Kidung Agung 8 : 6 – 7
8:6
-- Taruhlah aku
seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,
kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti
nyala api TUHAN!
8:7
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat
menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk
cinta, namun ia pasti akan dihina
Ada beberapa kata yang dikatakan
oleh Solamit kepada Salomo, diantaranya :
1. Taruhlah
2. Meterai
I). Solamit mengatakan “TARUHLAH”……
Ø
Perkataan
Taruhlah merupakan suatu Permohonan atau Minta Tolong…
Ø
Alasan Minta Tolong = karena “Ada sesuatu yang belum diperoleh”….
Ø
Dan
sesuatu yang belum diperoleh tersebut adalah “INgin menyatu”…, yaitu Kesatuan hati Solamit dan
hati Salomo sebagai pasangan Suami – Isteri..
Secara Jasmani : Hal tersebut menunjuk kerinduan
hubungan antara Suami – isteri,…….terlebihà
Secara Rohani : Hal tersebut juga menunjuk hubungan
Allah dengan kita sebagai Gereja Tuhan, dimana Tuhan sebagai Suami yang rohani
atas sidang jemaat :
Ø
Sekarang
: Kita sudah dalam Geganggaman Tuhan…( karena kita sdh ditebus )….
Ø
Tetapi
apakah kita masih ada
GAIRAH untuk menyatu di dalam Kesempurnaan bersama Yesus?... atau hanya
cukup dengan Penebusan Yesus?
Rasul Paulus berbicara kepada
Jemaat Epesus….Tuhan menyediakan diri sebagai Kepala atas sidang jemaatnya ,
yaitu sebagai Tubuh-Nya.
Ø
Tujuannya
adalah untuk memenuhi /
menyempurnakan Sidang jemaat sebagai TUbuh-Nya..
Ø
DAn bukan hanya sebatas menebus saja
dari dosa dunia…
Epesus 1 : 22 – 23 Rasul Paulus menyatakan Yesus
sebagai Kepala….
1:22 Dan segala sesuatu telah
diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat
sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah
tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Ø
Jadi
Rasul Paulus menginginkan kita semua,..jangan hanya puas menjadi Umat Ketebusan
saja,….
Ø Lebih dari itu menjadi Umat yang disempurnakan,…sehingga kita
menjadi Mempelai Wanita-Nya.
SEperti : Solamit sangat
merindukan hatinya benar – benar ditaruh di hati Salomo dengan sempurna…
Ø
Demikian
juga kita Sidang Jemaat Tuhan,….seharusnya kita semua juga sangat merindukan
hidup kita ditaruh Tuhan di hati –NYA….
Ø Dan Kerinduan untuk ditaruh di hati Tuhan membutuhkan proses,
dan
Ø prosesnya
: Lebih hari lebih cinta dan setia kepada Tuhan….( harus ada peningkatan rohani ).
SEbab ada Ada 2 hal KEADAAN anak –anak Tuhan di dalam Pengikutan / Pelayanan kita di
hadapan Tuhan yang berdampak pada ditaruhnya kita di dalam HATI TUHAN atau
tidak, yaitu :
1.
Pelayanan
yang sifatnya hanya sebatas RUTINITAS,…à ini merupakan
Pelayanan yang tidak didasari dengan CINTA à mengakibatkan
/ membuat Kasih itu
menurun…
2.
Pelayanan
yang dibawa kepada PENTAATAN kepada ROH KUDUSà
akan membuat Kasih itu
menyala.
Demikian pula kita semua,…jika
kita ibadah / Pelayanan dengan selalu mengejar / mentaati ROH KUDUS, maka Kasih
kita kepada Allah semakin menyala…, Karena dengan mentaati Roh Kudus, maka kita dibawa untuk meningkatkan
Kasih kita kepada Allah.
Mengapa demikian ?....karena
Roh Kudus itu hidup. Dan
hidup itu Dinamis à ada perkembangan dan peningkatan.
Ø Dengan kata lain,…kita tidak akan bisa berkembang dan
tidak akan meningkat …bahkan cenderung menurun dalam Pelayanan / ibadah kita….,
jika kita tidak
mengejar / Taat kepada Roh Kudus.
Oleh sebab itu Rasul Paulus
berbicara kepada Jemaat Korintus , sbb :
II Korintus 3 : 3 – 6 , 17
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus,
yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh
dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada
loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
3:4 Demikianlah besarnya
keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
3:5 Dengan diri kami sendiri
kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami
sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi
pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari
hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di
mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan
Dari Perkataan Rasul Paulus ini
ada 2 ( dua ) hal yang bisa diambil
untuk dimengerti, yaitu :
a. Kita adalah Surat Kristus yang dibentuk
dari Roh Allah yang hidup dan bukan dari Loh – loh Batu.
b.
Di
dalam Roh ada Kemerdekaan
a). Kita dibentuk oleh Roh yang hidup dan
bukan Loh – loh Batu
Kita tahu 2 LOh Batu yang berisi
Manna didalam Perjanjian Lama itu bicara
tentang Hukum Kasih….
Ø
Bila kita
hanya berpegang kepada 2 LOh Batu yang ada di Perj. Lama,…dan tidak digabungkan dengan Roh
yang dinyatakan di dalam Perj.
Baru ( ayat 6 A)
….., maka Kasih itu akan menurun dan akhirnya bisa mati..
Ø
Sebab
jika hanya berpegang pada Batu yang ada tulisan Allah, tetapi tidak ada Roh
Allah, maka TIDAK ADA PENINGKATAN ( STAGNASI dan akhirnya MENURUN à
BISA MATI ).
Ø Maka Rasul Paulus mengatakan ( Ayat 6B ) : HUkum yang tertulis itu mematikan,
tetapi Roh itu yang menghidupkan.
Artinya :
Ø
Jika kita ibadah / Pelayanan itu
tidak ada KERINDUAN untuk berkembang atau menuju peningkatan…dan kita hanya
menjalaninya sebatas RUTINITAS…, maka Iman kita akan TURUN dan akhirnya MATI.
Ø
Sebaliknya, jika kita merindukan
& mengejar Roh Kudus maka akan menjadi HIDUP :
Oleh sebab itu di dalam
Ibadah atau Pelayanan,…kita harus menyala – nyala di dalam Roh Kudus. ( supaya
Hidup )
Seperti Cinta Solamit kepada
Salomo yang menyala – nyala,…maka seharusnya Cinta kita kepada Tuhan juga menyala – nyala dan
dinamis…., berkembang, bertumbuh..sampai sempurna.
Kita masih Ingat : Untuk dapat mengasihi Allah,…harus
dibuktikan dulu dengan mengasihi sesama….
Mari kita lihat lagi bagaimana
Rasul Yohanes berbicara :
I Yohanes 4 : 20 - 21
4:20 Jikalau seorang berkata:
"Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah
pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak
mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21 Dan perintah ini kita
terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi
saudaranya.
Jadi kita dikatakan Hidup dan mengasihi Allah ,
harus didahului mengasihi SESAMA :
-
Jika itu seorang Hamba Tuhan
à
mengasihi Keluarga dan Sidang Jemaat…
-
Jika itu seorang Suami
à
terutama : mengasihi Istri dan anak – anak…dan yg lainnya
-
Jika itu seorang Isteri à terutama : mengasihi
Suami dan anak – anak… dan yg lainnya
-
Jika itu anak – anak à
terutama : mengasihi ayah ibunya serta saudara-2 nya, baik saudara dalam daging
maupun saudara dalam Tuhan…., dst..
Sebagai Praktek Kasih kepada sesama, …Jika
kita tahu ada yang harus ditolong, tetapi kita hanya diam saja,….maka kita
tidak ada KASIH.
Rasul Yakobus
mengatakan,…bagaimana untuk meyempurnakan Kasih kita itu :
Yakobus 1 : 25 - 27
1:25 Tetapi barangsiapa
meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia
bertekun di dalamnya, jadi
bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya,
ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1:26 Jikalau ada seorang
menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka
sia-sialah ibadahnya.
1:27 Ibadah yang murni dan
yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam
kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak
dicemarkan oleh dunia.
Kasih kepada sesama itu ditandai :
-
Bukan teoritis (hanya
kata – kata )…., tetapi betul betul praktek dengan sungguh – sungguh...
-
Bisa mengekang lidah :
tidak marah,..tidak ngomel,..tidak mengumpat orang,…tidak menjelekkan
orang,…tidak berdusta….
-
Praktek membantu para Janda, Yatim
piatu à menunjuk peduli kepada
kehidupan jemaat / orang
lain yang kekurangan.
Jadi jika kita rindu
meningkatkan Kasih kita kepada Allah,….maka hal – hal tersebut di atas sdh
menjadi kewajiban atau biasa untuk kita lakukan.
Rasul Paulus mengajar : KASIH
ITU TIDAK EGOIS…( MENJADI HIDUP )
I Korintus 13 : 4 - 5
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia
tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang
tidak sopan dan tidak mencari
keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan
kesalahan orang lain.
b). Di dalam Roh ada Kemerdekaan
Seperti Hukum yang tertulis tanpa Roh Allah mengakibatkan
Stagnasi dan menurun…., maka jika kita hidup di dalam Roh…, kita
akan mengalami Kemerdekaan atau Kebebasan…
Ø
Seperti
sebuah Negara yang dijajah semuanya serba terbatas….., demikian juga jika kita
hanya berpandangan pada Hukum Tertulis tanpa Roh…., maka kita hanya dalam
keadaan STAGNASI ( tidak
ada keubahan ) di hadapan Tuhan…
Ø
Namun
Jika kita Merdeka dari Penjajahan oleh karena pekerjaan ROH KUDUS…, maka kita
akan hidup, bertumbuh tumbuh,…sampai menghasilkan buah – buah.
Karena Roh Kudus itu
Kudus,….maka kehidupan yang selalu merindukan Roh Kudus,….akan selalu hidup
Damai dengan semua orang,…..inilah Tanda Mengasihi Sesama.
Ibrani 12 : 14
12:14 Berusahalah hidup damai
dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang
pun akan melihat Tuhan
Ø
Dengan Damai mengasihi sesamaà
kita dapat melihat / bersekutu
dengan Allah
Pertanyaannya : seperti apakah perkembangan /
peningkatan itu??...
Jauh jauh hari Nabi Yesaya sdh
menubuatkan akan kedatangan Raja Damai……
Yesaya 11 : 1 – 3
11:1 Suatu tunas akan keluar
dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya,
roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan
takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah
takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau
menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
Kehidupan yang berkembang / meningkat yang dipimpin oleh
Roh Kudus, adalah :
1. Harus timbul Tunas,…tumbuh,…..hingga
berbuah…
2. Ada Roh Kudus yang menyertai, sehingga :
-
Ada hikmat dan pengertian
à
selalu belajar mengenal Firman Allah…
-
Roh Nasihat dan keperkasan à
selalu menuruti Nasihat yang baik ( asihat Firman Allah ), sehingga menjadi
semakin kuat di dalam Tuhan..
-
Pengenalan dan takut akan Tuhan
à
mengenal Tuhan dengan semakin Setia kepada Tuhan..
3. Tidak mau lagi menghakimi orang lain…
Itulah yang harus menjadi
kerinduan sidang Jemaat, yaitu selalu dinamis lebih hari semakin mengasihi
Tuhan.
Seperti Cinta Solamit kepada
Salomo…., yang dinamis…, berkembang dan berbuah – buah.
II) Solamit merindukan ditempel seperti “METERAI”
di hati Salomo
Kita tahu Meterai adalah suatu
Alat Pengesah yang authentic ( Sah ) di dalam suatu Perjanjian, Pernyataan,
Hukum, dsb.
Di dalam suatu Kerajaan METERAI
ini adalah STEMPEL sah. Yang artinya jika suatu Keputusan seorang Raja di
stempel Kerajaan, maka tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.
Di dunia ini banyak meterai /
stempel yang beredar :
-
Stempel
dari RT, RW, Lurah, Camat, BUpati,…..dst…
-
Bahkan
orang – orang awam / perusahaan jika mengadakan Perjanjian mereka memakai
Meterai atau Stempel.
Sekarang kita perhatikan permintaaan Solamit atas Meterai
tsb, kita kembali ke Kidung Agung, sbb :
Kidung Agung 8 : 6
8:6
-- Taruhlah aku
seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,
kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti
nyala api TUHAN!
Ø
Solamit
minta Meterai ( Stempel ) seorang Raja Salomo…akan Kasih dan Cintanya.
Ø
Meterai seorang Raja adalah Meterai
yang tertinggi….
Ø
Artinya :
Solamit minta Salomo
menempatkan Cinta Solamit yang paling tinggi…..atau dengan kata lain
: SOLAMIT RINDU DIISTIMEWAKAN OLEH SALOMO SUAMI DAN RAJANYA.
Demikian pula kita sidang jemaat : seharusnya kita rindu sampai menjadi Istimewa di hati Allah.
Ø
Juga
seorang Pasangan Suami – Isteri Meterai Cinta itu harus merupakan yang tertinggi di dalam
Pernikahan tersebut…
Ø
Artinya :
Suami harus mengistimewakan Isteri,…Isteri juga mengistimewakan Suami…
Ø
Sebab jika Suami – Isteri sdh tidak ada
Cinta dan tidak lagi saling mengistimewakan …atau cintanya mulai
beralih / berubah,…maka dampaknya tidak ada kebahagiaan dalam Rumah Tangga
tersebut…, yang ada adalah KEGELAPAN…./ KESUSAHAN…..
Demikian pula Sidang Jemaat :
Jika kita merindukan KEISTIMEWAAN tersebut,…maka kita akan menjadi Umat
kesayangannya Allah Istimewa (
seperti bangsa Israel jasmani ).
Seperti Tuhan berkata kepada Musa,
…demikian juga Tuhan juga berbicara kepada kita semua, supaya kita menjadi Umat
Kesayangan Allah, yang harus kita lakukan adalah sbb :
Keluaran 19 : 5 – 6 ( Perjanjian Lama )
19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh
mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku
sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh
bumi.
19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku
kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus
kaukatakan kepada orang Israel."
Dan hal tersebut juga
disempurnakan di dalam Perjanjian Baru oleh Rasul Petrus, sbb :
I Petrus 2 : 9 - 10
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang
terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,
supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah
memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan
umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak
dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Ø
Umat
Kesayangan Tuhan akan diberi Tuhan :
1. Akan dikeluarkan dari Kegelapan…..-->
Gelap pikiran, gelap mata, bahkan gelap ekonomi, dsb….
2. Diberi Terang yang Ajaib…..--> bukan
terang biasa,..melainkan terang yang dapat membuat hati dan jiwa menjadi Damai
Sejahtera……
Sebagai contoh :
Pada waktu Petrus, cs menyaksikan Tuhan berubah di atas gunung , tampak Terang
yang membuat Petrus, cs mengalami Damai Sejahtera yang tidak terhingga.
Matius 17 : 1 – 4
17:1 Enam hari kemudian Yesus
membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka
Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa
di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya
menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka
Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus:
"Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika
Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk
Musa dan satu untuk Elia."
3. Mendapat Belas Kasihan dari Tuhan…à
artinya kita tidak dibiarkan berjalan sendiri, seorang diri, dst…., tetapi akan
mendapat Perhatian dari Tuhan yang luar biasa, misal : kita akan disertai /
dilindungi, dsb.
3 hal tersebut merupakan hal
yang sangat Istimewa yang Tuhan berikan bagi kita semua, jika kita selalu
meningkatkan Rohani kita…….dan mengejar Roh Kudus.
Ø
JADI KITA
BISA MENJADI ISTIMEWA DI DALAM HATI TUHAN, BILA ROH KUDUS MEMENUHI KITA.
Ø
DENGAN
HIDUP DALAM ROH KUDUS, KITA DAPAT BERSEKUTU / BERSATU DENGAN ALLAH, SEBAB TUHAN
ROH KITA JUGA ROH….
Ø
KITA TAHU
METERAI YANG TERTINGGI….., ADALAH METERAI SEORANG RAJA
Ø DAN METERAI ROHANI YANG TERTINGGI UJUDNYA ADALAH “ROH KUDUS”…….ROHNYA TUHAN.
JADI BILA KITA MENYUCIKAN DIRI
HINGGA DIPENUHKAN OLEH ROH KUDUS,…MAKA KITA SEMUA SELALU ADA DI HATI
TUHAN………………………….
DAN YANG SELALU ADA DI HATI
TUHAN ADALAH “MEMPELAI WANITA- NYA”…..
===TUHAN MEMBERKATI===
Tidak ada komentar:
Posting Komentar