Minggu, 19 Oktober
2014
Kidung Agung 8 : 6 – 7
8:6
-- Taruhlah aku
seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,
kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti
nyala api TUHAN!
8:7
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat
menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk
cinta, namun ia pasti akan dihina
Merupakan Kerinduan seorang
Solamit di dalam Rumah Tangganya, yang sangat ingin mengalami sesuatu yang baru,
yaitu Rasa Cinta dan Kasih yang baru dari Salomo….
Oleh sebab itu dalam hati
Solamit “Menjerit” sedemikian rupa dan berbicara kepada Salomo, supaya dirinya
ditaruh di dalam hati dan setiap tindakan suaminya….
Ø
Jika
Solamit merindukan Cinta yang selalu baru,….hal tersebut dikarenakan solamit mengalami titik jenuh /
kebosanan di dalam Rumah Tangganya….
Ø
DEmikian
pula kita semua……, jika tidak ada Cinta yang baru atau Kasih yang berkembang,
maka hubungan Suami Istri juga bisa mengalami kebosanan…
Ø Juga Pasangan yang Pria dan Wanita yang
sedang pacaran ,…jika tidak ada peningkatan/ Keubahan Kasih ( bukan Nafsu )…,
maka dampaknya akan bisa melirik pada yang lain….
Oleh sebab itu : Untuk
memperoleh suatu Cinta / Kasih yang bersuasana Baru,….kita belajar dari Pribadi
Solamit yang sangat mendambakan Suasana Kasih yang baru…..
Ada 5 hal yang dinyatakan oleh Solamit, yaitu :
1. Taruhlah aku seperti meterai
2. Kegairahan gigih seperti orang mati
3. Nyalanya adalah nyala api, seperti nyala
api Tuhan
4. Air yang banyak tak dapat memadamlkan
cinta, sungai – sungai tak dapat mnghanyutkannya
5. Sekalipun orang memberi segala harta benda
rumahnya untuk cinta, namun ia pasti dihina..
Dari 5 hal tersebut, sebetulnya
poin 1 – 3 sudah kita bicarakan pada
minggu – minggu yang lalu.
1). Taruhlah aku seperti meterai
ini bicara tentang kerinduan
seorang Istri yang sangat mendambakan dirinya untuk tidak ditinggalkan oleh
suaminya dalam segala tindakannya…
Ø Kita tahu dampak dari seorang Salomo yang meninggalkan
isterinya, maka Salomo walaupun berhikmat , namun oleh karena dipuja – puja oleh banyak wanita bahkan harta benda yang banyak…..
Ø
Akibatnya melupakan Cinta Solamit istrinya dan…… pada
akhirnya Salomo jatuh…..
Ø
Itulah
sebabnya Solamit bersikeras untuk berada di dalam hati dan setiap tindakan
Salomo….
Oleh sebab itu jangan sampai
kita melupakan cinta & kasih pasangan kita………., tetapi di dalam setiap tindakan kita ( wajah istri
/ suami ) harus selalu ada di dalam hati kita.
2). Kegairahan gigih seperti orang mati
Kegairahan Solamit ini
dibuktikan, …. untuk mempertahankan cintanya……., dia rela sampai dipukuli oleh para peronda demi
untuk mempertahankan cintanya……
Mari kita mereview :
Kidung Agung 5 : 6 – 8
5:6 Kekasihku kubukakan pintu,
tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang.
Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
5:7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku,
dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
5:8 Kusumpahi kamu,
puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu
katakan kepadanya? Katakanlah,
bahwa sakit asmara aku!
Ø
Hal
tersebut juga merupakan pelajaran terutama kepada para Isteri,…..jangan mudah sekali seorang
Isteri ngambek,…marah,…pulang ke rumah orang tua,…dsb…
Ø
Digambarkan : Solamit sampai dipukuli…..tetap
mempertahankan cintanya….
Ø Saya yakin : dalam Rumah tangga saudara tidak ada KDRT…., meski
tidak ada kekerasan dalam RT,…tanpa sadar masih ada seorang isteri yg tidak lagi memperhatikan suaminya
( Cuek )….
Belajar dari Solamit….., dalam keadaan apa
saja,… seorang Isteri harus dapat mempertahankan dan menjaga cintanya kepada
suaminya…..
Ø
Jika
digambarkan disini Solamit berkorban untuk mempertahankan Cintanya…
Ø
Maka tidak berlebihan jika seorang isteri juga “suka
berkorban” untuk
suaminya, demi untuk mempertahankan cinta & rumah tangganya.
Demikian pula jika seorang belum menikah
( Gadis ) , untuk mempertahankan cinta suci mereka,…maka mereka tidak boleh
bertindak ngawur, melainkan harus mempertahankan kekudusannya :
Kidung Agung 3 : 3 -5
3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu
melihat jantung hatiku?"
3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung
hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan
aku.
3:5 Kusumpahi kamu,
puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di
padang: jangan kamu
membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
Ø
Jika
seorang wanita sdh mempunyai pacar seorang Pria yang dicintainya di dalam Tuhan dan sdh
mantap……
Ø Maka seperti Solamit yang saat itu masih
lajang……., pacarnya dibawa ke Rumah Orang tuanya…. ( ayat 4 b )
Ø Mempertahankan kesucian sampai masuk Pernikahan, tidak
bertindak bodoh, ….yaitu jatuh sebelum masuk Pernikahan….( ayat 5 )
3). Nyalanya adalah nyala api, seperti
nyala api Tuhan
Nyala api yang di dunia ini….tidak akan bisa menandingi
nyala api dari Tuhan……..
Demikian pula : Solamit
menyatakan cintanya kepada Salomo seperti nyala api yang dari Tuhan, hal tersebut menunjukkan bahwa
cintanya kepada Salomo makin hari
semakin meningkat………
Ø Demikian pula kita semua suami /
isteri…Cinta & kasih kita kepada pasangan kita masing – masing makin hari seharusnya juga lebih
meningkat….( seperti Cinta Solamit ),…namun dalam kenyataannya….bukan semakin meningkat,
tetapi justru cenderung menurun……
Ø
Salah
satu yang menyebabkan cinta kasih itu meredup hingga padam,
yaitu : jika suami / isteri masing masing mulai bersikap “EGOIS…..”…
Rasul Paulus mengajar kepada
Jemaat Korintus: KASIH ITU TIDAK EGOIS…( MENJADI HIDUP )
I Korintus 13 : 4 - 5
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia
tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang
tidak sopan dan tidak
mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak
menyimpan kesalahan orang lain.
Ø
Seharusnya
kasih suami – isteri di dalam Tuhan makin hari makin meningkat…,seperti
Cintanya Solamit kepada suaminya…
Ø
Bagaimana
denga kasih kita kepada masing – masing pasangan?.......
Demikian pula Kasih kita kepada
Tuhan,...makin hari juga harus mengalami peningkatan,…sampai benar
benar panas dan tidak dingin atau suam – suam kuku…
Sebab kalau tidak panas…..pasti dimuntahkan
oleh Tuhan.
Wahyu 3 : 14 – 17 Jemaat Laodikia
3:14 "Dan tuliskanlah
kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia
dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
3:15 Aku tahu segala
pekerjaanmu: engkau
tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin
atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam
kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan
diriku dan aku
tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat,
dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Ø
Yang
biasa terjadi di dalam Sidang Jemaat Kasihnya tidak panas kepada Tuhan,…salah
satunya adalah à .karena masalah
mencari penghasilan / kekayaan.
Ø Mereka tidak puas dengan pengahasilan yang
cukup,….melainkan selalu ingin lebih…, hingga meninggalkan Kasih kepada Allah
dengan melupakan ibadah, melupakan pelayanan, lupa menyembah, dst.
Ø Dengan berbagai – bagai cara mereka memperkaya dirinya…( EGOIS )…
Untuk menyelamatkan Kasih yang sdh dirasuki dengan Keegoisan tsb, Tuhan
mengatakan : “BELILAH”….
Wahyu 3 : 18 – 20
3:18 maka Aku menasihatkan
engkau, supaya engkau
membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar
engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar
jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas
matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
3:20 Lihat, Aku berdiri di
muka pintu dan mengetok; jikalau
ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk
mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama
dengan Aku.
Ø Belilah artinya = harus berusaha / meningkatkan…., jangan dingin atau suam-suam kuku…
Ø Jangan Egois…….melainkan
harus berubah.
Jika kita sudah tidak egois, melainkan meningkatkan Kasih
kita kepada Allah, maka :
a.
Dia akan
mengetok hati kita…à mau bersekutu
dengan kita….
b.
Dia makan
bersama semeja dengan kita à untuk memberi
suasana damai sukacita kepada kita serta
mencukupi kebutuhan kita dan perlindungan.
4).
Air yg banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai–sungai tak dapat
menghanyutkannya
Kita mengetahui bahwa air itu
pada umumnya adalah “Dingin”…., sedangkan Cinta itu harus menyala – nyala
seperti apinya Tuhan.
Ø
Jadi jika
cinta kita menyala seperti apinya Tuhan, walaupun air itu dapat memadamkan api,
maka air tersebut tidak mampu untuk
memadamkannya.
Ø Namun jika cinta kasih kita bukan berasal dari Tuhan, pasti
terpadamkan oleh air tersebut.
Pertanyaannya : apakah Api yang
dari Tuhan tersebut??.....
Yeremia 23 : 29
23:29 Bukankah firman-Ku seperti api,
demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?
Ø
Jika dikatakan
bahwa Cinta Solamit makin membara bagaikan Apinya TUhan,…
Ø
Maka kita
semua harus lebih dalam meneliti Apinya Tuhan, yaitu : Firman Allah…
Ø
Semakin
kita tahu dalamnya Firman Allah, maka Cinta kita kepada Tuhan semakin dalam…
Ø
Sampai
benar – benar Firman itu tinggal di dalam hidup kita…..
Kita tahu bila Firman Allah itu
tinggal di dalam diri kita,….maka Kasih-Nya akan dinyatakan kepada kita. ( Yohanes 15 : 7 – 8 )
-
Doa kita
dijawab
-
Kita
berbuah – buah….--> inilah Buah Kasih.
Oleh sebab itu kita harus mau
belajar lebih TELITI dan saksama di dalam meneliti Firman Allah…
Rasul Paulus berbicara kepada
Jemaat Ibrani, sbb :
Ibrani 2 : 1 – 4
2:1 Karena itu harus lebih teliti kita
memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2:2 Sebab kalau firman yang
dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap
pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita
menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka
yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat
dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian
mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan
kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.
Ø
Kita
meneliti Firman Allah, …dimulai dari cara kita mendengarkan Firman Allah…
Ø
Jika sdh
mendengar…dan sering mendengar…., tetapi kita tetap melanggar dan tidak taat…, maka kita pasti hanyut oleh Air yang
dingin dan menghanyutkan tersebut.
Ø
Dan
sebaliknya …, jika kita semakin teliti dan teguh di dalam melakukan Firman
Allah, maka Mujizat dan Kasih Tuhan ( Roh Kudus ) akan makin dinyatakan kepada
kita…
Jadi yang membuat kita terhanyut
oleh air yang dingin yang
mengakibatkan api yang berasal dari Tuhan tersebut mati ( padam ),….dikarenakan
kita tidak sungguh – sungguh / lambat di dalam meneliti Firman Allah….
Rasul Paulus juga berbicara
dalam Ibrani Pasal 5, sbb ;
Ibrani 5 : 11 -12
5:11 Tentang hal itu banyak
yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam
hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu,
ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu
lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan
susu, bukan makanan keras.
Yang perlu diperhatikan di dalam
mendengarkan Firman adalah “TIDAK
LAMBAN”…
-
Bisa
Firman yang kita dengarkan dari setiap Ibadah..
-
Juga
Firman dari Istri / Suami yang mengingatkan kita sebagai masukan untuk kita, dsb…
Seperti perkataan Solamit,…..jika
kita tidak mau diperbarui oleh Firman, tentu berdampak Kasih kita kepada
Allah tidak sungguh – sungguh, maka kita pasti akan dihanyutkan oleh air….
Pertanyaannya : Air dari mana yang dapat
menghanyutkan????
Wahyu 12 : 13 – 18
12:13 Dan ketika naga itu
sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang
melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu
diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke
tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu
selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari
mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan
sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang
menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang
disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu
kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang
menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri
di pantai laut.
Ø Air yang dapat memadamkan api yang biasa,
adalah air yang keluar
dari Mulut Naga bagaikan sungai yang dapat menghanyutkan….
Ø
Namun
jika kita tetap berpegang kepada Firman dengan teliti dan Mengasihi Allah
dengan membara,…maka air sungai tersebut tidak dapat menghanyutkan kita…..(
ditelan bumi ).
Pertanyaan ke 2 : Seberapa jauh
kita meneliti Firman Allah??...
Ø
Meneliti
Firman è Sampai kita merasakan ada
yang memperbarui hidup kita….
Ø
Artinya : jika kita mendengar Firman, namun kita tidak ada pembaharuan…, maka kita tetap akan menjadi
mangsa empuk Naga Merah tersebut…
Ø
Namun jika kita selalu bersedia dan merindukan selalui diperbarui
oleh Firman,…..maka
kita akan menjadi Ciptaan yang baru…yang akan mendapatkan Pembelaan dari Tuhan.
II Korintus 5 : 17 – 18, 21
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus(
FIRMAN ), ia adalah
ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang.
5:18 Dan semuanya ini dari
Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya
dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:21 Dia yang tidak mengenal
dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita ( YANG TELAH
DIUBAH OLEH FIRMAN ) dibenarkan oleh Allah.
Ø
Kita yg
didamaikan, dibenarkan yang sdh menjadi Ciptaan yang baru è mendapatkan
Perlindungan yang sangat kuat dari Tuhan.
Ø
Mendapat
Pemeliharaan Tuhan yang sungguh ajaib, yaitu memperoleh air kehidupan dengan
Cuma – Cuma…. ( Wahyu 21 : 3 –
6 )
5). Sekalipun orang memberi segala harta
benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti dihina..
Artinya “Cinta itu tidak dapat
dibeli”………
Ø Cinta Tuhan kita Yesus tidak dapat dibeli oleh apapun
juga
Ø
Keselamatan
dari Tuhan itu tidak dapat dibeli dengan apapun juga….( I kor 6 : 20 , 7 : 23 )
Jika Solamit mengatakan
demikian,….maka Solamit sampai akhir hidupnya hanya mencintai seorang yaitu
Salomo….
Ø
Demikian
pula Cinta kita kepada pasangan masing – masing…., harusnya tidak ada yang lain
lagi…à
: 1 istri…. 1 suami …sampai seumur hidup
kita……………..
Ø
DEmikian
pula kita seluruh jemaat à Cinta Rohani kita
hanya 1 yaitu YESUS……
SEbab : Yesus telah mencintai
kita….sampai menyerahkan Nyawa-Nya di atas Kayu Salib…..
Ø
Hal itu
membuktikan bahwa : Cinta Tuhan kepada Jemaat-Nya adalah Cinta mati yang tidak
dapat diganti dengan apapun juga….
Ø
Dan Cinta Kasih Tuhan itu…adalah
Kasih yang menyelamatkan……………………..
===TUHAN MEMBERKATI===
Tidak ada komentar:
Posting Komentar