Yoel 2: 1 - 4
2:1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat;
2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.
2:3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput.
2:4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari.
Kitab Yoel pasal 2 ini merupakan gambaran perjalanan Gereja Tuhan pada akhir zaman, dimana Gereja Tuhan sdng mempersiapkan diri untuk berlomba menyambut kedatangan-Nya yang ke 2. Dan kita tahu kedatangan-Nya yang ke 2 bukan sebagai Juru Selamat lagi, melainkan sebagai Pribadi yang membawa upah untuk gereja-Nya dalam kesempurnaan/kemuliaan. ( Dalam Pelajaran Tabernakel terkena pada Peti Perjanjian : dimana Tuhan dalam Kemuliaan sebagai Tutup Peti Perjanjian untuk bersatu dengan Jemaat sebagai petinya = bagaikan Kepala yang bersatu dengan tubuhnya ).
Ef 1 : 22 - 23 ( Kepala & Tubuh dalam kesempurnaan )
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Demikian juga kedatangan Tuhan nanti bukan lagi sebagai Penebus melainkan sebagai Pribadi yang sempurna dalam kemuliaan.
Kis 1 : 9 -11 ( Yesus datang dalam kemuliaan )
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Wahyu 22:12 ( Yesus datang membawa upah )
"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Dalam mempersiapkan diri tersebut Gereja Tuhan dinubuatkan oleh Nabi Yoel bagaikan Kuda dan kuda-kuda tersebut dalam keadaan berlomba untuk berlari ( Yoel 2 : 4 )Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari.
"Mereka" berarti lebih dari 1, memberi pengertian bahwa ada persaingan yang kuat didalam Gereja Tuhan untuk berlomba, dan dampaknya adalah terjadinya kelompok-kelompok dengan berbagai-bagai cara /metode untuk menjadi pemenang ( yang terbaik ). Disinilah awal timbulnya perpecahan diantara Gereja yang satu dengan yang lain.
Dan yang lebih memprihatinkan mereka melupakan Firman, dan dengan memakai cara-cara manusia, karena berambisi untuk menang, disinilah kemurnian Gereja Tuhan mulai hilang. Seperti apa yang ditulis dalam oleh Rasul Yohanes dalam :
Wahyu 22 : 6 - 11
22:6 Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi."
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
22:8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.
22:9 Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"
22:10 Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.
22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"
Berdasarkan Wah 22:11 dan Yoel 2 : 3-4, maka Arah Gereja Tuhan menjadi 2 kelompok di mata Tuhan, yaitu :
Kelompok I Benar dan Kudus = mengarah Gereja Tuhan yang arah pandangannya ke Eden
Kelompok II Jahat dan Cemar = mengarah Gereja Tuhan yang arah pandangannya dunia (padang Gurun tandus)
Bila dilihat dari sudut pandang mata manusia, ke 2 kelompok ini kelihatannnya sama, namun sebenarnya sangatlah berbeda meskipun dari kandang yang sama. ( sama sama orang Kristen ), sebab arah tujuan mereka sudah berbeda.
Dan 2 kelompok tersebut sudah dinubuatkan oleh Nabi Yoel, yaitu :
Yoel 2 : 3
Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput.
(Kata - kata "sama sekali tidak ada yang luput" = pasti digenapi ).
Ada 2 jenis api yang berbeda, yaitu : 1. Didepan arahnya Taman Eden
2. Dibelakang arahnya Padang Gurun Tandus
I . Kelompok I : Arah pandangannya ke depan
Gereja Tuhan yang arah pandangannya ke depan, memang tetap dihadapkan pada api dan bahkan dikatakan api yang memakan habis. Namun walaupun memakan habis, dibalik api terserbut terdapat Taman Eden.
Dan api tersebut bukanlah sembarangan api melainkan api yang menyucikan itulah Firman Tuhan.
Ibr 12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan
Yer 23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?
Disini : Tuhan berdiri sebagai api yang ujudnya adalah Firman, setiap Gereja Tuhan yang merindukan masuk ke dalam Taman Eden, harus bersedia dan mau disucikan oleh Firman-Nya. Dalam Proses penyucian tersebut Gereja harus mengalami pembakaran oleh api, supaya benar-benar teruji kemurniannya. ( Tentu saja dalam pembakaran api, daging kita terasa sengsara sekali = wajar )
I Ptr 1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Kemurnian Emas ini didalam Pelajaran Tabernakel Terkena kepada seluruh Alat - alat Tabernakel yang berada di Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci ( Papan-papan Jenang, Meja Roti Sajian, Pelita Emas, Mezbah Dupa , sampai Peti Perjanjian ) yang artinya Gereja Tuhan yang mengutamakan Penyucian oleh Firman diarahkan Tuhan untuk menjadi alat-alat Tabernakel dalam Bait- Nya ( dipakai Tuhan menjadi alat- alat untuk kemulian-Nya ). Bisa dibaca dalam( Keluaran pasal 25 - 26 )
Gereja Tuhan yang demikian ini akan disertai oleh Tuhan dengan luar biasa, bahkan sampai Tuhan menjemput kita dan mengangkat kita menjadi Mempelai-Nya.
(Penyucian oleh Firman tersebut bagaikan membentuk kita untuk dijadikan alat-alat dalam Bait Allah yang berkenan kepada-Nya) . Maka Rasul Petrus juga menulis, bahwa kehidupan yang dibentuk tersebut seperti "dilahirkan kembali oleh Firman"
I Ptr 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
Contoh pembentukan Pelita Emas: Harus mengalami penempaan yang luar biasa sampai menghasilkan
Bentuk Pelita Emas yang sangat indah. Disinilah kuasa daging kita harus rela ditempa dengan palu godam, yaitu Firman Allah.
Kel 25 : 36 - 37
25:36 Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
Dan hasil penempaan tersebut bagaikan kelahiran baru oleh Firman, hal ini mengarah kepada Sidang Jemaat yang sdh disucikan oleh Firman untuk dipersiapkan menjadi Mempelai Wanita yang berhak atas Bumi Yang Baru. ( Wahyu pasal 21 dan 22 )
Wah 21: 1 - 5
21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Dari ayat-ayat tersebut diatas, janji Tuhan dinyatakan dengan luar biasa kepada Gereja yang berpegang pada Penyucian oleh Firman. : - Diangkat menjadi Mempelai-Nya
- Bersama - sama dengan Tuhan di Bait-Nya
- Disingkirkannya semua kesusahan
- Dijadikan Baru oleh Dia
Inilah bentuk Jaminan Tuhan, kalau Gereja Tuhan beserta pelayannya mengarahkan pandangan pada Firman Penyucian yang bagaikan api yang menghanguskan kuasa daging.
II. Kelompok I : Arah pandangannya ke belakang
Gereja Tuhan yang arah pandangannya kebelakang ini juga ditandai dengan api yang berkorbar tetapi tidak menghanguskan atau memakan habis seperti api yang didepan, melainkan api yang lain dengan tujuan padang gurun yang tandus.
Api ini kelihatannya enak, sebab tidak membakar Gereja Tuhan yang membuat habis. ( Tidak menyakitkan daging / membakar hawa nafsu daging ) Namun karena arah pandangannya ke Padang Gurun Tandus ,yaitu gambaran dunia yang menanduskan rohani, maka arahnya bukan kekudusan melainkan kejahatan dan kecemaran. Dan sumber api tersebut, ternyata berasal dari si jahat.
Ep 6 :16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat
Panah api ini memang cepat sekali meluncurnya sehingga Gereja Tuhan yang terpanah tidak dapat mengelak kalau tidak berjaga-jaga dan siap. Dan tentu saja panah ini mematikan Gereja Tuhan.
Kalau Gereja Tuhan sampai terpanah, maka akan mati. Namun sebelum mati akan mengalami pandangan yang kabur atau Mata menjadi kabur. Seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel hari yang gelap gulita, kabut, dsb, sehingga yang terkena panah tidak dapat melihat:
Adapun bentuk dari Panah Api iblis ini adalah bentuk tawaran Iblis yang ujudnya adalah kenikmatan dunia / kenikmatan daging. Dan hal tersebut pernah ditawarkan Iblis kepada Tuhan Yesus pada saat Tuhan berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun:
Mat 4 : 8 - 11
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesu
Inilah perangkap Iblis yang sangat kuat dan cepat sekali pengaruhnya untuk mempengaruhi Gereja Tuhan pada akhir jaman ini. Sebab harta dunia ini merupakan perangkap Iblis yang sangat dahsyat. Sehingga banyak Gereja Tuhan yang termakan, oleh karena secara daging terasa nikmat sekali. Dan tanda - tandanya adalah : Bila dalam tata pelayanan ibadah sudah meninggalkan Penyucian oleh Firman dan diganti dengan fokus arah jasmani. Padahal kita tahu : ( Ibr 12 : 14 tanpa kekudusan tdk seorangpun melihat Allah ) tapi itu diabaikan.
Maka yang terpanah oleh Iblis akan tergenapi nubuatan Nabi Yoel, dibawah ini :
Yoel 2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.
Sedang dlm Kitab Yesaya Kabut rohani adalah pemberontakan kepada Tuhan ( Firman-Nya )
Yes 44:22 Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!
Kalau kita perhatikan yang terkena panah api iblis ini justru suatu bangsa yang banyak dan kuat ini menunjuk "Sebagian besar Gereja Tuhan", yang arah pandangannya bukan kepada Firman Penyucian karena matanya sudah tertutupi kabut yakni memberontak Firman sehingga arah pandangannya terfokus pada perkara-perkara dunia. Dan sebagai akibat, sebelum mati mengalami kabur matanya.
Mata Kabur / tidak dapat melihat = Buta
Apa yang menjadi ciri - ciri orang buta ? ( Gereja Tuhan yang Buta )
Seperti yang terjadi di pinggir jalan keluar Yerikho seorang pengemis buta.
Mark 10 : 46-47
10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Hal ini menunjukkan bahwa Gereja Tuhan yang sudah dikaburkan matanya oleh Iblis ciri khasnya adalah - Meminta-minta berkat yang jasmani, atau mengutamakan berkat jasmani ( bukan kekudusan )
- Suka berada dipinggir jalan ( kurang suka bekerja di tempat pelayanan sendiri ), suka sekali beradaptasi
dengan suasana dunia yang mengasikkan ( mode, gaya menyanyi yang ngerock, breakdance , dsb )
- Mengeluh tentang nasibnya dengan berseru.......kasihanilah kami....., dsb
Dalam Suratan Yudas orang yang menggerutu, mengeluh, menjilat (meminta dgn merayu ) itu adalah pekerjaan orang fasik
Yud 1 : 15-16
1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."
1:16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Kita bandingkan dengan yang tertulis dalam kitab Yesaya
Yes 9:17 Sebab kefasikan itu menyala seperti api yang memakan habis puteri malu dan rumput, lalu membakar belukar di hutan sehingga tonggak asap berkepul-kepul ke atas.
Kalau kita gabungkan ke 2 ayat tersebut : Gereja Tuhan yang arah pandangannya hanya pada perkara yang di belakang / jasmani maka akan bernasib seperti putri malu dan rumput yang terbakar dan sebagai akibatnya tanah tersebut menjadi tandus dan gersang seperti padang gurun yang gersang
(Contoh : Istri Lot yang memandang ke belakang melihat api sodom dan gomora manjadi tiang garam , dengan lain kata tidak berguna.)
Demikian pula kalau pandangan arah mata kita ( sebagai Hamba Tuhan/Kepala Gereja), hanya tertuju kepada perkara yang jasmani, keadaan kita tidak semakin baik melainkan berakhir di Padang gurun yang tandus bukan Taman Eden
Tanda-tanda Padang Gurun tandus :
- Tidak ada air ( sulit sekali )
- Tidak ada kesejukan, suasananya panas
- Tidak ada Damai Sejahtera, karena banyak binatang berbahaya
- Menanam apapun mati. (Benih Firman ditabur sia-sia)
Oleh sebab itu Nabi Yoel menyerukan kepada kita semua. Bagaimana bunyinya?
Yoel 2 : 1
Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat;
1) Sangkakala dengan suaranya yang keras menunjuk Firman Pengajaran yang menyucikan, yang mengajak kita semua harus kembali kepada Firman, supaya kita tidak tersesat ke padang gurun melainkan ke arah Taman Eden yang penuh dengan damai sejahtera. Yang artinya meski kita masih didunia namun kita boleh merasakan suasana Taman Eden yang luar biasa dan di Taman Eden tidak mengalami kekurangan apapun juga, sebab semuanya sudah disediakan oleh Dia.
2) Berteriaklah di gunung-Ku yang kudus, "bertobat" dan kembali kepada Firman Penyucian
Yes 2 : 3
dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."
Janji Firman Tuhan kepada kita semua :
Yoh 15 : 7 -11 ( Persekutuan Pokok Anggur dan Rantingnya = Bersatunya Tutup & Peti Tabut )
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA
Surakarta, 17 Mei 2011
Disusun & dikotbahkan oleh,
Pdm Imam Bambang T, SE
GPT Immanuel Jln Pancakarya I / 7 Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar