Label

Minggu, 25 Januari 2015

JANUARI 2015 ( 3 ) ORANG LUMPUH DISEMBUHKAN

Minggu, 25 Januari 2015
Matius 9 : 1 – 8
9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Kita sdh mendengarkan Firman Allah pada 2 minggu yang lalu, yaitu tentang seorang Hamba seorang Perwira yang Lumpuh dan disembuhkan oleh Tuhan.
Orang Lumpuh tersebut disembuhkan oleh Yesus hanya dengan 1 ( satu ) kata saja. Dan Satu Patah Kata itu bicara  KUASA FIRMAN ALLAH.
Kita juga masih ingat bagaimana Rasul Paulus menyatakan kepada Orang Ibrani…., bahwa Kuasa Firman Allah itu bagaikan Pedang yang sangat berkuasa, yaitu :


-          Kuasa Firman Allah sanggup membawa kita masuk ke dalam Perhentian ….--serta Firman Allah itu berkuasa untuk menopang kita supaya kita tidak jatuh…….
-          Kuasa Firman Allah itu sanggup menghancurkan Pedang bermata dua manapun…à Pedang bermata dua itu ujudnya adalah BERHALA kita…., yang tanpa kita sadari kita sering menganggap sesuatu yang lain ( uang, pekerjaan, usaha, anak, saudara, dsb ) adalah merupakan pegangan kita yang utama. Dan bukan Tuhan dengan Firman-Nya.
Ibrani 4 : 11 – 13
4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. ( Lumpuh )..
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Keterangan di atas menyitir kembali pada Firman Allah yang sdh kita terima pada tgl 11 Januari 2015, dimana Orang Lumpuh terjadi dikarenakan “BERHALA” yang mengikatpada masing masing orang, dan  berdampak tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Maka pada Injil Matius pasal 9 ini kembali dihadapkan adanya Orang Lumpuh…. yang dibawa kepada Tuhan Yesus. Di sini tidak disebutkan Orang yang lumpuh ini disebabkan oleh apa…, tetapi hanya disebutkan orang Lumpuh.
Pada saat itu Yesus berada di kotanya sendiri, yaitu di Kapernaum. Dan untuk saling melengkapi,…kita juga akan membaca di Injil Lukas,..saat itu Dia sedang mengajar di Tempat Ibadat.
Lukas 5 : 17 -18
5:17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

Jadi saat Tuhan menerima orang lumpuh itu, Dia sedang Mengajar. Jikalau Dia sedang mengajar,…maka hal tersebut terjadi di Rumah Ibadat.

Ø  Hal ini menerangkan kepada kita semua,…bahwa Kuasa Penyembuhan dari Tuhan itu …berawal atau bersumber pada saat Penyampaian Firman Allah di dalam Rumah Ibadat ( Gereja Tuhan ) dimana Tuhan hadir disitu.……. atau dengan kata lain : Kuasa / Mujizat Tuhan itu bersumber dari  Kuasa Firman Allah. Sehingga siapapun juga yg mengalami sakit, kelemahan, dsb …(termasuk kelumpuhan)  akan dapat disembuhkan  oleh Kuasa Firman-Nya.

Sekarang kita kembali ke Injil Matius pasal 9.
Dalam cerita tersebut, ada beberapa macam orang yang mendengarkan Firman Tuhan, yaitu :

I.        Orang-2 yang yang dikatakan Yesus “orang ber-iman”
II.      Orang Lumpuh..
III.    Ahli Torat dan Orang Farisi ( Injil Lukas ).

I ). Orang – orang yang dikatakan Ber-iman
Orang – orang yang dikatakan Ber-iman oleh Yesus adalah orang - orang yang mengusung tilam ( tempat tidur )  orang lumpuh tersebut ke hadapan Yesus.
Matius 9 : 2
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Ø  Dalam konteks “Ketika Yesus melihat iman mereka” à arti kata: “mereka” menunjuk lebih dari 1 orang, yang artinya orang yang Ber-iman itu banyak.

Rasul Paulus menulis di dalam suratnya  kepada Jemaat Roma : Orang dikatakan Ber-iman, jika mereka percaya dan mau melakukan Firman Allah…
Roma 10 : 16 – 17
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Hal ini memberi pengertian kepada kita, bahwa memang banyak orang yang mendengarkan Firman Allah, akan tetapi banyak pula yang “Tidak Ber-iman” pada Firman yang telah didengar mereka tsb.
Maka Nabi Yesaya mengatakan hal tsb di ayat 16 ).

Ø  Orang dikatakan ber-iman…, jika mereka mendengarkan Firman dan melakukannya.
Ø  Jika tidak melakukan : Mereka bukanlah orang yang dikategorikan sebagai orang Ber-iman, walaupun rajin ke gereja.

Rasul Yakobus menulis dalam suratnya : “Iman tanpa perbuatan itu mati”
Yakobus 2 : 14 – 17
2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Sekarang kita periksa seperti apa orang – orang yang Ber-iman itu,..seperti yang dikatakan oleh Yesus.
Mari kita kembali membaca Injil Lukas, sbb :
Lukas 5 : 18 – 20
5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

Perbuatan Yang dilakukan orang – orang ber-iman untuk datang kepada Yesus, yaitu :

a.       Mengusung orang lumpuh di atas tempat tidur..
b.      Membongkar atap rumah…

a). Mengusung / mengangkat Tempat Tidur
Tempat tidur selain bicara Nikah, maka Tempat tidur ini juga bicara “Tempat untuk Beristirahat”.

-          Kita sdh sering mendengar Tempat tidur yang bicara tentang Nikah…
-          Tempat tidur yang diangkat itu bicara tentang “Pernikahan harus dijunjung tinggi ” dan jangan sampai pernikahan kita mengalami kelumpuhan.
-          Kelumpuhan : tdk ada hubungan yg harmonis antara suami, isteri, anak…., yang ada hanyalah kekakuan dalam RT tersebut.

Jadi kita dikatakan BERIMAN pada Firman, maka seharusnya dalam Rumah Tangga kita tidak ada Kelumpuhan / Kekakuan yang membuat RT tsb tidak ada damai ( Lumpuh dalam hubungan kasih ).
Kelumpuhan / kekakuan itu terjadi, saat :

-          Suami tidak berfungsi sebagaimana Suami di dalam Firman Allah…(  Ep 5 : 25 )
-          Isteri tidak berfungsi sebagaimana  isteri di dalam Firman Allah..    ( Ep 5 : 22 )
-          Anak tidak berfungsi sebagaimana  anak di dalam Firman Allah…..  ( Ep 6 :  1 – 2 )
*)
Bila kita renungkan lebih jauh …fungsi Tempat tidurà  yang utama adalah untuk membaringkan tubuh kita yang lelah karena seharian beraktivitas.
Tubuh kita perlu mendapatkan tempat untuk BERISTIRAHAT. 

-          Jadi Tempat tidur juga bicara tempat untuk beristirahat atau BERHENTI.
-          Atau dengan kata lain :  anak Tuhan itu perlu PERHENTIAN……tidak bekerja terus.

Namun yang terjadi  pada Pasal 9 ini …Tempat tidur yang seharusnya dipakai untuk beristirahat, dalam kenyataannya à  diisi oleh Orang Lumpuh.

Mari kita belajar tentang pengertian rohaninya :

-          Arti Rohani “Tempat Peristirahatan” adalah :  “Tempat Perhentian / Masa Perhentian”..
-          Tempat / masa perhentian itu bicara  : SABATNYA Tuhan.

Tuhan menciptakan dunia ini selama 6 hari dan hari ke 7 Berhenti / beristirahat itulah SABAT.
Oleh sebab itu à SABAT merupakan kewajiban seluruh umat Tuhan untuk berhenti bekerja dan harus beristirahat dengan datang ke Rumah Ibadah untuk beribadah.

Jadi Orang dikatakan BER-IMANà jika mereka Menjunjung Tinggi SABAT atau Perhentian dengan  tidak mau meninggalkan Ibadah.
Dalam Kitab Musa, Tuhan membuat 10 Hukum dan hukum yang ke 4  adalah tentang SABAT.
Keluaran 20 : 8 – 11
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

JADI KRITERIA YANG KE 1 : KITA DIKATAKAN OLEH TUHAN BAHWA KITA ADALAH ORANG BER-IMAN,…JIKA KITA SELALU MENGHORMATI HARI SABAT.

b). Membongkar atap Rumah
Dikatakan dalam Injil Lukas untuk membawa orang lumpuh ini kepada Tuhan,…orang – orang ber-iman tsb…tidak hanya mengangkat tilam saja, melainkan sampai membongkar atap rumah.
Lukas 5 : 19
5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus .

Jadi jika kita renungkan : Orang – orang Ber-iman ini mempunyai perjuangan yang hebat untuk dapat berada di depan Yesus…..

-          Hal ini juga menunjuk kepada kita semua,….jika kita dikatakan sebagai Orang Ber-iman,…maka kita juga harus selalu berjuang untuk datang kepada Yesus.
-          Sebab dalam prakteknya à masih banyak anak Tuhan yang mengatakan diri sebagai orang beriman,…namun sering tidak bisa mengalahkan perkara yang lain di saat hari ibadah, atau jam jam ibadah. Mereka kalah dengan perkara – perkara dunia : pekerjaan, acara-acara, dsb.

Yang harus menjadi pemikiran kita : Perbuatan puncak  apa yang mereka telah lakukan, demi menghadap Yesus??..
                 “MEREKA MEMBONGKAR ATAP RUMAH” demi berada di depan Yesus.

-          Dalam pengertian jasmani : Atap rumah adalah Plafon / genteng.
-          Namun dalam Pengertian Rohani à Atap Rumah adalah Tingkap – tingkap langit.

Kitab Maleakhi mengatakan yang dapat membuka Tingkap – tingkap langit adalah kehidupan yang tidak menipu.
Atau dengan kata lain : Kita dikatakan sebagai orang – orang Ber-iman, jika kita tidak menipu Tuhan.
Maleakhi 3 : 8 – 10
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Dan KRITERIA YANG KE 2 : KITA DIKATAKAN OLEH TUHAN BAHWA KITA ADALAH ORANG BER-IMAN,…JIKA KITA SELALU SETIA DALAM PERPULUHAN.

Jadi kita dikatakan oleh Tuhan sebagai Orang yang Ber-iman di hadapan-Nya, jika :

1.       Kita menjunjung tinggi Hari Sabat / hari Ibadah….
2.       Kita setia di dalam Perpuluhan….

Dalam Pelajaran Tabernakel “Iman” itu masih berada di daerah “Halaman”…

-          Jadi  jika anak Tuhan masih belum memenuhi syarat hidup di Halamanà  hal tsb tidak berbeda dengan keberadaan  di luar Bait Allah.
-          Di luar Bait Allah TIDAK DAPAT BERTEMU DENGAN TUHAN….

Oleh sebab itu Daud mengatakan : Lebih baik 1 hari di pelataran-Nya drpd 1000 hari di tempat lain..
Mazmur 84 : 11
84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik

-          Jika kita renungkan : Halaman saja belum…., bagaimana bisa masuk ke Ruangan Kudus ???...bahkan Ruangan Maha Kudus??....

Inilah yang harus menjadi perjuangan kita semua,..seperti perjuangan orang orang ber-iman yang begitu gigih mengangkat tilam dan membongkar atap rumah supaya dapat berada di depan Tuhan.
Yang harus menjadi Pertanyaan di dalam hati kita semua :…. bagaimana dengan kita semua???....Rindukah kita bertemu dengan Tuhan Yesus???....

Jika kita tetap mempertahankan apa yang kita jalani selama ini, yaitu sebagai anak Tuhan :
-          Tidak mengutamakan Sabat..
-          Tidak setia di dalam Perpuluhan,.
-          maka dampaknya ( POIN ke II, yaitu  menjadi Lumpuh: )

II). Orang Sakit Lumpuh
Dari apa yang kita bahas di atas, anak Tuhan mengalami Kelumpuhan Rohani, bila mereka :

-          Tidak dapat mengutamakan Sabat,…serta
-          Belum setia dalam Persepuluhan.

Hal tersebut harus menjadi tekat kita semua,…supaya kita tidak menjadi sia – sia dalam mengikut Tuhan. Kita harus belajar untuk tunduk kepada Firman Allah,…supaya kita tidak menjadi Lumpuh, tetapi sebaliknya, yaitu : selalu Sehat dan Kuat di mata Tuhan.

-          Jika pada pasal 8 seorang Perwira ( gambaran Hamba Tuhan ) yang dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang sakit lumpuh……,
-          Maka sekarang yang dapat meyelamatkan Kelumpuhan kita adalah Perbuatan kita sendiri setelah mendengarkan Firman Allah.

Ada 2 Hal yang dikatakan Tuhan kepada kita untuk dapat mengatasi kelumpuhan, yaitu :

1.       Dosamu sudah diampuni
2.       Bangunlah, angkat tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu…
Matius 9 : 2, 6 – 7
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.

1). Dosamu sdh diampuni
Dosa kita akan diampuni dan kelumpuhan kita akan disembuhkan olehTuhan, jika kita mau berjalan bersama orang – orang Ber-iman…. seperti orang lumpuh yang diangkat dan dibawa oleh orang – orang ber-iman ke hadapan Tuhan Yesus….

Ø  Yang artinya : Kita mau berubah dari sikap kita yang lalu  ( Lumpuh ) dan ….Mau menjadi orang beriman dengan “Mengutamakan Ibadah serta Setia di dalam Perpuluhan”.
Ø  Jika kita mau berubah,…maka kita dapat mendekat dan berjumpa dengan Yesus yang penuh kasih yang selalu membela kita semua…
Ø  Dengan bukti pada saat Tilam dan orang-2 ber-iman itu datang di hadapan Yesus, maka “Dia langsung Perhatian dan menyembuhkan orang Lumpuh itu”…..walaupun ditentang oleh Ahli Torat disitu.

Rasul Yakobus juga menulis melalui suratnya sbb :
Yakobus 4 : 8 – 10
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! ( MAU BERUBAH DGN MENINGGALKAN CARA dan SIKAP HIDUP KITA YANG LALU )
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.( BERTOBAT ).

Pertanyaannya : Maukah kita semua belajar dan memperbarui cara hidup kita dalam mengikut Tuhan??

-          Jika kita tetap tidak mau berubah, maka dosa itu akan tinggal tetap dalam hidup kita…
-          Tetapi à jika kita mau berubah,…..maka selanjutnya Tuhan berkata , sbb :

2). Bangunlah, angkat tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu…
Ada 3 hal yang dikatakan Yesus pada saat itu, yaitu :
a.       Bangun
b.      Angkat Tempat tidurmu
c.       Pulanglah ke rumahmu

a). Pada saat Tuhan mengatakan “Bangunlah”…, maka Tuhan memberikan KEKUATAN BARU kepada orang lumpuh tsb.
Demikian pula dengan kita semua…., jika kita mau  berubah dan bertobat maka KEKUATAN BARU juga akan dinyatakan kepada kita semua.

-          Kita dapat membayangkan orang lumpuh yang lemas ( lumpuh )…dan tiba – tiba ada Kekuatan Baru yang mengalir di dalam tubuhnya…., maka betapa terkejut dan semangatnya…..
-          Demikian pula jika kita mau berubah menjadi Orang yang Ber-iman, maka Kekuatan dan Semangat yang baru dari Tuhan akan diberikan kepada kita semua.

Sebagai contoh :
Para Rasul saat ditinggal mati oleh Yesus,…mereka menjadi lemas, tidak berdaya, putus asa, dsb…..Tetapi begitu mereka diberitahu oleh M. Magdalena bahwa Kristus telah bangkit,…
-          bagaimana reaksi mereka??....
-          Dan saat mereka bisa melihat Tuhan ,….apa yang terjadi??....
Yohanes 20 : 19 – 23
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

-          Jadi Kekuatan Baru tsb dimulai dengan adanya Pengampunan dosa,…dan dampaknya Tuhan memberikan Damai Sejahtera dan Suka cita kepada kita semua…..
-          Jika waktu – waktu yang lalu… kita belum bisa menghargai hari sabat,  serta belum setia di dalam Perpuluhan,….maka Tuhan menghendaki supaya kita merubah cara hidup kita tsb.
-          DAN SAAT KITA BERUBAH à TUHAN MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA DAN KEKUATAN YANG BARU….
-          Sehingga jika waktu yll sering terlanda kuasa – kuasa kegelapan yang membawa kita hidup dalam : kesusahan, kesuraman bagaikan orang lumpuh,….maka kuasa – kuasa tersebut dapat kita angkat ….seperti MENGANGKAT TILAM.

b). Kemudian Yesus mengatakan : Angkat Tempat Tidurmu.

-          Setelah mendapatkan kekuatan baru dari Tuhan, kita tidak boleh hanya diam saja dengan menikmati kekuatan / sukacita dari Tuhan saja.
-           Melainkan kita harus segera bergerak, yaitu berjuang untuk selalu mendekat dan setia kembali kepada Tuhan..dan melakukan Firman-Nya.

c). Dan setelah Tuhan mengatakan “Angkat Tilammu”….maka diakhiri dengan “Pulanglah ke rumahmu..”
Pertanyaannya : Dimanakah rumah kita??....

-          Pada saat kita mengalami kelumpuhan, kita sama halnya berada di luar Bait Allah…
-          Dan saat kita bertobat dan menjadi rang Beriman……, kita kembali ke Halaman Bait Suci…

Maka yang dimaksud dengan Rumah kita …..adalah BAIT SUCI ( Tabernakel ),…dimana Tuhan ada di dalam Bait Suci.
Atau dengan kata lain kita kembali menjadi anggota di dalam Rumah Allah…..
Wahyu 21 : 3 – 5
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

III). Ahli Torat dan orang Farisi
Kita kembali ke konteks :
Matius 9 : 3 – 4
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

-          Mendengar Perkataan Yesus à Orang Farisi dan Ahli Torat berkata dalam hati dan menentang apa yang dikatakan oleh Yesus itu….
-          Hal tsb à Menunjuk kehidupan anak – anak Tuhan yang mendengarkan Firman Allah saat ini, tetapi sebenarnya hati mereka menolak Firman itu…
-          Jadi : Kita dikatakan menjadi orang Ber-iman dan berhak tinggal di dalam Rumah Allah, jika kita setia ibadah dan setia dalam perpuluhan,…tetapi sebaliknya jika kita seperti orang farisi dan ahli torat yang  MENOLAK FIRMAN ALLAH DALAM HATI MEREKA, tidak akan dapat masuk ke dalam Rumah Allah Rohani……itulah Kerajaan Sorga ( Yerusalem Baru ).

Mengapa masih banyak anak Tuhan yang menolak Ibadah & Perpuluhan di dalam hati mereka??...

-          Mungkin mereka kurang setia ibadah karena lebih tertarik memilih urusan – urusan yang lain ataukah mungkin  memang mereka Pemalas,…..
-          Mungkin mereka tidak / kurang setia di dalam Perpuluhan,…karena kikir, atau  eman – eman,..atau  mempunyai pemikiran : kita tidak bayar perpuluhan aja kita kekurangan apalagi kalau bayar perpuluhan malah susah nanti….……( padahal mereka sdh tahu Firman…. )…

Tetapi Tuhan berkata tegas : Jika kita menolak Firman Allah,….maka Firman itu yang akan menghakimi mereka. ( Yohanes 12 : 47 – 48 ).
Dan sebaliknya jika mereka melakukan Firman, justru doa – doa mereka dijawab ( Yoh 15 : 7 – 8 )

**)
Oleh sebab itu marilah kita segera sadar : bahwa jika kita belum bisa menjunjung tinggi ibadah ( Sabat ) …dan masih belum setia dalam Perpuluhan,…maka kita dalam keadaan Lumpuh dan berada di luar Bait Allah.

Untuk dapat kembali kepada Tuhan dan masuk ke dalam Bait-Nya……”Lihat Dia Yang sdh menyerahkan Nyawa di atas Kayu Salib” sebagai PINTU GERBANG BAIT SUCI….--> Bertobatlah serta berubahlah dan kita akan masuk kembali melalui Korban-Nya. Sebab Dialah Pintu untuk kita semua.



===TUHAN MEMBERKATI===.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar