Label

Minggu, 15 Februari 2015

PEBRUARI 2015 ( 3 ) YESUS MENYEMBUHKAN ANAK YAIRUS DAN WANITA PENDARAHAN 12 TAHUN

Minggu, 15 Pebruari 2015

Matius 9 : 18 – 26 / Lukas 8 : 40 - 56
9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Diceritakan pada ayat-ayat di atas terdapat 2 Perempuan sakit, yaitu :

1.       Anak Kepala Rumah Ibadat  Yairus , sakit hampir mati dan akhirnya mati..
2.       Perempuan yang sakit pendarahan sdh 12 tahun..

Dan keduanya disembuhkan oleh Yesus, melalui :

1.       Tangan Yesus yang memegang tangan anak Perempuan Yairus yang sdh mati…
2.       Jubah Yesus yang dipegang oleh Perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun..

Dari kedua perempuan yang sedang sakit,..bahkan pada akhirnya anak Yairus yang berumur 12 tahun ini mati,…jika kita perhatikan dengan seksama terdapat 2 keadaan yang berbeda antara 2 perempuan tsb, yaitu :


1.       Anak Perempuan Yairus sebagai anak seorang Kepala Rumah Ibadat, maka kesehariannya selalu dekat dengan ayahnya, yaitu berada di dalam Bait Suci…
2.       Sementara Perempuan yang mengalami pendarahan 12 tahun ini berada di jalan untuk mencari kesembuhan…

Saya sdh pernah menerangkan ayat – ayat ini pada Berita Natal yang lalu,…namun sekarang  kita akan belajar dengan Pengertian yang baru yang diberikan Tuhan.

1). Anak Perempuan Yairus yang Hampir mati…dan akhirnya mati.
Dalam Injil Markus dikatakan lebih jelas bahwa perempuan ini sakit hampir mati dan akhirnya mati..
Markus 5 : 21 – 24
5:21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."

Pada natal yang lalu, kita sdh mendengar bersama….perempuan ini sedang dalam keadaan koma sampai akhirnya mati.

-          Dan koma adalah keadaan antara sadar dan tidak sadar….
-          Dan juga perempuan ini berumur 12 tahun ( setengah baya )…
-          Hal ini menunjuk kehidupan Kristen yang setengah – setengah antara Panas dan tidak panas, yaitu suam – suam kuku yang akhirnya dimuntahkan oleh Allah…
-          Seperti Jemaat Laodikia yang dimuntahkan Allah….

Wahyu 3 : 15 – 16
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

*)
Sekarang kita akan belajar bersama untuk menerima Rahasia Pembukaan Firman dari Tuhan yang selalu berkembang.
Jika kita renungkan bersama,…perempuan ini selalu dekat ayahnya dalam Rumah Ibadat.
Dan Firman Allah berkata : Rumah Ibadat adalah Rumahnya  Tuhan……
Seharusnya jika Tuhan Hadir  dan berada di dalam Rumah Ibadah, tentulah yang ada  di dalam Rumah Tuhan semua terpelihara dengan baik…., namun dalam kenyatannya : ada perempuan yang mati .

Ø  Perempuan adalah gambaran “Sidang Jemaat Tuhan”.
Ø  Jika ada sidang jemaat Tuhan ( perempuan )  mati di lingkungan Rumah Tuhan, bisa dipastikan ada yang tidak beres dalam Rumah Allah tsb.
Ø  Apa yag tidak beres??.....Sebab Tuhan tidak berada di dalam Bait Suci…
Ø  SEperti ayat di atas disebutkan : Tuhan Yesus saat itu sedang berada di tepi Danau dan dikerumini oleh banyak orang.

 Markus 5 : 21
5:21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,

Menyangkut Keberadaan Tuhan Yesus di tepi danau :
-          Secara Jasmani :  itu lumrah, karena Yesus sangat dibutuhkan oleh orang banyak.., tetapi..
-          Secara Rohani  :  itu tidak lumrah,…karena kebiasaan Tuhan jika datang ke suatu tempat,..maka Dia akan segera menuju Rumah Ibadat untuk mengajar.

Jika saat itu Tuhan tidak berada di dalam Rumah Ibadat dan  ada “kematian”,..

Ø  Hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa orang – orang yang tinggal di dalam Bait Allah tsb kurang / tidak memperhatikan Tuhan sebagai Kepala Rumah Allah.
Ø  Demikian pula Gereja Tuhan saat ini,…jika Jemaat tidak merindukan Hadirnya Tuhan dalam Gereja, di dalam setiap Kegiatan Ibadah,..maka yang terjadi adalah “Kematian Rohani”…
Ø  Tuhan Yesus menyatakan : Dia sebagai Kepala Gereja dan sebagai Gembala… pasti memelihara domba – dombanya dengan baik, hingga domba – dombanya  menjadi gemuk – gemuk.

Pertanyaannya : Mengapa masih banyak anak Tuhan yang MATI ROHANINYA??....

-          Secara umum : Masih banyak anak Tuhan beribadah tidak merindukan Hadirnya Tuhan, sehingga mereka ibadah seenaknya ( tingkahnya, pakaiannya, cara memuji, cara mendengarkan Firman, dsb )
-          Secara Pribadi : Demikian juga dalam diri pribadinya ,  masih banyak anak Tuhan yang tidak merindukan Kehadiran Tuhan di dalam hidupnya…..
-          APA ALASANNYA?...     Dan kita tahu semua : Padahal tahu,…bahwa kita adalah Bait Allah..

Rasul Paulus jelas mengatakan kepada kita,..bahwa kita ini Bait Allah…:
I Korintus 3 : 16 – 19
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."

Ø  Jadi kita dikatakan membinasakan Bait Allah,..dimana dampaknya Tuhan tidak akan hadir di dalam hidup kita,…jika kita sdh bersekutu dengan Hikmat Dunia…
Ø  Dengan mengunggul-unggulkan Hikmat Dunia yang mulai menguasai hidup kita,…maka tanpa sadar kita menuju KEMATIAN ROHANI..

Rasul Paulus sebelumnya juga berbicara tentang “Hikmat Dunia” yang MEMATIKAN tsb, supaya Jemaat Korintus tidak “Terjebak” di dalamnya…..
I Korintus 1 : 18 – 21
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Ø  Jadi kehidupan anak Tuhan yang sdh terkena pengaruh dengan Hikmat Dunia, adalah kehidupan yang  mulai “Membantah Firman Allah”….
Ø  Membantah itu mulai Menolak Firman Allah….

Dengan kata lain : KEMATIAN ROHANI  terjadi dimulai dari MEMBANTAH / MENOLAK FIRMAN ALLAH. Dan dalam prakteknya “Penolakan tsb”…dimulai dari HATI.

Ø  Jadi jika kita mulai membantah / menolak Firman baru dalam hati saja,…maka Rohani menjadi sakit dan bila tdk segera dihentikan, maka akan  menuju Kematian Rohani.
Ø  Oleh sebab itu,…jika hati kita tidak dijaga dengan baik,..maka Kuasa dan Hikmat Dunia itu akan menerjang kepada anak – anak Tuhan. SEbab Hikmat Dunia itu sangat menarik & menawan.
Ø  Dan disitulah awal Kejatuhan anak Tuhan……

Sebenarnya Tuhansdh memberikan Jaminan kepada kita, yaitu: Saat Tuhan Yesus BERADA di dalam RUMAH ALLAH, maka Dia menyatakan diri-Nya sebagai Pintu dan sebagai Gembala, sbb :

Yohanes 10 : 9 – 11
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Kita yakin jika kita menghargai Yesus sebagai Gembala & Pintu bagi kita : “KITA PASTI SEHAT”.
Kita akan bicara Yesus sebagai Pintu dan Yesus sebagai Gembala, sbb :

A). Yesus sebagai Pintu ( ayat 9 )
Dikatakan pada ayat di atas, Tuhan selalu menyediakan rumput pada saat domba – dombanya masuk dan keluar melalui Pintu itu.

Ø  Tuhan selalu menyediakan Rumput bagi kita,…dan Rumput itu makanan domba,..maka jika domba selalu makan rumput yang disediakan Tuhan…tidak mungkin domba itu menjadi sakit bahkan kemudian mati….
Ø  Tetapi sebaliknya :  jika Domba – domba tidak mau makan Rumput yang sdh disediakan Tuhan di dalam  Rumah Tuhan,…maka dampaknya pasti sakit dan kemudian mati.
Ø  Dan Rumput itu “Firman Allah”….

Pertanyaannya : Apa yang tidak menarik bagi anak Tuhan, sehingga menjadi tidak suka pada Pintunya Tuhan..., padahal disekeliling Pintu tsb penuh dengan Rumput yang menyehatkan tsb?....

Matius 7 : 13 – 14
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

-          Karena Pintunya Tuhan sesak….
-          Sehingga dalam prakteknya : Banyak anak Tuhan lebih memilih Pintu dunia yang mengarah kepada kematian,..seperti anaknya Yairus..
-          Mereka beranggapan : Rumput Dunia lebih menjanjikan untuk jasmani mereka….
-          Maka hanya sedikit yang mau masuk Pintunya Tuhan yang sesak itu…., dimana di Pintu Tuhan sdh disediakan Rumput itulah Firman Allah
-          Dan Alasan yg utama : Firman Allah itu membuat mereka menjadi terhimpit ( sesak )…dan menjadikan mereka tidak bisa bebas…
-          Mereka tidak berpikir lagi bahwa : sebenarnya yang dibutuhkan oleh setiap Domba (anak Tuhan )  adalah Rumput Firman Allah….

Akibat dengan tidak lagi menghargai Tuhan sebagai Pintu yang menyediakan Rumput Firman Allah, maka dipastikan mereka semua akan mengalami “KEMATIAN ROHANI”…, yang dampaknya masuk ke dalam LAUTAN API YANG MENYALA – NYALA..

b). Yesus sebagai Gembala ( ayat 11 )
Selain yang menjadi jaminan Kesehatan domba adalah Yesus sebagai Pintu,…maka Yesus juga menyatakan diri sebagai Gembala…
Tugas utama Yesus sebagai Gembala adalah “memelihara & menjaga Keselamatan domba – dombanya siang dan malam”…

-          Jika Yesus berada di dalam Bait Allah,…maka domba – domba yang berada di dalam Bait Allah…akan mendapatkan pemeliharaan serta Jaminan Keselamatan.
-          Namun  sebaliknya : jika domba – domba tidak mengakui lagi bahwa “Yesus adalah Gembala mereka” ,….maka mereka tidak akan mendapatkan pemeliharaan dan Jaminan Keselamatan.

Pertanyaannya : saat apa domba – domba tidak mengakui Yesus sebagai Gembala??...
Kita membaca kembali di dalam Yohanes 10 : 10 – 11

Yohanes 10 : 10
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Ada 3 Perilaku yang menyebabkan mereka bisa kehilangan Yesus sebagai Gembala, yaitu :

a.       Pencuri mau mencuri               ( Ejaan Bhs jawa dikatakan “ Mung arep nyolong“ )
b.      Pencuri mau membunuh         ( Ejaan Bhs Jawa dikatakan “mung arep mateni” )
c.       Pencuri mau merusak              ( Ejaan bhs Jawa dikatakan “mung arep ngrusak” ).

Ø  Mung arep = Mau = mempunyai pemikiran untuk melakukan…..
Ø  Atau mempunyai Keinginan yang belum dilakukan atau belum dipraktekkan saja…
Ø  Hal tersebut sdh menyebabkan terjadinya perpisahan antara Gembala dan domba – dombanya.

Jadi Tuhan akan memisahkan diri dari kita,…yang berdampak pada Kematian Rohani : dimulai dari kita yang mempunyai “Rencana / Rancangan” untuk melakukan kejahatan.….
Misal :
-          Mencuri à  Kita baru mempunyai rencana untuk mengambil haknya Orang lain,…memakai Haknya Tuhan..
-          Membunuh à  Kita baru mempunyai rencana untuk membenci orang lain, yg akan dipraktekkan dengan tdk mau bertutur sapa, serta tdk mau berhubungan dengan mereka…
-          Merusak à Kita baru mempunyai rencana untuk membuat orang lain hancur / rusak….

Jadi yang bisa membuat Tuhan berkenan menjadi GEMBALA Kita yg mau tinggal dan tdk mau  tinggal dalam hidup kita itu bergantung pada “diri kita sendiri”…

Ø  Jika kita merindukan Tuhan selalu menjadi Gembala kita,…maka jangan sampai kita mempunyai rencana yang jahat…
Ø  Sebab akibat  dari kita tidak digembalakan Tuhan,…maka kita pasti “MATI ROHANI”.

Untung saat itu Yairus segera datang kepada Yesus,…dan selanjutnya Tuhan segera datang ke rumah Yairus, sbb :

Matius 9 : 23 - 25
9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Untuk membangkitkan & menyembuhkan anak perempuan Yairus….:
1.       Yesus “memegang tangannya”….
2.       Yesus mengatakan : “Talita kum “yg artinya “bangunlah” ( Markus 5 : 41 )

1). Memegang = ada hubungan antara Tangan Tuhan dan tangan anak perempuan..

Ø  Yang artinya : Tuhan mengembalikan hubungan Tuhan sebagai “Gembala” dan jemaat sebagai domba – dombanya yang sudah terpisah. Perpisahan tsb dikarenakan “Domba mempunyai rencana yang jahat di mata Allah..”
Ø  Maka setelah kedua tangan bersatu,…maka Hiduplah anak Yairus tsb….
Ø  Demikian pula kita domba – domba akan hidup kembali,..jika kita mau bertobat dari “dosa keinginan yang jahat”…

2). Mengatakan Bangunlah = tinggalkan kelemahanmu / lemas,…bangkit dari kematian rohanimu…

Ø  Tuhan menghendaki domba-2 makan rumpun di Pintu Tuhan..
Ø  Sebab mereka sdh mati yang disebabkan   : “Tidak makan Rumput Firman Allah.”
Ø  Maka Kemudian Tuhan menyuruh supaya,…mereka memberi makan kepada perempuan yg sdh dibangkitkan itu.

Markus 5 : 43
5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan


2). Perempuan yang pendarahan selama 12 tahun
Keberadaan Perempuan ini tidak berada  di dalam Bait Allah, melainkan berada di jalan.
Kita akan membaca dalam Injil Lukas:

Lukas 8 : 42B – 44
8:42B . Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun.
8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

Ø  Berdasarkan ayat di atas, jelas sekali bahwa keberadaan Perempuan tsb di jalan.
Ø  Jadi sadar atau tidak penyebab pendarahan yg semakin lama semakin parah,…karena perempuan ini selalu ada di jalan, dan bukan di Rumah Tuhan.

Padahal kita tahu Penyakit Pendarahan adalah suatu penyakit yang menyebabkan orang tidak bisa mempunyai keturunan / anak..

Ø  Dan terkait dengan penyakit tsb,…maka BENIH yang ada di dalam kandungan selalu gugur / hilang , juga rusak….
Tuhan memberikan perumpamaan tentang Penaburan Benih.

Ø  Terkait dengan Perempuan yg sakit pendarahan ini selalu berada di jalan dan kehilangan benih dalam rahimnya,…
Ø  Demikian pula “jika Benih Firman Allah” ditaburkan di jalan,…maka benih itupun hilang  dimakan burung atau rusak diinjak – injak orang.

Lukas 8 : 5, 12
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis

Ada 2 hal dosa anak Tuhan yang membuat Firman itu tidak dapat berkembang dan berbuah dalam kehidupan anak Tuhan seperti Perempuan yang Pendarahan selama 12 th, yaitu :

a.       Diinjak – injak orang
b.      Dimakan burung

a). Benih diinjak – injak orang di jalan
Jika kita renungkan…bila kita mempunyai benih gandum atau beras yang akan kita tabur lagi…, tentu kita akan memilih tempat yang sesuai…
Namun jika kita sengaja menabur benih bukan pada tempatnya,..maka dampaknya pasti tidak akan ada manfaatnya…, Bahkan yang terjadi adalah suatu “Kekecewaan yang besar”….

Ø  JALAN à disediakan untuk orang berjalan dan berlalu lalang dengan bebas…, dalam arti mau jalan kaki, mau naik motor,. Mau naik kereta….bebas…
Ø  Jika Benih atau Firman itu ditaruh di jalan…, hal tersebut sama dengan menjadikan Firman Allah itu diperlakukan atau dilakukan dengan cara kebebasan…
Ø  Yang artinya : anak – anak Tuhan melakukan Firman Allah dengan pengertiannya sendiri, atau dengan bebas.
Ø  Maka akibatnya : Tidak ada Pertobatan dan Penyucian,….karena manusia intinya adalah tidak mau dikuduskan dagingnya.
Ø  INILAH…FIRMAN ALLAH DIINJAK INJAK ORANG / MANUSIA….DI JALAN.

Dengan memperlakukan Firman dengan caranya sendiri,…maka yang terjadi adalah Makna Firman Allah itu menjadi Rusak dan tidak bisa tumbuh dan berbuah…..seperti Perempuan yang benih dalam kandungannya tidak dapat berkembang…sebab selalu mengalami pendarahan.

II Petrus 1 : 20 – 21
1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Sebagai contoh : banyak anak Tuhan menafsirkan menurut kepentingannya sendiri..Dan dampaknya mereka tidak bisa berbuah…dan TIDAK DIKENAL TUHAN…
Misal : 
-          Hukum  Sabat dilanggar,…karena ada kepentingan pribadi masing – masing..
-          Aturan Perpuluhan dilanggar ,…karena menurut pikiran mereka memberatkan …
-          Istri menjadi kepala,…karena suami dianggap tidak bisa memimpin……., dan banyak lagi.

b). Benih dimakan Burung
Burung yang memakan benih tersebut memakai Cucuk atau Paruh…
Dengan memakai Paruh / Cucuk, benih tsb  ditelan dan hilang masuk ke dalam Perut….

Ø  Jadi yang membuat benih itu hilang adalah Cucuk / Paruh…
Ø  Paruh pada manusia itu MULUT.

Artinya :
Ø  Dengan sadar atau tidak….Benih Firman itu tidak akan bisa Berbuah,…karena kita tidak bisa mengendalikan  Mulut.
Ø  Oleh sebab itu ,…supaya kita bisa berbuah di hadapan Tuhan,…selain menurut Firman Tuhan,…maka kita harus dapat mengendalikan mulut kita.
Ø  Ingat Rasul Yakobus menulis : Jika mulut tidak dikendalikan bisa terjadi Kebakaran…

Yakobus 3 : 5 – 6
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Ø  Maka selain kita kendalikan mulut kita….., agar mulut ini tidak bicara sembarangan….
Ø  Kita juga menjaga jarak jika punya teman / saudara yang mulutnya tidak dapat dikendalikan / bocor,…sebab pengaruhnya besar terhadap perkembangan Benih Firman yg ada di dalam hati kita.

Amsal 20 : 19
20:19 Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut

Untuk menyembuhkan Perempuan Yang sakit Pendarahan selama 12 tahun tsb :

Ø  Bukan Tuhan yang berusaha datang dan menyembuhkan,…melainkan prempuan itu sendiri yang datang kepada Tuhan dan menjamah Jubahnya TUhan..
Ø  Dengan kata lain :
-          JIka kita suka menafsirkan Firman Tuhan menurut kemauan sendiri.., krn kita ada kepentingan pribadi…&
-          Jika kita tidak bisa mengendalikan mulut…
Ø  Maka untuk kesembuhannya…., kita harus berusaha merubah diri sendiri seperti perempuan tsb,..….dan datang kepada Tuhan dengan Bertobat…, disitu Tuhan memberikan kekuatan dan disembuhkan.
Ø  SELAMA KITA TIDAK MAU BERUBAH,…..BENIH TIDAK AKAN TUMBUH DAN BERBUAH…

**)
Jadi Tuhan akan memberikan kesembuhan kepada kita semua dan kita menjadi Domba – dombanya Tuhan yang mendapatkan pemeliharaan dari Nya:

1.       Supaya domba menjadi terpelihara dan gemuk, maka kita harus suka makan Firman Allah…yang disediakan Tuhan di Pintu-Nya…
2.       Mau menjaga Hubungan dengan Tuhan,…dengan rela menanggalkan rencana – rencana yang jahat…, sehingga Yesus menyediakan diri  sebagai Gembala yg menjaga keselamatan kita.
3.       Tidak lagi menafsirkan Firman Tuhan menurut kemauan sendiri,…karena kita ada kepentingan di dalamnya..
4.       Kita harus dapat mengendalikan mulut kita masing – masing…

**)
Kita Lihat…Yesus sebagai Benih Allah yang tidak berdosa sdh dibuat dosa oleh perbuatan kita….

Ø  Supaya kita semua sebagai benih – benih Allah…dapat  tumbuh…hingga berbuah – buah…..
Ø  Melalui Buah – buah kita….Tuhan mengenal kita semua… ( Matius 7 : 20 – 23 )
Ø  Dan jika kita mau bertobat dan diperbarui oleh Firman-Nya, maka Dia akan membawa kita masuk ke dalam Kediaman-Nya, dan  masuk dalam Pesta Perkawinan Anak Domba Allah.
Ø  Amin.




===TUHAN MEMBERKATI===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar