Minggu, 13 Januari 2013
I Petrus 4 : 1 - 6
4:1
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga
mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah
menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu
pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu
pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu
telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan,
pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak
turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan
yang sama, dan mereka memfitnah kamu.
4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan
jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang
mati.
4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah
diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua
manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak
Allah.
Ø
Tuhan menghendaki “kita harus mempergunakan
waktu yang sisa ini dengan sebaik baiknya”.
Ø
Yang artinya kita harus menjadi Kudus sampai
Sempurna seperti Dia. ( I Ptr
1 : 15, Mat 5 : 48 )
Ø
Untuk menjadi Kudus seperti Dia, maka Rasul Petrus menasehati kita :
Jangan mempergunakan waktumu
lagi untuk menuruti keinginan manusia ( ayat 2-3 ), yang ujudnya :
1.
Hidup menuruti rupa – rupa hawa nafsu (
Perjinahan )
2.
Rupa rupa keinginan ( keinginan daging, mata,
keangkuhan hidup ) I Yoh 2 :
16
3.
Kemabukan
4.
Pesta Pora ( Tidak sopan )
5.
Perjamuan minum ( Minum yang membahayakan :
Narkoba, Merokok , dsb )
6.
Menyembah Berhala
Dosa – dosa di atas menunjuk kepada dosa yang terjadi pada kehidupan masa lalu kita. Namun tanpa sadar dosa
tsb kadang masih memperbudak kita hingga
kini. Olehsebab itu jika kita telah tahu banyak Firman, tetapi kita tetap mempertahankan dosa-dosa tersebut,
maka kita bagaikan tidak mau keluar dari “Kubangan / Liang” yang dibuat
Kuasa Kegelapan ( Iblis ).
Ditandaskan sekali lagi, Jikalau sampai sekarang kita masih melakukan dosa
dosa tersebut ( salah satu dosa saja ), maka akibatnya : kita tidak akan dapat terbentuk/
dibangun dalam “Pembangunan Tubuh Kristus, sebab yang terbentuk dalam
Pembangunan tersebut adalah orang-orang yang hidup dalam Kekudusan.
Kita perhatikan : Siapa yang mempunyai “kubangan” atau
Liang????
Matius 8 : 18 - 20
8:18 Ketika Yesus melihat
orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang
ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke
mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya:
"Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai
tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Ø Yang mempunyai Kubangan / Liang = Serigala
( 2 )
Ø Kita lihat : Bagaimana kehidupan Serigala itu????...............
-
Hidup menuruti rupa – rupa hawa nafsu (
Perjinahan ) à Sex Bebas
-
Rupa rupa keinginan ( keinginan daging, mata,
keangkuhan hidup ) I Yoh 2 :
16à Sombong = suka menyalak pada malam hari
-
Kemabukan, Pesta Pora, Perjamuan minum àMakan minum tidak terkendali ( Hidup malam)
-
Menyembah Berhalaà
Ikatan malam = siang tidur tidak mau
bekerja = bermalas – malasan.
Ø
Jika
melihat perilaku Serigala tersebut, maka tanpa disadari masih banyak kehidupan
yg seperti Serigala, Maka Rasul
Paulus menasehati Jemaat Roma bahwa sekarang ini waktunya Serigala keluar ( keadaan
malam hari ) sbb:
Roma 13 : 12 - 14
13:12 Hari sudah jauh malam,
telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan
kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup
dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan,
jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan
Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu
untuk memuaskan keinginannya.
Ø Jika rasul
Paulus menasehati Jemaat Roma demikian, berarti yang terjadi dalam Jemaat Roma
adalah hal hal tsb ( Masih banyak kehidupan yang seperti “Serigala”). Walaupun disisi
lain dikatakan bahwa jemaat Roma adalah jemaat yang ber-iman.
Roma 1 : 8 Rasul Paulus ingin ke Roma karena ingin
bersekutu dengan orang2 ber iman di Roma
1:8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada
Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar
tentang imanmu di seluruh dunia
Ø
Jika
Rasul Paulus menasehatkan kepada Jemaat Roma bahwa hari sudah jauh malam, sementara
dia juga menyanjung jemaat Roma yang
penuh iman……..
Ø
Maka
sebenarnya dosa-dosa tersebut sudah melanda kepada orang ber-iman di dalam
Kristus, yaitu Sidang Jemaat Tuhan.
Jika kita perhatikan lebih seksama perkembangan jaman
sekarang ini di dalam Gereja Tuhan, kita lihat dari kaca mata Rohani,
dosa Serigala adalah sbb :
1. Sex bebas arti rohaninya :
Tidak menghargai lagi hubungan Kasih dalam Hidup Nikah Ep 5 : 22 – 24 …Kasih Suami
Istri dingin….bisa jadi melirik PIL, WIL…dan
2. Rupa2 keinginan mengarah kepada kesombonganà
banyak anak Tuhan sekarang merasa mampu dan tidak butuh Tuhan ( sehingga
menyepelekan Ibadah )
3. Mabuk, minum, pesta pora à
banyak anak Tuhan lebih mengutamakan masalah Perut ( kepuasan daging ) daripada
pergi ke Ladang Tuhan
4. Berhala pada malam hari, sehingga tidak mau bekerja pada siang
hari à
menunjuk banyak anak Tuhan bahkan Pelayan Tuhan bermalas-malasan untuk terjun
di dalam Pelayanan.
Mungkin
mereka seperti Serigala : bermalas malasan / ngolat ngolet, kalau ada panggilan
pelayanan. ( Enak Tidur ).
Hal tersebut di atas sudah
terjadi di dalam Jemaat Roma, dan tentu terjadi juga di dalam ( 3 )
Gereja Tuhan sekarang….., bisa
jadi terjadi di Gereja kita yang kecil ini.
Jika kita berada dalam keadaan seperti ini, maka sebenarnya
“KITA BELUM MENGIKUTI JEJAK KRISTUS”. Karena
tidak mau menderita bersama Kristus.
Kita kembali lagi pada pembacaan I Ptr 4 : 1
I Petrus 4 : 1
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita
penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran
yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia
telah berhenti berbuat dosa --,
Ø
Tuhan
menghendaki kita semua untuk mengikuti jejak-Nya. Jika Yesus telah memikul
salib sampai mati di atas kayu salib, maka kita juga harus mau mengikuti
jejakNya untuk memikul salib masing – masing.
Ø
Dan
ujudnya kita harus rela menderita badan kita, untuk mau meninggalkan sifat2
serigala tersebut.
Ø
Maka
Tuhan Yesus berkata :
Matius 10 : 38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan
mengikut Aku, ia tidak
layak bagi-Ku
Ø
Tidak
layak bagi-Ku = Tidak dapat dibentuk menjadi Tubuh Kristus.
Ø
Yesus
sudah disalib di Golgota, TubuhNya yang Kudus rela dihancurkan, supaya tubuh
kita yang hina dapat dilepaskan dari segala dosa untuk menjadi Kudus,
Ø
Supaya
hidup kita menjadi Kudus seperti Dia yang Kudus.
Ø
Sebab
jika hidup kita tidak Kudus, maka kita tidak layak bersatu dengan Tuhan ( I Ptr 1 : 15 )
Ø
Rasul
Paulus juga menjelaskan tentang Korban Kristus yang sanggup menyucikan kita
semua:
Ibrani 9 : 13 – 14
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah
lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,
sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh
Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai
persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari
perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang
hidup.
Ø
Adapun
tujuan Penyucian tersebut mengarahkan / membawa kita semua terproses menjadi
Tubuh-Nya yg sempurna.
Ø
Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Epesus,
bagaimana Pembentukan Tubuh Kristus itu berlangsung?....
Epesus 2 : 18 – 16, 19 – 22
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan
Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada
salib itu.
2:17 Ia datang dan
memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai
sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh
beroleh jalan masuk kepada Bapa.
2:19 Demikianlah kamu bukan
lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota
keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas
dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. ( 4 )
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh
bangunan, rapi
tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga
turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Berdasarkan keterangan di atas,
maka Kehidupan yang dapat dibangun dalam Pembentukan Tubuh Kristus, adalah
sebagai berikut :
1. Sudah didamaikan oleh Salib Kristus
2. Dalam Roh masuk ke Rumah Bapa
3. Menjadi warga dari orang – orang kudus
4. Tumbuh
5. Rapi tersusun
5 hal ini merupakan syarat mutlak untuk
dapat dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Dimana Yesus
sebagai Kepala dan kita semua menjadi Tubuh-Nya, seperti Yesus sebagai Kepala
Gereja ( Mempelai Pria Sorga dan kita Tubuh-Nya, yaitu Mempelai Wanita sorga )
:
1. Sudah didamaikan dengan salib Kristusà
bicara menyalibkan kuasa daging, yaitu semua perilaku Serigala :
-
Bertobat dari Sex bebas / hubungan Nikah yg
tidak baik,
-
Tidak
sombong lagi, tetapi sangat butuh akan Tuhan
-
Tidak
dikuasai lagi oleh perkara perut
-
Tidak
malas – malasan lagi dalam pekerjaan Tuhan, dikarenakan ikatan berhala.
2. Hidup dalam Pimpinan Roh à
Bagaimana hidup dalam Pimpinan Roh itu?
Rasul Petrus menjelaskan : Bertobat, dibaptis ( diampuni dosa ),
menerima karunia Roh Kudus. (
Kis 2 : 38 )
Jadi jika kita
tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, maka kita akan sulit masuk ke
Rumah Bapa karena harus bermodalkan Roh Kudus, Sebab Tuhan adalah Roh.
Jika kita akan
bersekutu dengan Tuhan dalam Roh, maka kita juga harus dipenuhkan dengan Roh
Suci. Rasul Paulus berbicara kpd jemaat Korintus :
II Korintus 3 : 16 –
17
3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka
selubung itu diambil dari padanya.
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada
kemerdekaan.
Ø
Disini
ditekankan lagi : Jika kita merindukan Roh Allah, kita harus dimerdekakan /
dibebaskan dari segala ikatan dosa.
3. Menjadi kawan sewarga dari orang – orang kudus
à
Jika kita menjadi sewarga dengan orang kudus, maka kita semua harus hidup di
dalam kekudusan.
Apa aktivitas orang – orang kudus?
Wahyu 5 : 5 – 9 Gulungan Kitab dibuka oleh Tuhan
5:5 Lalu berkatalah seorang
dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa
dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka
gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6 Maka aku melihat di
tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu
berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata
tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7 Lalu datanglah Anak Domba
itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta
itu.
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu,
tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak
Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan
kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9 Dan mereka menyanyikan
suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu
Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum
dan bangsa.
Aktivitas orang – orang Kudus : ( 3 alat dalam
Ruangan Suci ).
-
Selalu
rindu Rahasia Kitab Suci dibuka ( rahasia Firman diungkapkan ), sangat sedih
hingga menangis kalau tidak ada Pembukaan Rahasia Firman. à
Ibadah Bible Study
-
Memegang
Kecapi = Suka memuji Tuhan dengan hati yang murni ( seperti suara kecapi yang
bening ). à Ibadah Raya
-
Cawan
emas penuh dengan kemenyan = Suka menyembahà Ibadah
Penyembahan
4. Tumbuh à
Ada perkembangan, tidak stagnasi terus. Jika sebuah pohon stagnasi atau ajeg
saja, maka pohon tersebut tidak mungkin bisa berbuah.
Dengan lain kata : Orang Kristen dari dulu sampai sekarang tidak ada
keubahan hidup.
Kalau kita tidak ada keubahan = kita bagaikan Pohon yang hanya berdaun
saja.
Dan jika kita menjadi pohon hanya berdaun tetapi tidak berbuah, maka
akan mendapatkan kutukan dari Tuhan seperti Pohon ara yang dikutuk Tuhan
menjadi kering / mati…….( mat
21 : 18 – 19 )
5. Rapi Tersusun à
-
Berada di tempat sesuai dengan
tempatnya.
Saat ibadah ya
ibadah, saat berdoa ya berdoa, saat bekerja ya bekerja, ………artinya sesuai
dengan porsinya.
Mat 6 : 33 à
Yang Rohani dicari dulu……yang jasmani pasti diberikan Tuhan.
-
Dari pandangan Mata akan tampak
Indah.
Seperti sebuah
Pohon, Pohon itu sempurna untuk dipandang, kalau pohon tersebut berbuah. ( Buah
Roh : Kasih….., suka cita, damai sejahtera….NGGAK JEGADUL TERUS…..).
-
Berfungsi sebagaimana fungsinya :
Gembala : berfungsi menggembalakan domba
dengan suara Firman Allah yang murni dan
menggembalakan domba domba
dengan baik.
Pemain Musik :
bermusik dengan baik untuk kemuliaan Tuhan ( sebelum Raja Hadir, semua Pemusik
harus sudah siap )….Suara Musik itu untuk mengiringi Kedatangan-Nya.
Penyanyi : Menyanyi
dengan baik untuk kemuliaan Tuhan
Pelayan : melayani
dengan baik untuk Kemuliaan Tuhan
Jemaat : Beribadah
dengan sungguh – sungguh untuk kemuliaan Tuhan,….dst.
YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK,
DIA SUDAH MENYELESAIKAN TUGASNYA / PEKERJANNYA DENGAN SEMPURNA SAMPAI
MENYERAHKAN NYAWANYA DI ATAS KAYU SALIB.
DIA SUDAH MENEMPATKAN DIRI
SEBAGAI KEPALA….DAN MENUNGGU KITA SEMUA MENJADI TUBUHNYA YANG TUMBUH DAN RAPI
TERSUSUN………………………………
===TUHAN
MEMBERKATI===
Tidak ada komentar:
Posting Komentar