Label

Minggu, 12 Oktober 2014

CINTA KUAT ( 4 ) KERINDUAN PENINGKATAN ROHANI Pdm. Imam Bambang T., SE

Minggu, 12 Oktober 2014

Kidung Agung 8 : 6 – 7
8:6 -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
8:7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina

Ada beberapa kata yang dikatakan oleh Solamit kepada Salomo, diantaranya :

1.       Taruhlah
2.       Meterai


I). Solamit mengatakan “TARUHLAH”……

Ø  Perkataan Taruhlah merupakan suatu Permohonan atau Minta Tolong…
Ø  Alasan  Minta Tolong = karena “Ada sesuatu yang belum diperoleh”….
Ø  Dan sesuatu yang belum diperoleh tersebut adalah “INgin menyatu”…, yaitu Kesatuan hati Solamit dan hati Salomo sebagai pasangan Suami – Isteri..

Secara Jasmani : Hal tersebut menunjuk kerinduan hubungan antara Suami – isteri,…….terlebihà
Secara Rohani : Hal tersebut juga menunjuk hubungan Allah dengan kita sebagai Gereja Tuhan, dimana Tuhan sebagai Suami yang rohani atas sidang jemaat  :

Ø  Sekarang : Kita sudah dalam Geganggaman Tuhan…( karena kita sdh ditebus )….
Ø  Tetapi apakah kita masih ada GAIRAH untuk menyatu di dalam Kesempurnaan bersama Yesus?... atau hanya cukup dengan Penebusan Yesus?

Rasul Paulus berbicara kepada Jemaat Epesus….Tuhan menyediakan diri sebagai Kepala atas sidang jemaatnya , yaitu sebagai Tubuh-Nya.

Ø  Tujuannya adalah untuk memenuhi / menyempurnakan Sidang jemaat sebagai TUbuh-Nya..
Ø  DAn bukan hanya sebatas menebus saja dari dosa dunia…

Epesus 1 : 22 – 23 Rasul Paulus menyatakan Yesus sebagai Kepala….
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Ø  Jadi Rasul Paulus menginginkan kita semua,..jangan hanya puas menjadi Umat Ketebusan saja,….
Ø  Lebih dari itu menjadi Umat yang disempurnakan,…sehingga kita menjadi Mempelai Wanita-Nya.

SEperti : Solamit sangat merindukan hatinya benar – benar ditaruh di hati Salomo dengan sempurna…

Ø  Demikian juga kita Sidang Jemaat Tuhan,….seharusnya kita semua juga sangat merindukan hidup kita ditaruh Tuhan di hati –NYA….
Ø  Dan Kerinduan untuk ditaruh di hati Tuhan membutuhkan proses, dan
Ø   prosesnya : Lebih hari lebih cinta dan setia kepada Tuhan….( harus ada peningkatan rohani ).

SEbab ada Ada 2 hal KEADAAN anak –anak Tuhan  di dalam Pengikutan / Pelayanan kita di hadapan Tuhan yang berdampak pada ditaruhnya kita di dalam HATI TUHAN atau tidak, yaitu :

1.       Pelayanan yang sifatnya hanya sebatas RUTINITAS,…à ini merupakan Pelayanan yang tidak didasari dengan CINTA à mengakibatkan / membuat Kasih itu menurun…
2.       Pelayanan yang dibawa kepada PENTAATAN kepada ROH KUDUSà akan membuat Kasih itu menyala.

Demikian pula kita semua,…jika kita ibadah / Pelayanan dengan selalu mengejar / mentaati ROH KUDUS, maka Kasih kita kepada Allah semakin menyala…, Karena dengan mentaati Roh Kudus, maka kita dibawa untuk meningkatkan Kasih kita kepada Allah.

Mengapa demikian ?....karena Roh Kudus itu hidup. Dan hidup itu Dinamis à ada perkembangan dan peningkatan.

Ø  Dengan kata lain,…kita tidak akan bisa berkembang dan tidak akan meningkat …bahkan cenderung menurun dalam Pelayanan / ibadah kita…., jika kita tidak mengejar / Taat kepada Roh Kudus.

Oleh sebab itu Rasul Paulus berbicara kepada Jemaat Korintus , sbb :
II Korintus 3 : 3 – 6 , 17
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan
Dari Perkataan Rasul Paulus ini ada 2 ( dua )  hal yang bisa diambil untuk dimengerti, yaitu :

a.       Kita adalah Surat Kristus yang dibentuk dari Roh Allah yang hidup dan bukan dari Loh – loh Batu.
b.      Di dalam Roh ada Kemerdekaan

a). Kita dibentuk oleh Roh yang hidup dan bukan Loh – loh Batu

Kita tahu 2 LOh Batu yang berisi Manna  didalam Perjanjian Lama itu bicara tentang Hukum Kasih….

Ø  Bila kita hanya berpegang kepada 2 LOh Batu yang ada di Perj. Lama,…dan tidak digabungkan dengan Roh yang dinyatakan di dalam Perj. Baru ( ayat 6 A) ….., maka Kasih itu akan menurun dan akhirnya bisa mati..
Ø  Sebab jika hanya berpegang pada Batu yang ada tulisan Allah, tetapi tidak ada Roh Allah, maka TIDAK ADA PENINGKATAN ( STAGNASI dan akhirnya MENURUN à BISA MATI ).
Ø  Maka Rasul Paulus mengatakan ( Ayat 6B ) : HUkum yang tertulis itu mematikan, tetapi Roh itu yang menghidupkan.

Artinya :
Ø  Jika kita ibadah / Pelayanan itu tidak ada KERINDUAN untuk berkembang atau menuju peningkatan…dan kita hanya menjalaninya sebatas RUTINITAS…, maka Iman kita akan TURUN dan akhirnya MATI.
Ø  Sebaliknya, jika kita merindukan & mengejar Roh Kudus maka akan menjadi HIDUP :

Oleh sebab itu di dalam Ibadah atau Pelayanan,…kita harus menyala – nyala di dalam Roh Kudus. ( supaya Hidup )
Seperti Cinta Solamit kepada Salomo yang menyala – nyala,…maka seharusnya Cinta kita kepada Tuhan juga menyala – nyala dan dinamis…., berkembang, bertumbuh..sampai sempurna.

Kita masih Ingat : Untuk dapat mengasihi Allah,…harus dibuktikan dulu dengan mengasihi sesama….
Mari kita lihat lagi bagaimana Rasul Yohanes berbicara :

I Yohanes 4 : 20 - 21
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Jadi kita dikatakan Hidup dan mengasihi Allah , harus didahului mengasihi SESAMA :

-          Jika itu seorang Hamba Tuhan à mengasihi Keluarga dan Sidang Jemaat…
-          Jika itu seorang Suami à terutama : mengasihi Istri dan anak – anak…dan yg lainnya
-          Jika itu seorang Isteri  à terutama : mengasihi Suami dan anak – anak… dan yg lainnya
-          Jika itu anak – anak à terutama : mengasihi ayah ibunya serta saudara-2 nya, baik saudara dalam daging maupun saudara dalam Tuhan…., dst..

Sebagai Praktek Kasih kepada sesama, …Jika kita tahu ada yang harus ditolong, tetapi kita hanya diam saja,….maka kita tidak ada KASIH.

Rasul Yakobus mengatakan,…bagaimana untuk meyempurnakan Kasih kita itu :
Yakobus 1 : 25 - 27
1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
Kasih kepada sesama itu ditandai :

-          Bukan teoritis (hanya kata – kata )…., tetapi betul betul praktek dengan sungguh – sungguh...
-          Bisa mengekang lidah : tidak marah,..tidak ngomel,..tidak mengumpat orang,…tidak menjelekkan orang,…tidak berdusta….
-          Praktek membantu para Janda, Yatim piatu à menunjuk peduli kepada kehidupan jemaat / orang lain  yang kekurangan.

Jadi jika kita rindu meningkatkan Kasih kita kepada Allah,….maka hal – hal tersebut di atas sdh menjadi kewajiban  atau biasa untuk kita lakukan.

Rasul Paulus mengajar : KASIH ITU TIDAK EGOIS…( MENJADI HIDUP )
I Korintus 13 : 4 - 5
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
b). Di dalam Roh ada Kemerdekaan

Seperti Hukum yang tertulis tanpa Roh Allah mengakibatkan Stagnasi dan menurun…., maka jika kita hidup di dalam Roh…, kita akan mengalami Kemerdekaan atau Kebebasan…

Ø  Seperti sebuah Negara yang dijajah semuanya serba terbatas….., demikian juga jika kita hanya berpandangan pada Hukum Tertulis tanpa Roh…., maka kita hanya dalam keadaan STAGNASI ( tidak ada keubahan ) di hadapan Tuhan…
Ø  Namun Jika kita Merdeka dari Penjajahan oleh karena pekerjaan ROH KUDUS…, maka kita akan hidup, bertumbuh tumbuh,…sampai menghasilkan buah – buah.

Karena Roh Kudus itu Kudus,….maka kehidupan yang selalu merindukan Roh Kudus,….akan selalu hidup Damai dengan semua orang,…..inilah Tanda Mengasihi Sesama.

Ibrani 12 : 14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan

Ø  Dengan Damai mengasihi sesamaà kita dapat melihat / bersekutu dengan Allah
Pertanyaannya : seperti apakah perkembangan / peningkatan itu??...

Jauh jauh hari Nabi Yesaya sdh menubuatkan akan kedatangan Raja Damai……
Yesaya 11 : 1 – 3
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Kehidupan yang berkembang / meningkat yang dipimpin oleh Roh Kudus, adalah :

1.       Harus timbul Tunas,…tumbuh,…..hingga berbuah…
2.       Ada Roh Kudus yang menyertai, sehingga :
-          Ada hikmat dan pengertian à selalu belajar mengenal Firman Allah…
-          Roh Nasihat dan keperkasan à selalu menuruti Nasihat yang baik ( asihat Firman Allah ), sehingga menjadi semakin kuat di dalam Tuhan..
-          Pengenalan dan takut akan Tuhan à mengenal Tuhan dengan semakin Setia kepada Tuhan..
3.       Tidak mau lagi menghakimi orang lain…

Itulah yang harus menjadi kerinduan sidang Jemaat, yaitu selalu dinamis lebih hari semakin mengasihi Tuhan.
Seperti Cinta Solamit kepada Salomo…., yang dinamis…, berkembang dan berbuah – buah.


II) Solamit merindukan ditempel seperti “METERAI” di hati Salomo
Kita tahu Meterai adalah suatu Alat Pengesah yang authentic ( Sah ) di dalam suatu Perjanjian, Pernyataan, Hukum, dsb.
Di dalam suatu Kerajaan METERAI ini adalah STEMPEL sah. Yang artinya jika suatu Keputusan seorang Raja di stempel Kerajaan, maka tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Di dunia ini banyak meterai / stempel yang beredar :

-          Stempel dari RT, RW, Lurah, Camat, BUpati,…..dst…
-          Bahkan orang – orang awam / perusahaan jika mengadakan Perjanjian mereka memakai Meterai atau Stempel.

Sekarang kita perhatikan permintaaan Solamit atas Meterai tsb, kita kembali ke Kidung Agung, sbb :
Kidung Agung 8 : 6
8:6 -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Ø  Solamit minta Meterai ( Stempel ) seorang Raja Salomo…akan Kasih dan Cintanya.
Ø  Meterai seorang Raja adalah Meterai yang tertinggi….
Ø  Artinya : Solamit minta Salomo menempatkan Cinta Solamit yang paling tinggi…..atau dengan kata lain : SOLAMIT RINDU DIISTIMEWAKAN OLEH SALOMO SUAMI DAN RAJANYA.

Demikian pula kita sidang jemaat : seharusnya kita  rindu sampai menjadi Istimewa di hati Allah.
Ø  Juga seorang Pasangan Suami – Isteri Meterai Cinta itu harus merupakan yang tertinggi di dalam Pernikahan tersebut…
Ø  Artinya : Suami harus mengistimewakan Isteri,…Isteri juga mengistimewakan Suami…
Ø  Sebab jika Suami – Isteri sdh tidak ada Cinta dan tidak lagi saling mengistimewakan …atau cintanya mulai beralih / berubah,…maka dampaknya tidak ada kebahagiaan dalam Rumah Tangga tersebut…, yang ada adalah KEGELAPAN…./ KESUSAHAN…..

Demikian pula Sidang Jemaat : Jika kita merindukan KEISTIMEWAAN tersebut,…maka kita akan menjadi Umat kesayangannya Allah  Istimewa ( seperti bangsa Israel jasmani ).
Seperti Tuhan berkata kepada Musa, …demikian juga Tuhan juga berbicara kepada kita semua, supaya kita menjadi Umat Kesayangan Allah, yang harus kita lakukan adalah sbb :

Keluaran 19 : 5 – 6 ( Perjanjian Lama )
19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Dan hal tersebut juga disempurnakan di dalam Perjanjian Baru oleh Rasul Petrus, sbb :

I Petrus 2 : 9 - 10
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Ø  Umat Kesayangan Tuhan akan diberi Tuhan :

1.       Akan dikeluarkan dari Kegelapan…..--> Gelap pikiran, gelap mata, bahkan gelap ekonomi, dsb….
2.       Diberi Terang yang Ajaib…..--> bukan terang biasa,..melainkan terang yang dapat membuat hati dan jiwa menjadi Damai Sejahtera……
Sebagai contoh : Pada waktu Petrus, cs menyaksikan Tuhan berubah di atas gunung , tampak Terang yang membuat Petrus, cs mengalami Damai Sejahtera yang tidak terhingga.
Matius 17 : 1 – 4
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

3.       Mendapat Belas Kasihan dari Tuhan…à artinya kita tidak dibiarkan berjalan sendiri, seorang diri, dst…., tetapi akan mendapat Perhatian dari Tuhan yang luar biasa, misal : kita akan disertai / dilindungi, dsb.

3 hal tersebut merupakan hal yang sangat Istimewa yang Tuhan berikan bagi kita semua, jika kita selalu meningkatkan Rohani kita…….dan mengejar Roh Kudus.

Ø  JADI KITA BISA MENJADI ISTIMEWA DI DALAM HATI TUHAN, BILA ROH KUDUS MEMENUHI KITA.

Ø  DENGAN HIDUP DALAM ROH KUDUS, KITA DAPAT BERSEKUTU / BERSATU DENGAN ALLAH, SEBAB TUHAN ROH KITA JUGA ROH….

Ø  KITA TAHU METERAI YANG TERTINGGI….., ADALAH METERAI SEORANG RAJA

Ø  DAN METERAI ROHANI YANG TERTINGGI UJUDNYA ADALAH “ROH KUDUS”…….ROHNYA TUHAN.

JADI BILA KITA MENYUCIKAN DIRI HINGGA DIPENUHKAN OLEH ROH KUDUS,…MAKA KITA SEMUA SELALU ADA DI HATI TUHAN………………………….
DAN YANG SELALU ADA DI HATI TUHAN ADALAH “MEMPELAI WANITA- NYA”…..



===TUHAN MEMBERKATI===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar