Yahudi yang membaca
tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan
kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
19:21 Maka kata imam-imam
kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang
Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
19:22 Jawab Pilatus: "Apa
yang kutulis, tetap tertulis."
19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan
Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat
bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil.
Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24 Karena itu mereka
berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi
beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang
mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis
dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan
mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan
prajurit-prajurit itu.
19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri
ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat
ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada
ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada
murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu
menerima dia di dalam rumahnya.
Jika kita perhatikan dengan
seksama Proses Penyaliban Tuhan Yesus, maka ada 4 kelompok yang menyaksikan Proses
Penyaliban menurut Statusnya, yaitu:
1. Pontius Pilatus dan Tuhan Yesus “sebagai Penguasa”
2. 2 Penjahat “sebagai Narapidana”
3. Para Prajurit dan Komandannya “sebagai Pertahanan”
4.
Orang – orang Yahudi & Ibu
Yesus dan Murid-2 Yesus “sebagai Masyarakat umum..”
Jika kita yang menyaksikan
adalah dari seluruh golongan masyarakat, maka “Paskah”
bukan merupakan perkara yang biasa, melainkan suatu PERISTIWA YANG BESAR (
AGUNG )….…
Oleh sebab itu Pada Jumat
Proses Penyaliban Tuhan disebut dengan Jumat
Agung / Jumat Suci,..karena adanya Peristiwa yang besar tersebut.
Ø Jika Paskah tersebut disaksikan oleh berbagai lapisan Masyarakat Israel,
maka seharusnya kita sebagai Israel Rohani harusnya lebih bisa
menghargainya…..
Ø Dan Juga à Seharusnya kita sadar : Tanpa
Kematian & Kebangkitan Yesus,…..maka hidup kita akan sia – sia.
Ø Jadi jika
pada Hari Paskah kita tidak bisa datang Ibadah => maka sebenarnya mereka adalah kehidupan yg
belum bisa menghargai Peristiwa yang sangat Besar, yaitu Kematian &
Kebangkitan Yesus……..,
yang sanggup mengangkat Kehidupan kita semua dari Kematian menuju Kebangkitan.
Ø Dengan kata lain : Menolak Yesus yang disalib dan Bangkit….
*)
PASKAH juga terjadi jauh jauh
hari, yaitu PASKAH yang ke 1 è Terlepasnya Bangsa Israel dari Mesir Peristwa
tersebut juga disaksikan oleh 4 kelompok :
-
Raja
Firaun à sebagai Penguasa
-
Prajurit
Mesir à
sebagai Pertahanan
-
Orang
Israel à
sebagai yang Terpidana
-
Orang
Mesir à
sebagai Masyarakat umum
Ø
Hal ini
menerangkan kepada kita : bahwa PASKAH yang ke 1 digenapkan padah PERISTIWA
yang BESAR……., yaitu PENYALIBAN TUHAN YESUS…
Ø Maka PASKAH merupakan HARI yang sangat BESAR…..bagi umat
Ketebusan.
Sedikit kita cuplik peristiwa keluarnya
Bangsa Israel dari Mesir :
Keluaran 12 : 1 – 12, 30 - 33
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:2 "Bulan inilah akan menjadi
permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap
tahun.
12:3 Katakanlah kepada segenap
jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing
seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap
rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga
itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia
bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil
seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan
menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus
jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya
sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang
berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah
diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas,
pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan
mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang
tidak beragi beserta sayur pahit.
12:9 Janganlah kamu memakannya
mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan
kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
12:10 Janganlah kamu
tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu
bakarlah habis dengan api.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya:
pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah
kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku
akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai
anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan
hukuman, Akulah, TUHAN.
12:30 Lalu bangunlah Firaun
pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan
kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak
kematian.
12:31 Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan
Harun, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik
kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu
itu.
12:32 Bawalah juga kambing dombamu dan lembu sapimu, seperti katamu
itu, tetapi pergilah! Dan pohonkanlah juga berkat bagiku."
12:33 Orang Mesir juga mendesak dengan
keras kepada bangsa itu, menyuruh bangsa itu pergi dengan segera dari negeri
itu, sebab kata mereka: "Nanti kami mati semuanya."
Ø Ayat 33 : Setelah semua anak sulung mati (
anak sulung Raja, anak sulung orang Mesir, dst,…) .maka Orang – orang Mesir menyuruh Bangsa
Israel keluar dari Mesir…
Hal ini memberikan pengertian
kepada kita, Keluarnya Bangsa Israel “PASKAH” atau Terlepasnya dari Kuasa Mesir ( dosa ),
itu dimulai dari Kematian
semua anak Sulung orang Mesir…..
Ø
Dan Anak
Sulung yang mati tersebut dinubuatkan kepada Pribadi Yesus yang ditolak oleh
Bangsa Israel sendiri….seolah
– olah Yesus bukan Orang Israel.
Ø
Dan yang sangat beruntung adalah
: Kita semua yang bukan orang Israel asli, karena Yesus dianggap seperti orang
asingà maka kita orang asing ini mendapatkan
kemurahan atas PASKAH yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Rasul Paulus sebagai Rasul yang
memberitakan Injil kepada bangsa lain merasa bangga , karena Israel menolak
Yesus, maka Bangsa Lain menapatkan kemurahan :
Roma 11 : 13 -15
11:13 Aku berkata kepada kamu,
hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk
bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,
11:14 yaitu kalau-kalau aku
dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan
dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.
11:15 Sebab jika penolakan mereka
berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada
hidup dari antara orang mati?
Ø
Yesus
rela menyerahkan Nyawa-Nya, mati….supaya kita semua mendapatkan Kelepasan dari
segala Dosa……
Ø Yaitu : DIA yang SULUNG.. yang telah mati
& bangkit untuk kita semua ( teristimewa Bangsa asing seperti kita ini ).
I KOrintus 15 : 20 - 23
15:20 Tetapi yang benar ialah,
bahwa Kristus telah
dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari
orang-orang yang telah meninggal.
15:21 Sebab sama seperti maut
datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang
manusia.
15:22 Karena sama seperti
semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan
dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
15:23 Tetapi tiap-tiap orang
menurut urutannya: Kristus
sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu
kedatangan-Nya.
**)
Kita kembali ke 4 kelompok tersebut, ….:
Dari 4 kelompok tsb, pada Paskah
Pertama ini kita akan membahas 3 kelompok, yaitu :
Penguasa, Narapidana dan Prajurit.
Sedangkan untuk Masyarakat Umum akan disampaikan
Paskah II Minggu Pagi.
Ø
Jika kita
perhatikan dengan seksama :masing – masing kelompok walaupun mereka punya status
yang sama, namun dalam kenyataanya tidak bisa bersatu atau mempunyai 1 suara, melainkan
didalamnya tidak ada kesamaan…..
Ø
Atau
dengan kata lain : Dalam 1 kelompok ada 2 pemikiran yang bersebrangan….
Ø
Bagaikan ada 2 jalan, yang pada akhirnya harus mengalami
perpisahan…
Sekarang kita akan melihat Pemikiran apa yang
berseberangan, dimana masing-masing kelompok yang sama tidak mempunyai satu pandangan :
1). Kelompok I : Pontius Pilatus dan Tuhan
Yesus sebagai Penguasa
Yesus sebagai Raja Kerajaan
Sorga…., supaya Umat manusia bisa masuk Kerajan-Nya, maka Dia harus lahir dan
hidup untuk memimpin bangsa Israel untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya.
Sedangkan Pontius Pilatus adalah
Raja di dunia,…maka dia tidak mau disaingi oleh Yesus yang menyatakan diri
sebagai Raja….
Maka disini sdh berbeda
pandangan, walaupun sama – sama Penguasa.
Ø
Pilatus / Herodes oleh karena
mempertahankan kedudukan-Nya, maka ke 2 Raja ini harus mengambil keputusan yang
berbeda dengan Tuhan Yesus…..
Ø
Yesus rela mati….., supaya umat
manusia diselamatkan dan dilepaskan dari kuasa dosa dan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga…
Ø
INilah
suatu “Pendirian yang KOKOH” dari Yesus yang berakhir dengan Dia dipermuliakan
dan Bertahta dalam Kerajaan Sorga…
Ø
Pontius Pilatus / Herodes mempertahankan
diri sebagai penguasa dunia, sehingga tidak berani mengambil keputusan untuk
memvonis Yesus….., hanya karena didesak orang-2 Israel maka dia menyerahkan
vonis tsb kpd ahli torat dan imam kepala….
Ø
Hal ini
menunjukkan bahwa : Pontius Pilatus adalah Raja yang tidak mempunyai Pendirian
atas Undang – undang yang berlaku…, seperti juga Raja dibawahnya yaitu
Herodes….juga tidak mempunyai Pendirian atas Undang – undang yang berlaku…..
Ø Maka akibat yang diperoleh Herodes sebagai Penguasa??....
Kisah rasul 12 : 21 -24
12:21 Dan pada suatu hari yang
ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan
berpidato kepada mereka.
12:22 Dan rakyatnya bersorak
membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
12:23 Dan seketika itu juga ia
ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.
12:24 Maka firman Tuhan makin
tersebar dan makin banyak didengar orang.
Demikian pula kita
semua,…jika kita” tidak mempunyai Pendirian yang Kokoh atas Firman Allah” yang merupakan Undang
– Undang Kerajaan Sorga, maka kita akan mati dan tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya…atau
menjadi orang yang terbuang…..
Kelompok 1 Ini menggambarkan
sebagai Raja / Penguasa :
-
Yesus
berpendirian kokoh pada Undang – undang Kerajan-Nya
-
Pontius
/ Herodes tidak berpendirian kokoh pada undang – undang Kerajannya…
Kesimpulan 1 : Anak Tuhan yang tidak berpegang teguh & melaksanakan
Firman Allah tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah……
Ø
Disinilah
Tuhan mengoreksi kita, …..sejauh apa Pendirian kita terhadap Firman Allah yang
merupakan Hukum ( undang – undang ) bagi
kita?....
Ø Jika kita tidak tunduk kepada Undang – undang Allah, yaitu
Firman Allah, maka kita sdh jatuh dalam dosa dan sebagai dampaknya adalah
“Kerajaan Maut”…..
2). Kelompok ke II adalah : 2 Penjahat
Dua orang Penjahat yang berada
disamping Kanan kiri Tuhan Yesus pada saat disalib, ternyata mereka tidak 1
hati, melainkan mempunyai pikiran mereka bertolak belakang.
Kita perhatikan bagaimana sikap
mereka kepada Tuhan Yesus :
Lukas 23 : 39 – 43
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu
menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah
diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau
takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang
setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang
salah."
23:42 Lalu ia berkata:
"Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada
bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Dari 2 Penjahat yang statusnya
sama,…mereka mempunyai Pernyataan yang berbeda…
Ø
Penjahat
ke 1 : Menghujat dan
menyalahkan Yesus…
Ø
Penjahatke 2 : Mengingatkan Penjahat 1 serta mengaku dosa kepada Tuhan
Yesus.
Dampaknya :
Ø
Penjahat
1 yang menyalahkan Yesus : Masuk ke Neraka..
Ø
Penjahat
2 yang mengaku kesalahan di hadapan Yesus : Masuk ke Firdaus…..
Hal tersebut menunjuk kepada
kita semua,…jika kita
suka mengaku dosa maka Taman Firdaus itu berada di depan
kita…..sehingga kita bisa masuk.
Ø
Namun
yang membuat kita tidak bisa masuk Firdaus,…..jika kita masih suka
“MENYALAHKAN” pribadi yang lain seperti Penjahat ke 1 tersebut menyalahan Tuhan
Yesus.
Ø
Menyalahkan
orang lain = Menghakimi = Tidak bisa mengampuni orang lain.
Matius 7 : 1 – 3
7:1 "Jangan kamu
menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman
yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai
untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat
selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau
ketahui?
Kesimpulan 2 : Anak Tuhan yang masih suka Menyalahkan Pribadi lain
atau menghakimi orang lain .., tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Ø
Maka
Tuhan koreksi kita semua….masihkah
kita suka menyalahkan orang lain?....
Ø Jika kita masih suka menyalahkan orang lain à arahnya Kerajaan Maut.
3). Kelompok 3 : Para Prajurit beserta
Komandannya.
Bila kita perhatikan, maka pandangan Prajurit dengan Komandannya tentang
Pribadi Yesus berbeda.
*) PRAJURIT :
Ø
Prajurit
memandang Yesus hanya seorang hukuman biasa, mereka memperlakukan Yesus dengan seenaknya.
Ø
Kita
lihat kelakuan para prajurit tersebut :
Yohanes 19 : 23 - 24
19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu
menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk
tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu
tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24 Karena itu mereka
berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi
beberapa potong, tetapi baiklah
kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya."
Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:
"Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi
atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Ø
Pakaian
Yesus adalah Pakaian Kekudusan…
Ø
Jika
mereka sembarangan memperlakukan Pakaian Yesus dengan cara demikian…..
Ø
Maka
sebenarnya mereka sangat tidak menghargai Kekudusan
Hal tersebut menunjuk kepada
anak – anak Tuhan yang sering mengaku sebagai Laskar – laskar Kristus atau
Prajurit – prajurit Tuhan yang katanya TAHAN BANTING…..dalam melayani Tuhan
juga ambil bagian dalam pelayanan di luar Gereja untuk praktek Kasih….
Ø
Namun Tanpa
sadar mereka tidak lagi
memperhatikan kekudusan, melainkan hidup dengan menuruti Hawa Nafsu
Daging.
Ø Mereka hidup seperti Orang Dunia yang tidak mengenal
Kristus yang Kudus….., yang suka berbuat dosa & melanggar Firman Allah.
*) KEPALA PRAJURIT
Setelah Kepala Parajurit melihat
kenyataan bahwa Yesus penuh dengan Kuasa, maka Kepala Prajurit mengakui bahwa:
YESUS adalah ANAK ALLAH….
Matius 27 : 50 – 54
27:50 Yesus berseru pula dengan suara
nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari
atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan
terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan
Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan
diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan
prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka
melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia
ini adalah Anak Allah."
Ø
Pengakuan
& Pernyataan Kepala Pasukan bahwa Yesus adalah Anak Allah da dia begitu
percaya dan takut akan Tuhan Yesus,… ini memberikan kesempatan dia untuk dapat
masuk ke dalam Kerajaan-Nya
Ø
Seperti
yang dikatakan Tuhan Yesus sbb :
Matius 10 : 32 – 33
10:32 Setiap orang yang
mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang
di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa
menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku
yang di sorga."
Kesimpulan 3 :
-
Anak
Tuhan yang tidak mau hidup dalam Kekudusan, akan dibuang ke dalam api yang
menyala…., seperti para prajurit yang tidak menghargai Pakaian Kekudusan
-
Tetapi Anak Tuhan yang mau
dikuduskan, seperti dulunya Kepala Prajurit yang bengis, berubah menjadi
Pribadi yang Takut akan Allah….., maka ada kesempatan masuk ke dalam
Kerajaan-Nya….
Maka Tuhan koreksi yang ke 3 : -
Maukah kita berubah dan disucikan oleh Firman- Nya??....
***)
YESUS SUDAH BERKORBAN DAN
MENYERAHKAN NYAWA-NYA DI ATAS KAYU SALIB PADA HARI INI…
MAKA SIAPA SAJA YANG MAU
MENDENGARKAN SUARA-NYA DAN MAU DIKUDUSKAN OLEH FIRMAN-NYA ….MEREKA AKAN DIBERI KUASA KEBANGKITAN BERSAMA DIA :
3 HAL YANG TUHAN INGATKAN KEPADA
KITA SUPAYA KITA BERUBAH :
1.
APAKAH KITA SDH BERPENDIRIAN
TEGUH ( KOKOH ) MEMEGANG FIRMAN ALLAH ?
2.
APAKAH KITA MASIH SUKA MENGHAKIMI
ORANG LAIN ?
3.
APAKAH KITA SDH MENJAGA KEKUDUSAN
DENGAN TAKUT KEPADA ALLAH,..ATAU APAKAH KITA MASIH SEENAKNYA DALAM HIDUP INI
SEPERTI ORANG DUNIA???...
DARI ATAS KAYU SALIB…..DIA
MEMANDANG KITA SEMUA….., SIAPA YANG MAU BERUBAH DAN BERTOBAT..MAKA : DIA “YESUS”
AKAN MENYERTAI KITA SEMUA LEWAT TUBUH DAN DARAH-NYA….
===TUHAN MEMBERKATI===.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar