Label

Minggu, 19 Oktober 2014

CINTA KUAT ( 5 ) MENGALAMI HIDUP BARU Pdm. Imam Bambang T., SE

Minggu, 19 Oktober 2014

Kidung Agung 8 : 6 – 7
8:6 -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
8:7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina

Merupakan Kerinduan seorang Solamit di dalam Rumah Tangganya,  yang  sangat ingin mengalami sesuatu yang baru, yaitu Rasa Cinta dan Kasih yang baru dari Salomo….
Oleh sebab itu dalam hati Solamit “Menjerit” sedemikian rupa dan berbicara kepada Salomo, supaya dirinya ditaruh di dalam hati dan setiap tindakan suaminya….


Ø  Jika Solamit merindukan Cinta yang selalu baru,….hal tersebut dikarenakan solamit mengalami titik jenuh / kebosanan di dalam Rumah Tangganya….
Ø  DEmikian pula kita semua……, jika tidak ada Cinta yang baru atau Kasih yang berkembang, maka hubungan Suami Istri juga bisa mengalami kebosanan…
Ø  Juga Pasangan yang Pria dan Wanita yang sedang pacaran ,…jika tidak ada peningkatan/ Keubahan Kasih ( bukan Nafsu )…, maka  dampaknya akan bisa melirik pada yang lain….

Oleh sebab itu : Untuk memperoleh suatu Cinta / Kasih yang bersuasana Baru,….kita belajar dari Pribadi Solamit yang sangat mendambakan Suasana Kasih yang baru…..
Ada 5 hal yang dinyatakan oleh Solamit, yaitu :

1.       Taruhlah aku seperti meterai
2.       Kegairahan gigih seperti orang mati
3.       Nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan
4.       Air yang banyak tak dapat memadamlkan cinta, sungai – sungai tak dapat mnghanyutkannya
5.       Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti dihina..

Dari 5 hal tersebut, sebetulnya poin 1 – 3 sudah kita bicarakan  pada minggu – minggu yang lalu.

1). Taruhlah aku seperti meterai
ini bicara tentang kerinduan seorang Istri yang sangat mendambakan dirinya untuk tidak ditinggalkan oleh suaminya dalam segala tindakannya…

Ø  Kita tahu dampak dari seorang Salomo yang meninggalkan isterinya, maka Salomo walaupun  berhikmat , namun oleh karena dipuja – puja  oleh banyak wanita  bahkan harta benda yang banyak…..
Ø  Akibatnya  melupakan Cinta Solamit istrinya dan…… pada akhirnya Salomo jatuh…..
Ø  Itulah sebabnya Solamit bersikeras untuk berada di dalam hati dan setiap tindakan Salomo….

Oleh sebab itu jangan sampai kita melupakan cinta & kasih pasangan kita………., tetapi di dalam setiap tindakan kita ( wajah istri / suami ) harus selalu ada di dalam hati kita.

2). Kegairahan gigih seperti orang mati
Kegairahan Solamit ini dibuktikan, …. untuk mempertahankan cintanya……., dia rela sampai dipukuli oleh para peronda demi untuk mempertahankan cintanya……
Mari kita mereview :

Kidung Agung 5 : 6 – 8
5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
5:7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
5:8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!
Ø  Hal tersebut juga merupakan pelajaran terutama kepada para Isteri,…..jangan mudah sekali seorang Isteri ngambek,…marah,…pulang ke rumah orang tua,…dsb…
Ø  Digambarkan  : Solamit sampai dipukuli…..tetap mempertahankan cintanya….
Ø  Saya yakin : dalam Rumah tangga saudara tidak ada KDRT…., meski tidak ada kekerasan dalam RT,…tanpa sadar masih ada seorang isteri yg tidak lagi memperhatikan suaminya ( Cuek )….

Belajar dari Solamit….., dalam keadaan apa saja,… seorang Isteri harus dapat mempertahankan dan menjaga cintanya kepada suaminya…..

Ø  Jika digambarkan disini Solamit berkorban untuk mempertahankan Cintanya…
Ø  Maka tidak berlebihan jika seorang isteri juga “suka berkorban” untuk suaminya, demi untuk mempertahankan cinta & rumah tangganya.

Demikian pula  jika seorang  belum menikah ( Gadis ) , untuk mempertahankan cinta suci mereka,…maka mereka tidak boleh bertindak ngawur, melainkan harus mempertahankan kekudusannya :

Kidung Agung 3 : 3 -5
3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?"
3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.
3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Ø  Jika seorang wanita sdh mempunyai pacar seorang Pria  yang dicintainya di dalam Tuhan dan sdh mantap……
Ø  Maka seperti Solamit yang saat itu masih lajang…….,  pacarnya dibawa ke Rumah Orang tuanya…. ( ayat 4 b )
Ø  Mempertahankan kesucian sampai masuk Pernikahan, tidak bertindak bodoh, ….yaitu jatuh sebelum masuk Pernikahan….( ayat 5 )

3). Nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan
Nyala api  yang di dunia ini….tidak akan bisa menandingi nyala api dari Tuhan……..
Demikian pula : Solamit menyatakan cintanya kepada Salomo seperti nyala api yang dari Tuhan, hal tersebut menunjukkan bahwa cintanya  kepada Salomo makin hari semakin meningkat………

Ø  Demikian pula kita semua suami / isteri…Cinta & kasih kita kepada pasangan kita masing – masing makin hari seharusnya juga lebih meningkat….( seperti Cinta Solamit ),…namun dalam kenyataannya….bukan semakin meningkat, tetapi justru cenderung menurun……
Ø  Salah satu yang  menyebabkan cinta kasih itu meredup hingga padam, yaitu : jika suami / isteri masing masing mulai bersikap “EGOIS…..”…

Rasul Paulus mengajar kepada Jemaat Korintus: KASIH ITU TIDAK EGOIS…( MENJADI HIDUP )
I Korintus 13 : 4 - 5
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ø  Seharusnya kasih suami – isteri di dalam Tuhan makin hari makin meningkat…,seperti Cintanya Solamit kepada suaminya…
Ø  Bagaimana denga kasih kita kepada masing – masing pasangan?.......

Demikian pula Kasih kita kepada Tuhan,...makin hari juga harus mengalami peningkatan,…sampai  benar  benar panas dan tidak dingin atau suam – suam kuku…
Sebab kalau tidak panas…..pasti dimuntahkan oleh Tuhan.

Wahyu 3 : 14 – 17 Jemaat Laodikia
3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Ø  Yang biasa terjadi di dalam Sidang Jemaat Kasihnya tidak panas kepada Tuhan,…salah satunya adalah à .karena masalah mencari penghasilan / kekayaan.
Ø  Mereka tidak puas dengan pengahasilan yang cukup,….melainkan selalu ingin lebih…, hingga meninggalkan Kasih kepada Allah dengan melupakan ibadah, melupakan pelayanan, lupa menyembah, dst.
Ø  Dengan berbagai – bagai cara mereka memperkaya dirinya…( EGOIS )…
Untuk menyelamatkan Kasih yang sdh dirasuki dengan Keegoisan tsb,  Tuhan mengatakan : “BELILAH”….
Wahyu 3 : 18 – 20
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Ø  Belilah artinya = harus berusaha / meningkatkan…., jangan dingin atau suam-suam kuku…
Ø  Jangan Egois…….melainkan harus berubah.

Jika kita sudah tidak egois, melainkan meningkatkan Kasih kita kepada Allah, maka :

a.       Dia akan mengetok hati kita…à mau bersekutu dengan kita….
b.      Dia makan bersama semeja dengan kita à untuk memberi suasana  damai sukacita kepada kita serta mencukupi kebutuhan kita dan perlindungan.

4).  Air yg banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai–sungai tak dapat menghanyutkannya
Kita mengetahui bahwa air itu pada umumnya adalah “Dingin”…., sedangkan Cinta itu harus menyala – nyala seperti apinya Tuhan.

Ø  Jadi jika cinta kita menyala seperti apinya Tuhan, walaupun air itu dapat memadamkan api,  maka air tersebut tidak mampu untuk memadamkannya.
Ø  Namun jika cinta kasih kita bukan berasal dari Tuhan, pasti terpadamkan oleh air tersebut.

Pertanyaannya : apakah Api yang dari Tuhan tersebut??.....

Yeremia 23 : 29
23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?
Ø  Jika dikatakan bahwa Cinta Solamit makin membara bagaikan Apinya TUhan,…
Ø  Maka kita semua harus lebih dalam meneliti Apinya Tuhan, yaitu : Firman Allah…
Ø  Semakin kita tahu dalamnya Firman Allah, maka Cinta kita kepada Tuhan semakin dalam…
Ø  Sampai benar – benar Firman itu tinggal di dalam hidup kita…..

Kita tahu bila Firman Allah itu tinggal di dalam diri kita,….maka Kasih-Nya akan dinyatakan kepada kita. ( Yohanes 15 : 7 – 8 )
-          Doa kita dijawab
-          Kita berbuah – buah….--> inilah Buah Kasih.

Oleh sebab itu kita harus mau belajar lebih TELITI dan saksama di dalam meneliti Firman Allah…
Rasul Paulus berbicara kepada Jemaat Ibrani, sbb :

Ibrani 2 : 1 – 4
2:1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2:2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Ø  Kita meneliti Firman Allah, …dimulai dari cara kita mendengarkan Firman Allah…
Ø  Jika sdh mendengar…dan sering mendengar…., tetapi kita tetap melanggar dan tidak taat…, maka kita pasti hanyut oleh Air yang dingin dan menghanyutkan tersebut.
Ø  Dan sebaliknya …, jika kita semakin teliti dan teguh di dalam melakukan Firman Allah, maka Mujizat dan Kasih Tuhan ( Roh Kudus ) akan makin dinyatakan kepada kita…

Jadi yang membuat kita terhanyut oleh air yang dingin yang mengakibatkan api yang berasal dari Tuhan tersebut mati ( padam ),….dikarenakan kita tidak sungguh – sungguh / lambat di dalam meneliti Firman Allah….

Rasul Paulus juga berbicara dalam Ibrani Pasal 5, sbb ;
Ibrani 5 : 11 -12
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
Yang perlu diperhatikan di dalam mendengarkan Firman adalah “TIDAK LAMBAN”…

-          Bisa Firman yang kita dengarkan dari setiap Ibadah..
-          Juga Firman dari Istri / Suami yang mengingatkan kita sebagai masukan untuk kita, dsb…

Seperti perkataan Solamit,…..jika kita tidak mau diperbarui oleh Firman, tentu berdampak Kasih kita kepada Allah tidak sungguh – sungguh, maka kita pasti akan dihanyutkan oleh air….

Pertanyaannya : Air dari mana yang dapat menghanyutkan????
Wahyu 12 : 13 – 18
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.
Ø  Air yang dapat memadamkan api yang biasa, adalah air yang keluar dari Mulut Naga bagaikan sungai yang dapat menghanyutkan….
Ø  Namun jika kita tetap berpegang kepada Firman dengan teliti dan Mengasihi Allah dengan membara,…maka air sungai tersebut tidak dapat menghanyutkan kita…..( ditelan bumi ).

Pertanyaan ke 2 : Seberapa jauh kita meneliti Firman Allah??...

Ø  Meneliti Firman è Sampai kita merasakan ada yang memperbarui hidup kita….
Ø  Artinya : jika kita mendengar Firman, namun kita tidak ada pembaharuan…, maka kita tetap akan menjadi mangsa empuk Naga Merah tersebut…
Ø  Namun jika kita selalu bersedia dan merindukan selalui diperbarui oleh Firman,…..maka kita akan menjadi Ciptaan yang baru…yang akan mendapatkan Pembelaan dari Tuhan.

II Korintus 5 : 17 – 18, 21
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus( FIRMAN ), ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita ( YANG TELAH DIUBAH OLEH FIRMAN ) dibenarkan oleh Allah.
Ø  Kita yg didamaikan, dibenarkan yang sdh menjadi Ciptaan yang baru  è mendapatkan Perlindungan yang sangat kuat dari Tuhan.
Ø  Mendapat Pemeliharaan Tuhan yang sungguh ajaib, yaitu memperoleh air kehidupan dengan Cuma – Cuma…. ( Wahyu 21 : 3 – 6 )

5). Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti dihina..
Artinya “Cinta itu tidak dapat dibeli”………

Ø  Cinta Tuhan kita Yesus tidak dapat dibeli oleh apapun juga
Ø  Keselamatan dari Tuhan itu tidak dapat dibeli dengan apapun juga….( I kor 6 : 20 , 7 : 23 )

Jika Solamit mengatakan demikian,….maka Solamit sampai akhir hidupnya hanya mencintai seorang yaitu Salomo….

Ø  Demikian pula Cinta kita kepada pasangan masing – masing…., harusnya tidak ada yang lain lagi…à  : 1 istri…. 1 suami …sampai seumur hidup kita……………..
Ø  DEmikian pula kita seluruh jemaat à Cinta Rohani kita hanya 1 yaitu YESUS……

SEbab : Yesus telah mencintai kita….sampai menyerahkan Nyawa-Nya di atas Kayu Salib…..

Ø  Hal itu membuktikan bahwa : Cinta Tuhan kepada Jemaat-Nya adalah Cinta mati yang tidak dapat diganti dengan apapun juga….
Ø  Dan Cinta Kasih Tuhan itu…adalah Kasih yang menyelamatkan……………………..


===TUHAN MEMBERKATI===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar