Pdm. Imam Bambang T., SE

Minggu, 28 Setember
2014
Kidung Agung 8 : 6 – 7
8:6
-- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu,
karena cinta kuat seperti
maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah
nyala api, seperti nyala api TUHAN!
8:7
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat
menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk
cinta, namun ia pasti akan dihina
Kita masih
ingat pada minggu yang lalu Solamit sangat mengharapkan suaminya yaitu Salomo untuk menaruh Solamit
di dalam hatinya dan di dalam segala tindakannya…., namun dalam
kenyataannya Salomo tidak dapat menjalankannya, walaupun Salomo mengatakan
bahwa Solamit adalah salah satu wanita idaman dan satu – satunya wanita yang
paling Salomo cintai….
Ø Hal tersebut menggambarkan bahwa Pribadi
Salomo punya keterbatasan di dalam Kasihnya ( Cintanya )…
Ø Kita sdh tahu kenapa Salomo tidak bisa
mencintai Solamit degan utuh….?...
Ø Hal tersebut dikarenakan Salomo pandai berkata
– kata dengan Hikmatnya…., sehingga banyak para wanita yang memuja dia…( Juga
mengumpulkan harta ), maka dampaknya Cinta Salomo kepada Solamit menjadi
TERBATAS…
Ø Demikian pula kita suami atau Isteri punya keterbatasan
didalam Cinta….
Pertanyaannya : Apa yang
menyebabkan Cinta / Kasih menjadi terbatas??....
Kita masih
ingat pasangan Suami Isteri yang pertama yaitu Adam dan Hawa…., pada saat
mereka berada di dalam Taman Eden….Kasih & Cinta mereka tidak terbatas (
sempurna ).
Sebab Cinta
/ Kasih yang mereka miliki adalah Kasih yang berasal dari Tuhan……à
Itulah Kasih Allah yang
sifatnya kekal.
Ø Kita tahu Kasih Allah adalah Kasih yang
tidak pernah berubah…dari awal sampai akhir (Kekal ).
Ø Adam & Hawa di Taman Eden yang menjadi
ciptaan Tuhan pada awal dunia diciptakan, maka Kasih mereka juga kekal…
Ø Segala Firman Tuhan…. mereka lakukan dengan sebaik –
baiknya….
Ø Mereka benar - benar Suami – isteri selalu di dalam 1
daging. mereka Telanjang namun mereka
tidak malu.., karena Kasih mereka SEmpurna ( Kekal )…
Ø Karena adanya Kasih yang sempurna tsb, maka suasana Damai
Sejahtera Eden ( Sorga ) mereka nikmati dengan suka cita….
Kejadian 2 : 21 – 25
2:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN
Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan
daging.
2:22
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah
seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia
akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
2:24
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu
dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:25 Mereka keduanya telanjang,
manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Ø Di dalam Kasih yang kekal…., mereka
telanjang tidak merasa malu….
Ø
Telanjang dengan tidak malu
artinya = mereka saling
terbuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi…
Hal tersebut
menunjuk kepada kita ( Suami – isteri ),…”Didalam Kasih” Suami – Isteri…dituntut untuk saling terbuka
…jika mereka ada keterbukaan / kejujuran, maka Suasana Taman Eden akan hadir
dan dinyatakan di dalam Rumah Tangga tersebut.
Ø Namun yang terjadidi dunia ini, diantara
Suami dan Isteri masih banyak yang tidak dapat terbuka….., di dalam
keseharian : Apa yang dilakukan suami… isteri tidak tahu dan apa yang dilakukan
isteri… suami juga tidak tahu……, walaupun mereka tidak melakukan perbuatan
dosa…
Ø Tidak ada komunikasi seperti inilah yang menyebabkan tidak ada keterbukaan….
Ø Padahal kita tahu : Suami isteri adalah 1
daging…., mestinya Kepala dan Tubuh saling mengetahui apa yang dilakukan…..
Demikian
pula Solamit…….tidak
tahu dengan apa yang dilakukan Suaminya….. oleh sebab itu Solamit sampai
mengatakan : Taruhlah
Aku meterai pada hati dan Lenganmu….
Ø Sebab dalam kenyataannya : Salomo tidak ada keterbukaan kepada istrinya…..
Jadi yg menyebabkan
Cinta itu menjadi Terbatas, karena tidak ada keterbukaan ( komunikasi)
*)
Pertanyaan ke 2 : Mengapa
tidak ada keterbukaan??...
Ø Salomo mendapat sanjungan dari pihak lain,
yaitu para wanita…, karena pujian – pujian tersebut, maka Salomo merasa tidak perlu untuk menyampaikan kepada
Isterinya……
Ø Hal nilah yang menyebabkan hubungan Kasih mereka semakin jauh…..( Cinta
terbatas )…
Ø Sedangkan yang terjadi pada manusia pertama ….--> Hawa
diperdaya pihak ke 3 , yaitu Ular tua ( Iblis )…, sehingga Kasih yang dulunya kekal…..menjadi Kasih( Cinta ) yang terbatas..
Bagaimana
Hawa sampai diperdaya oleh Iblis??...
Kejadian 3 : 1 – 7
3:1
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang
dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu:
"Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan
buahnya, bukan?"
3:2
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami
makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada
di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah
itu, nanti kamu mati."
3:4
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka,
dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang
jahat."
3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap
kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu
ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya
yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
3:7
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Ø Kejatuhan Hawa yang berdampak pada KASIH
TERBATAS dimulai dari Hawa yang TIDAK BERPEGANG KEPADA FIRMAN,…sehingga pada saat Iblis
membolak balikkan Firman Allah…..Hawa tidak berdaya…
Ø DEmikian pula kita semua,…..jika kita tidak berpegang Firman
Allah dengan kuat,..maka kita gampang sekali diombang ambingkan oleh
Iblis.
Apa
akibatnya???....
Ø Adam dan Hawa menjadi tahu mereka dalam keadaan
telanjang….dan MALU….., sehingga mereka menutupi dengan Daun Ara….
Ø Dari kejadian inilah KASIH yang KEKAL hilang….dan
terganti dengan Kasih
yang terbatas….
JADI AKIBAT
DARI TIDAK BERPEGANG PADA FIRMAN ALLAH à KASIH YANG SEMPURNA
ITU AKAN HILANG…..
Apa
buktinya??...
Kejadian 3 : 7 – 13
3:7
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam
taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu
terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di
manakah engkau?"
3:10
Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku
telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau
telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan
itu?"
3:12
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah
pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah
kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:14
Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat
demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala
binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan
kaumakan seumur hidupmu.
Dan akibat / efek dari KASIH
SEMPURNA yang hilang, maka yang terjadi adalah :
-
Mereka mengalami
Ketakutan…
-
Mereka Saling
menyalahkan….
Ø Demukian pula pada hdup kita / Nikah kita,
jika kita mengalami Ketakutan,…dan saling menyalahkan…, itu pertanda Kasih dari Allah hilang……
**)
Pertanyaan ke 3 : Mengapa Kasih Allah bisa
hilang??
-
Pada
waktu Adam & Hawa di Taman Eden keadaan mereka kekal….--> bicara Rohani
yang kekal = mempunyai Kasih yang sempurna….
-
SEdang
pada waktu mereka keluar dari Eden, karena DOSA à
bicara yang jasmani = mereka mempunyai Kasih yang terbatas,..sampai maut
menjemput.
Maka bisa disimpulkan :
-
Kasih Allah yang sempurna
bisa didapatkan jika kita mengutamakan
Hidup Rohani…
-
Kasih yang terbatas terjadi, jika dalam hidup kita hanya
mengutamakan perkara jasmani, maka kasih yg seperti itu akan berakhir sampai maut menjemput dan setelah itu Kasih
itu hilang…
Oleh sebab
Itu Salomo juga menulis di dalam Pengkotbah :
Pengkotbah 9 : 5 – 6
9:5
Karena orang-orang yang
hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak
tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka
sudah lenyap.
9:6
Baik kasih mereka, maupun
kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada
lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
Ø Hal ini memberi pengertian kepada kita,
jika dalam hidup ini kita
tidak berpegang kepada yang ROHANIà
Firman Allah ( Kasih Allah ),…maka kita sama dengan manusia dunia
yang lain yang tidak mempunyai Kasih yang kekal….dan hilang ( menjadi terbuang
) begitu kita mati.
Oleh sebab
itu kita harus waspada….., karena Kejahatan di dunia ini semakin hari
semakin bertambah – tambah, dan tanpa disadari bisa melanda kita semua…
Jika kita
terpengaruh dengan dosa kejahatan, maka Kasih kita akan semakin terbatas yang
berdampak kita tidak akan
mendapatkan hidup yang kekal…
Matius 24 : 12
24:12
Dan karena makin bertambahnya
kedurhakaan( KEJAHATAN ), maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (
TERBATAS ).
Dan sebagai
akibat dari Kasih yang terbatas :
-
Hati
Salomo menjadi terpisah dengan Solamit isterinya…
-
Adam
& Hawa saling menyalahkan…….( Kej 3 : 11 – 14 )
Jika HATI mereka
sudah terpisah…..disitulah terjadinya Perceraian / Tidak adanya Persekutuan.
Ø Untuk mengatasi hal tersebut dan menjaga Persekutuan
Suami – Isteri : Solamit merindukan
Suaminya untuk menaruh dirinya termeterai di dalam hati dan lengan Salomo
Demikian
pula Tuhan….untuk mempersatukan kembali Adam & Hawa yang hatinya sdh
tercerai berai,…tidak bisa
mengandalkan Daun Ara untuk menutupi ketelanjangan mereka, yaitu KEFANAAN …, melainkan harus ada PENGORBANAN.
Kejadian 3 : 21
3:21
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk
isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka
Ø Membuat pakaian dari binatang ini ada pengorbanan dan pencurahan darah…..
Ø
Dan Pengorbanan
tersebut mengarah kepada “PENGORBANAN YESUS DI GOLGOTA”…
Ø Dan pada saat Tuhan memakaikan Pakaian Kulit Binatang kepada
mereka,…maka Tuhan sdh menutup AIB mereka.
Hal tersebut
menerangkan kepada kita : Jika kita mau datang kepada Korban Kristus dan mau
mengaku segala dosa kita,…maka segala AIB Dosa pada masa lalu akan dihapuskan
oleh Tuhan…
Ø
Jadi kita suami – isteri …tidak perlu lagi mengungkit
– ungkit dosa masa lalu…..
Ø
Tetapi justru melihat KASIH ALLAH yang sempurna yang
sdh memerdekakan mereka..
Jadi untuk
mengatasi Kasih terbatas yang
berdampak pada hilangnya PERSEKUTUAN…, maka harus MENJUNJUNG TINGGI KORBAN KRISTU.,(
DARAH MENGALIR DI TUBUH-NYA ) dgn mau mengaku Dosa.
Rasul Paulus
berbicara kepada Jemaat Ibrani…., supaya Jemaat bisa bersekutu dengan Allah…
Ibrani 10 : 19 – 21
10:19
Jadi, saudara-saudara, oleh
darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
10:20
karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir,
yaitu diri-Nya sendiri,
10:21
dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah..
Ø Hanya Korban Kristus yang sanggup mempersatukan kembali segala
sesuatu yang telah bercerai….
Ø Suami – Isteri – anak yang dalam keadaan
terpisah,….bisa bersatu kembali jika mereka melihat dan merasakan Sengsara
Kristus di Kayu Salib.
JADI TUJUAN “KASIH
YANG SEMPURNA” ADALAH TERBENTUKNYA PERSEKUTUAN….
Ø Tanpa terjadinya Persekutuan , maka Kasih
Allah tidak akan dinyatakan…
***)
Pertanyaan ke 4 : Saat apa terjadi Persekutuan
yang dapat menghasilkan Kasih Allah???....
Rasul
Yohanes menjelaskan :
I Yohanes 4 : 19 – 21
4:19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
4:20
Jikalau seorang berkata: "Aku
mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta,
karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin
mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi
saudaranya.
Ø Kita tidak bisa mengasihi Allah dan
mendapatkan Kasih yang SEmpurna, jika kita tidak dapat mengasihi sesama kita….
Ø Mengasihi = Ada Persekutuan….
Pertanyaan ke 5 : ….Siapa Sesama kita?
-
Istri /
suami / anak
-
Saudara, Sidang
jemaat…, dll..
Jadi kita
akan mendapatkan Kasih Allah yang sempurna, maka yang harus kita lakukan :
-
Suami
harus selalu bersatu dengan istri ditambah anak……..terjadi Persekutuan di dalam
Rumah Tangga…..( sdh tdk ada ketakutan, kebencian, dsb )…..
-
Jika sdh
seorang diri ( janda, duda )…bersekutu dengan sidang jemaat…..
Ø MAKA JIKA SELALU MENGASIHI SESAMA ( SUAMI ,
ISTRI, ANAK, TEMAN GEREJA , DSB )…DAN BERSATU UNTUK DATANG KEPADA TUHAN…..,
MAKA TUHAN MENYATAKAN KASIHNYA YANG SEMPURNA KEPADA KITA SEMUA….
Ø OLEH SEBAB ITU,…JIKA KITA ADA MASALAH DI DALAM KELUARGA,
ATAU ADA MASALAH DENGAN SESAMA….HARUS DISELESAIKAN …SEHINGGA TIMBUL PERSEKUTUAN
YANG BAIK.
Solamit berjuang supaya dirinya
ditaruh di hati dan Lengan Suaminya,….karena Solamit Rindu “ Kasih Allah yang sempurna “ tinggal di dalam Nikah
mereka…..
Ø Jika Kasih Allah tinggal di dalam
kita….., hidup kita akan mengalami seperti di Taman Eden..
Ø Namun jika tidak bisa bersekutu dengan
sesama…, Kasih Allah tidak akan tinggal dalam kita.
Oleh sebab
itu….kita harus merindukan Kasih itu seperti Solamit merindukan Kasih
Salomo….dengan Cinta yang Kuat seperti Maut…..
Pertanyaan ke 6 : Apakah kita merindukan Kasih
Allah yang sempurna??....dan merindukan Kebahagiaan seperti di Taman
Eden??......
-
Perbaiki
hubungan di dalam Nikahmu….
-
Perbaiki
hubungan dengan saudara…
-
Perbaiki
hubungan dengan teman – teman / jemaat, dsb…..
I Yohanes 2 : 5
2:5
Tetapi barangsiapa
menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah;
dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia….
Yohanes 15 : 7
15:7
Jikalau kamu tinggal di
dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja
yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya
===TUHAN MEMBERKATI===.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar