Label

Senin, 18 Agustus 2014

KRISTUS TELAH MENDERITA BADANI

Minggu, 13 Januari 2013
I Petrus 4 : 1 - 6
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.
4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.


Ø  Tuhan menghendaki “kita harus mempergunakan waktu yang sisa ini dengan sebaik baiknya”.
Ø  Yang artinya kita harus menjadi Kudus sampai Sempurna seperti Dia. ( I Ptr 1 : 15, Mat 5 : 48 )
Ø  Untuk menjadi Kudus seperti Dia, maka Rasul Petrus menasehati kita  :

Jangan mempergunakan waktumu lagi untuk menuruti keinginan manusia ( ayat 2-3 ), yang ujudnya :
1.       Hidup menuruti rupa – rupa hawa nafsu ( Perjinahan )
2.       Rupa rupa keinginan ( keinginan daging, mata, keangkuhan hidup ) I Yoh 2 : 16
3.       Kemabukan
4.       Pesta Pora ( Tidak sopan )
5.       Perjamuan minum ( Minum yang membahayakan : Narkoba, Merokok , dsb )
6.       Menyembah Berhala

Dosa – dosa di atas menunjuk kepada dosa yang terjadi pada  kehidupan masa lalu kita. Namun tanpa sadar dosa tsb kadang masih memperbudak kita  hingga kini. Olehsebab itu jika kita telah tahu banyak Firman, tetapi  kita tetap mempertahankan dosa-dosa tersebut, maka  kita bagaikan tidak mau keluar dari “Kubangan / Liang” yang dibuat Kuasa Kegelapan ( Iblis ).

Ditandaskan sekali lagi, Jikalau sampai sekarang kita masih melakukan dosa dosa tersebut ( salah satu dosa saja ), maka akibatnya : kita tidak akan dapat terbentuk/ dibangun dalam “Pembangunan Tubuh Kristus, sebab yang terbentuk dalam Pembangunan tersebut adalah orang-orang yang hidup dalam Kekudusan.
Kita perhatikan : Siapa yang mempunyai “kubangan” atau Liang????

Matius 8 : 18 - 20
8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Ø  Yang mempunyai Kubangan / Liang = Serigala                                                              ( 2 )
Ø  Kita lihat : Bagaimana kehidupan Serigala itu????...............
-          Hidup menuruti rupa – rupa hawa nafsu ( Perjinahan ) à Sex Bebas
-          Rupa rupa keinginan ( keinginan daging, mata, keangkuhan hidup ) I Yoh 2 : 16à Sombong = suka menyalak pada malam hari
-          Kemabukan, Pesta Pora, Perjamuan minum àMakan minum tidak terkendali ( Hidup malam)
-          Menyembah Berhalaà Ikatan malam = siang tidur tidak mau bekerja = bermalas – malasan.
Ø  Jika melihat perilaku Serigala tersebut, maka tanpa disadari masih banyak kehidupan yg seperti Serigala, Maka Rasul Paulus menasehati Jemaat Roma bahwa sekarang ini waktunya Serigala keluar ( keadaan malam hari ) sbb:

Roma 13 : 12 - 14
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Ø  Jika rasul Paulus menasehati Jemaat Roma demikian, berarti yang terjadi dalam Jemaat Roma adalah hal hal tsb ( Masih banyak kehidupan yang seperti “Serigala”). Walaupun disisi lain dikatakan bahwa jemaat Roma adalah jemaat yang ber-iman.

Roma 1 : 8 Rasul Paulus ingin ke Roma karena ingin bersekutu dengan orang2 ber iman di Roma
1:8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia

Ø  Jika Rasul Paulus menasehatkan kepada Jemaat Roma bahwa hari sudah jauh malam, sementara dia juga menyanjung  jemaat Roma yang penuh iman……..
Ø  Maka sebenarnya dosa-dosa tersebut sudah melanda kepada orang ber-iman di dalam Kristus, yaitu Sidang Jemaat Tuhan.

Jika kita perhatikan lebih seksama perkembangan jaman sekarang ini di dalam Gereja Tuhan, kita lihat dari kaca mata Rohani, dosa Serigala adalah sbb :

1.       Sex bebas arti rohaninya :  Tidak menghargai lagi hubungan Kasih dalam Hidup Nikah Ep 5 : 22 – 24 …Kasih Suami Istri dingin….bisa jadi melirik PIL, WIL…dan
2.       Rupa2 keinginan mengarah kepada kesombonganà banyak anak Tuhan sekarang merasa mampu dan tidak butuh Tuhan ( sehingga menyepelekan Ibadah )
3.       Mabuk, minum, pesta pora à banyak anak Tuhan lebih mengutamakan masalah Perut ( kepuasan daging ) daripada pergi ke Ladang Tuhan
4.       Berhala pada malam hari, sehingga tidak mau bekerja pada siang hari à menunjuk banyak anak Tuhan bahkan Pelayan Tuhan bermalas-malasan untuk terjun di dalam Pelayanan.
Mungkin mereka seperti Serigala : bermalas malasan / ngolat ngolet, kalau ada panggilan pelayanan. ( Enak Tidur ).

Hal tersebut di atas sudah terjadi di dalam Jemaat Roma, dan tentu terjadi juga di dalam         ( 3 )
Gereja Tuhan sekarang….., bisa jadi terjadi di Gereja kita yang kecil ini.

Jika kita berada dalam keadaan seperti ini, maka sebenarnya “KITA BELUM MENGIKUTI JEJAK KRISTUS”.  Karena tidak mau menderita bersama Kristus.
Kita kembali lagi pada pembacaan I Ptr 4 : 1
I Petrus 4 : 1
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
Ø  Tuhan menghendaki kita semua untuk mengikuti jejak-Nya. Jika Yesus telah memikul salib sampai mati di atas kayu salib, maka kita juga harus mau mengikuti jejakNya untuk memikul salib masing – masing.
Ø  Dan ujudnya kita harus rela menderita badan kita, untuk mau meninggalkan sifat2 serigala tersebut.
Ø  Maka Tuhan Yesus berkata :

Matius 10 : 38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku

Ø  Tidak layak bagi-Ku = Tidak dapat dibentuk menjadi Tubuh Kristus.
Ø  Yesus sudah disalib di Golgota, TubuhNya yang Kudus rela dihancurkan, supaya tubuh kita yang hina dapat dilepaskan dari segala dosa untuk menjadi Kudus,
Ø  Supaya hidup kita menjadi Kudus seperti Dia yang Kudus.
Ø  Sebab jika hidup kita tidak Kudus, maka kita tidak layak bersatu dengan Tuhan ( I Ptr 1 : 15 )
Ø  Rasul Paulus juga menjelaskan tentang Korban Kristus yang sanggup menyucikan kita semua:

Ibrani 9 : 13 – 14
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Ø  Adapun tujuan Penyucian tersebut mengarahkan / membawa kita semua terproses menjadi Tubuh-Nya yg sempurna.
Ø  Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Epesus, bagaimana Pembentukan Tubuh Kristus itu berlangsung?....

Epesus 2 : 18 – 16, 19 – 22
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. ( 4 )
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Berdasarkan keterangan di atas, maka Kehidupan yang dapat dibangun dalam Pembentukan Tubuh Kristus, adalah sebagai berikut  :
1.       Sudah didamaikan oleh Salib Kristus
2.       Dalam Roh masuk ke Rumah Bapa
3.       Menjadi warga dari orang – orang kudus
4.       Tumbuh
5.       Rapi tersusun

5 hal ini merupakan syarat mutlak untuk dapat dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Dimana Yesus sebagai Kepala dan kita semua menjadi Tubuh-Nya, seperti Yesus sebagai Kepala Gereja ( Mempelai Pria Sorga dan kita Tubuh-Nya, yaitu Mempelai Wanita sorga ) :

1.       Sudah didamaikan dengan salib Kristusà bicara menyalibkan kuasa daging, yaitu semua perilaku Serigala :
-           Bertobat dari Sex bebas / hubungan Nikah yg tidak baik,
-          Tidak sombong lagi, tetapi sangat butuh akan Tuhan
-          Tidak dikuasai lagi oleh perkara perut
-          Tidak malas – malasan lagi dalam pekerjaan Tuhan, dikarenakan ikatan berhala.

2.       Hidup dalam Pimpinan Roh à Bagaimana hidup dalam Pimpinan Roh itu?
Rasul Petrus menjelaskan : Bertobat, dibaptis ( diampuni dosa ), menerima karunia Roh Kudus. ( Kis 2 : 38 )
Jadi jika kita tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, maka kita akan sulit masuk ke Rumah Bapa karena harus bermodalkan Roh Kudus, Sebab Tuhan adalah Roh.
Jika kita akan bersekutu dengan Tuhan dalam Roh, maka kita juga harus dipenuhkan dengan Roh Suci. Rasul Paulus berbicara kpd jemaat Korintus :

II Korintus 3 : 16 – 17
3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Ø  Disini ditekankan lagi : Jika kita merindukan Roh Allah, kita harus dimerdekakan / dibebaskan dari segala ikatan dosa.

3.       Menjadi kawan sewarga dari orang – orang kudus à Jika kita menjadi sewarga dengan orang kudus, maka kita semua harus hidup di dalam kekudusan.
Apa aktivitas orang – orang kudus?

Wahyu 5 : 5 – 9 Gulungan Kitab dibuka oleh Tuhan
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Aktivitas orang – orang Kudus : ( 3 alat dalam Ruangan Suci ).
-          Selalu rindu Rahasia Kitab Suci dibuka ( rahasia Firman diungkapkan ), sangat sedih hingga menangis kalau tidak ada Pembukaan Rahasia Firman. à Ibadah Bible Study
-          Memegang Kecapi = Suka memuji Tuhan dengan hati yang murni ( seperti suara kecapi yang bening ). à Ibadah Raya
-          Cawan emas penuh dengan kemenyan = Suka menyembahà Ibadah Penyembahan

4.       Tumbuh à Ada perkembangan, tidak stagnasi terus. Jika sebuah pohon stagnasi atau ajeg saja, maka pohon tersebut tidak mungkin bisa berbuah.
Dengan lain kata : Orang Kristen dari dulu sampai sekarang tidak ada keubahan hidup.
Kalau kita tidak ada keubahan = kita bagaikan Pohon yang hanya berdaun saja.
Dan jika kita menjadi pohon hanya berdaun tetapi tidak berbuah, maka akan mendapatkan kutukan dari Tuhan seperti Pohon ara yang dikutuk Tuhan menjadi kering / mati…….( mat 21 : 18 – 19 )

5.       Rapi Tersusun à  
-          Berada di tempat sesuai dengan tempatnya.
Saat ibadah ya ibadah, saat berdoa ya berdoa, saat bekerja ya bekerja, ………artinya sesuai dengan porsinya.
Mat 6 : 33 à Yang Rohani dicari dulu……yang jasmani pasti diberikan Tuhan.
-          Dari pandangan Mata akan tampak Indah.
Seperti sebuah Pohon, Pohon itu sempurna untuk dipandang, kalau pohon tersebut berbuah. ( Buah Roh : Kasih….., suka cita, damai sejahtera….NGGAK JEGADUL TERUS…..).
-          Berfungsi sebagaimana fungsinya :
Gembala : berfungsi menggembalakan domba dengan suara Firman Allah yang murni dan
                   menggembalakan domba domba dengan baik.
Pemain Musik : bermusik dengan baik untuk kemuliaan Tuhan ( sebelum Raja Hadir, semua Pemusik harus sudah siap )….Suara Musik itu untuk mengiringi Kedatangan-Nya.
Penyanyi : Menyanyi dengan baik untuk kemuliaan Tuhan
Pelayan : melayani dengan baik untuk Kemuliaan Tuhan
Jemaat : Beribadah dengan sungguh – sungguh untuk kemuliaan Tuhan,….dst.

YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK, DIA SUDAH MENYELESAIKAN TUGASNYA / PEKERJANNYA DENGAN SEMPURNA SAMPAI MENYERAHKAN NYAWANYA DI ATAS KAYU SALIB.
DIA SUDAH MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI KEPALA….DAN MENUNGGU KITA SEMUA MENJADI TUBUHNYA YANG TUMBUH DAN RAPI TERSUSUN………………………………


===TUHAN MEMBERKATI===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar