Label

Senin, 18 Agustus 2014

BERITA NATAL TH 2013 ( VI )

Minggu, 31 Desember 2015
TUTUP DAN BUKA TAHUN
Matius 1 : 18 – 25
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Pada ayat- ayat yang terakhir pada kejadian tersebut di atas, terdapat  2 keadaan yang berbeda pada diri Yusuf, yaitu :

1.       Keadaan lama dalam posisi tidur
2.       Keadaan baru setelah bangun tidur


1). Keadaan Lama pada posisi tidur
Keadaan tidur = dalam keadaan tidak sadar…
Keadaan Lama juga bisa diartikan Tahun yang akan kita tinggalkan, yaitu th 2013

Ø  Terkait dengan kehidupan kita pada tahun yang kita tinggalkan, kita juga seperti Yusuf yang dalam keadaan “TIDAK SADAR”……
Ø  Atau dalam keadaan Tidur….

*) Ada 2 keadaan tidur ( tidak sadar ) yang dialami Yusuf dan yang kita alami , yaitu :

Ø  Yusuf dalam keadaan tidur / tidak sadar secara jasmani
Ø  Sedangkan kita dalam keadaan tidur secara rohani.
Ø   
Kita sekarang bicara tentang tidur ( tidak sadar secara rohani )
Saat apa anak Tuhan tidak sadar secara Rohani  ??..

Ø  Rasul Paulus berbicara kepada jemaat Ibrani :
Ø  Mengingatkan bahwa bangsa Israel diampuni dosanya pada setiap  tahun oleh karena adanya korban binatang..
Ø  Berarti tanpa pengorbanan binatang yang dilaksanakan oleh setiap tahun oleh Imam Besar, maka tidak ada pengampunan dosa….dan juga  pengorbanan binatang tsb hanya berlaku sementara atau tidak kekal..dalam pengampunan dosa ( tidak kekal )
Ø  Seumpama Pengorbanan itu dapat menyucikan orang Israel secara kekal ( tidak tiap tahun ), maka bangsa Israel malahan menjadi tidak sadar lagi…dan akan berbuat dosa tanpa beban.
Ø  Tapi dalam perjalanan Israel,..supaya bangsa Israel selalu bertobat, maka tiap tahun Imam Besar harus membuat Korban Penghapus dosa…
Ø  Jadi : Oleh karena mereka merasa diampuni dosa pada setiap tahun, maka Jika Yesus berkorban sekali untuk pengampunan dosa yang kekal…..justru yang terjadi Bangsa Israel menolaknya.
Ø  Karena Bangsa Israel menolak maka yang beruntung adalah bangsa – bangsa lain, yaitu kita semua.

Ibrani 10 : 1 – 3 ;  Pengampunan dosa bangsa Israel Jasmani
10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
10:2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.
10:3 Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.

Ibrani 10 : 8 -10 Pengampunan dosa kpd Israel Rohani…
10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --.
10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. ( Korban Yesus yang kekal )
10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Ø  Jika bangsa Israel setelah mendapatan pengampunan dosa, dan berbuat dosa lagi.., serta penyucian tsb dilakukan oleh Imam Besar setahun sekali…..
Ø  Maka Israel Rohani juga terjadi hal yang demikian hanya tidak mempersembahkan Korban binatang untuk menghapus dosa sebab Tuhan Yesus sdh menjadi pengganti binatang persembahan tsb yang berkuasa mengampuni dosa untuk selamanya…..
Ø  Cuma masalahnya : setelah menerima Penebusan dosa, seharusnya tidak berbuat dosa lagi, namun dalam kenyataannya setelah menerima Korban Kristus, mereka cenderung untuk berbuat dosa lagi.
Ø  DISINILAH TERJADI :” TIDAK SADAR”…bagi Israel Rohani,…..yang seolah olah setelah menerima Korban Kristus…dosa yang mereka perbuat setelah menerima pengampunan dosa tsb tidak diperhitungkan lagi oleh Tuhan.
Ø  Inilah kesalahan yang terjadi dari anak – anak Tuhan sekarang ini ( sepertinya : berbuat dosa tersebut dengan  tidak sadar ).
Ø  Hal tersebut juga terjadi pada pribadi Yusuf, yaitu :
Ø  Seperti Yusuf….pada saat dia mau menceraikan istrinya dengan diam-diam, Yusuf merasa tidak berdosa.

Rasul Paulus juga menjelaskan : jikalau kita sdh mendapatkan penebusan, tetapi berbuat dosa lagi…., maka kuasa penyucian tsb “berhenti” terhadap orang tsb:

Ibrani 10 : 26
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu

Ø  Disini dapat diambil kesimpulan : Anak Tuhan menjadi “Tidak Sadar” atau Tidur Rohani,…jika anak Tuhan masih suka berbuat dosa setelah menerima Korban Kristus.
Ø  INILAH KEADAAN LAMA…..

Seperti Yusuf yang akan menceraikan Maria dengan diam – diam, demikian pula Dan dosa yang sering terjadi pada anak Tuhan adalah “dosa menceraikan….”….

Ø  Bercerai dengan siapa?....
Ø  Bercerai dengan Tuhan Yesus……., yaitu menjauhkan diri dari persekutuan ibadah - ibadah kepada  Tuhan

Ibrani 10 : 25-  26A
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa,

Ø  Jadi jika anak Tuhan yang sdh menerima Penebusan dosa dari Tuhan,..ttapi masih suka meninggalkan Ibadah….maka itulah “Dosa Tidak Sadar…”
Ø  Untuk itu kita harus segera sadar dari “Ketidaksadaran kita” ……..dan harus segera kita tinggalkan……, seperti Yusuf harus bangun dari tidurnya

2). Keadaan Baru setelah Bangun Tidur
Bangun tidur dengan suasana yang baru, menunjuk kepada Tahun yang Baru yang sekarang ada di depan kita ini…..

Ø  Dan yang jelas harus kita tinggalkan adalah perbuatan tidak sadar yang merupakan “Dosa”, yang telah kita lakukan pada tahun yll, yaitu :  kita masih sering meninggalkan ibadah ( menceraikan Tuhan”…..).
Ø  Kita kembali membaca Firman Allah :

Mat 1 : 25 - 26
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Ada 2 hal Pokok yang dilakukan Yusuf setelah bangun dari tidur ( menjadi sadar ), yaitu :

a.       Ia mengambil Maria sebagai Isterinya
b.      Ia tidak bersetubuh ( bersekutu ) selama Maria hamil.

a). Ia mengambil Maria sebagai Isterinya
Yusuf bertindak mengambil Maria sebagai isteri artinya “Yusuf membangun suatu persekutuan….”, sehingga menjadi Suami Isteri.

Ø  Hal tersebut ditujukan kepada sidang jemaat Tuhan…, jika kita adalah Yusuf – yusuf yang rohani, maka setelah kita tinggalkan Tahun yang lama yang ditandai dengan suka menceraikan Tuhan dengan sering meninggalkan Ibadah……..
Ø  Maka mulai Tahun Baru ini….kita justru suka bersekutu di dalam Ibadah…..”, ( bagaikan Yusuf segera mengambil langkah untuk memperistri Maria ).
Ø  Seperti Tuhan telah mengangkat Yusuf, maka Tuhan juga akan mengangkat kita semua……...

Pertanyaannya : Maukah kita semua meninggalkan kehidupan lama, yaitu kehidupan kita di tahun yang lalu yang sering meninggalkan ibadah????.....

Ø  Jika kita maumeninggalkan dengan  merubah sikap kita dengan suka membangun Persekutuan Ibadah dengan Tuhan…
Ø  Maka Rasul Paulus berbicara di dalam Timotius, sbb :

I Timotius 3 : 16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Ø  Jika Yesus dipercayai di dalam dunia….dan Yesus diangkat dalam Kemuliaan….
Ø  Maka pengikutnya, yaitu bangsa – bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu kita semua akan mengikuti jejak-Nya , yaitu :

Jika kita suka selalu bersekutu dengan Dia lewat persekutuan Ibadah, maka :

1). Kita juga akan dipercaya di dalam dunia…
Seperti apakah Tuhan mempercayakan dunia ini kepada kita?.....

Ø  Maksudnya segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara dunia, kita akan mendapat kepercayaan untuk dapat mengelola sehingga keperluan – keperluan jasmani akan dilengkapi Tuhan secara otomatis.
Ø  Seperti yang disampaikan Rasul Paulus melalui Timotius :

I Timotius 6 : 6 – 8
6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Ø  Artinya : Tuhan akan menjamin kehidupan Rumah Tangga kita di dunia ini.

2). Kita juga akan diangkat dalam Kemuliaan
Yang menjadi dasar pengukuran Tuhan untuk mengangkat kita dalam Kemuliaan adalah “Ibadah kita”

Ø  Melalui ibadah kita diukur…., dan jika kita tidak ibadah maka kita tidak akan diukur.
Wahyu 11 : 1 – 2
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ø  Jadi jika Rasul Paulus mengatakan “Jika ibadah itu disertai dengan rasa yang cukup” atau dikerjakan dengan baik, maka Tuhan akan menjamin kepada kita :
- Perkara Jasmani,….
- Juga perkara Rohani yaitu Kemuliaan

Jadi : jika kita semua mau berubah pada Tahun 2014 menjadi kehidupan yang suka sekali beribadah….jelas Tuhan menjamin hidup kita Jasmani & Rohani.

*) Untuk dapat melaksanakan semua itu, maka apa yang dilakukan Yusuf??....
Matius 1 : 25
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Ø  Yusuf sangat menjaga benih Allah yang ada di dalam rahim istrinya,…
Ø   dengan jalan Yusuf tidak bersekutu dengan Maria sampai benih itu lahir….
Ø  Hal tersebut memberi pengertian bahwa Yusuf sangat menjunjujung Tinggi Kemurnian Benih Ilahi…..
Ø  Hingga akhirnya :  Yesus Lahir membawa keselamatan bagi manusia…dan mengangkat derajat manusia dari manusia berdosa menjadi manusia yang mendapatkan jaminan keselamatan.
Ø  Demikian pula kehidupan kita semua….., jika kita mau menjunjung tinggi Kemurnian Firman Allah, maka Tuhan akan menyatakan pribadinya kepada kita semua.

Oleh sebab itu kita belajar mulai tahun baru ini dengan “Menjunjung tinggi Kemurnian Firman Allah”…sehingga kita beroleh Penyertaan Tuhan yang Ajaib.

Wahyu 22 : 12 – 14 Yang Menjunjung tinggi Kemurnian Firman
22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Ø  Jubah dibasuh / dibersihkan supaya tampak keasliannya…

Wahyu 22 : 18 – 21 Sangsi bagi yang tidak bisa menjaga Kemurnian Firman
22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Ø  Oleh sebab itu mari pada Tahun baru ini kita berusaha meninggalkan kehidupan lama kita yang sering tidak sadar dengan seringnya meninggalkan ibadah….
Ø  Serta mulai sekarang kita menjaga “Kemurnian Firman Allah”…..


===TUHAN MEMBERKATI===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar