Label

Sabtu, 24 Desember 2011

Berita Natal 2011 part I


BERITA NATAL’ 2011 ( Bag 1 )
Minggu, 18 Desember 2011
Luk 1 : 26 - 31
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
è  I.  Berita Natal pada tahun ini dimulai dengan Pada bulan “ke 6” yaitu bulan “Elul”. Malaekat Gabriel   
    menyampaikan Pesan yang sangat penting.
è  II. Pada saat Gabriel menyampaikan berita itu : “Maria yang terkejut” mendengar suara Salam yang   
           disampaikan oleh Malaikat Gabriel.


I. Bulan ke 6 Malaikat Gabriel menyampaikan hal yang sangat penting

Bulan ke 6 adalah bulan pertengahan tahun. Dan kita tahu pada waktu-waktu itu bangsa Israel sedang dikuasai oleh Kerajaan Roma. Hal ini menunjuk zaman sekarang ini, dimana “ditengah-tengah” (bulan 6) dunia yang sedang bergejolak ini, yaitu pada akhir jaman ini ” kuasa kegelapan”(Keraj. Roma ) sudah menguasai umat manusia di dunia.
 Dan dalam keadaan tersebut tiba-tiba ada suara yang begitu asing, yang diperdengarkan kepada “Maria”. Dan suara itu belum pernah sama sekali didengar oleh Maria.
Dan suara itu adalah suara “Malaikat Gabriel”….dengan mengatakan “Salam”…..

è  Siapa Malaikat Gabriel tersebut?
è  Dan bagaimana Malaikat Gabriel berkata kepada Maria?

Kalau kita perhatikan di ayat ayat sebelumnya,” sebelum” Malaikat Gabriel menyampaikan salam kepada Maria, Dia terlebih dahulu menyampaikan berita kepada Imam Zakharia.
 Luk 1 : 5 – 20
1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Kalau kita perhatikan dengan seksama didalam keimaman Zakharia teleh terjadi hal yang luar biasa, maka hal tersebut dinubuatkan pada zaman sekarang ini, yaitu ditengah-tengah pelayanan Gereja Tuhan pada akhir jaman ini, ternyata ada kejadian yang seperti dialami oleh Imam Zakharia, antara lain:

1.       Ada kemandulan dalam Gereja Tuhan           
2.       Ada kebisuan dalam Gereja Tuhan                
3.       Ada ketidak percayaan dalam Gereja Tuhan 

1.      Ada Kemandulan dalam Gereja Tuhan
Apa yang menyebabkan Gereja Tuhan menjadi mandul/ atau tidak bisa melahirkan?
Kita tahu bahwa sumber kemandulan yang utama adalah tidak adanya benih yang dipelihara dengan baik, sehingga benih itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Injil Lukas mengatakan:  Benih yang baik adalah Firman Tuhan.
Luk 8 : 11
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah
Mengapa benih yang baik tersebut, sampai tidak menjadi baik lagi dan berdampak pada kemandulan?
Luk 8 : 5 - 7
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
è   Sebagian benih jatuh di pinggir jalan
è  Sebagian benih jatuh di tanah yang berbatu-batu
è  Sebagian benih jatuh di semak belukar

Kalimat yang menyatakan “ Sebagian jatuh “à Hal ini menggambarkan terjadinya  suatu “keteledoran”.
Apabila Benih itu ditempatkan pada tempat yang baik, tentu tidak akan jatuh hingga  sampai pada tujuannya, yaitu pada tanah yang baik.
Sebetulnya BEnih Allah itu melimpah untuk  ditaburkan, namun sebelum ditaburkan ke tanah yang baik, sudah banyak yang hilang. Hal ini disebabkan tidak tersedianya tempat yang baik untuk menyimpan benih tersebut. Mengapa bisa terjadi demikian?
Karena masih banyak  kehidupan anak Tuhan yang tidak dapat menjaga atau tidak mau memelihara, bahkan tidak peduli dengan keberadaan Firman Tuhan. à maka dampaknya adalah terjadinya “KEMANDULAN”.

Salah satu penyebab kebocoran tsb adalah : “Tempat penyimpanan yang kurang baik” à Hal ini menunjuk kepada Rumah Allah / Bait Allah yang sedianya mau ditempati benih tsb.
I Kor 3 : 16 – 17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Kita lihat dalam ejaan Bahasa Jawa :
3:16 Apa kowé padha ora ngerti yèn kowé kuwi gedhong pedalemané Gusti Allah, sebab Rohé Allah dumunung ana ing kowé!
3:17 Sapa sing ngrusak gedhong pedalemané Gusti Allah, Gusti Allah iya bakal ngrusak wong mau. Gedhong pedalemané Gusti Allah kuwi suci, lan gedhong mau iya kowé kuwi.
è  Dalam kenyataannya masih banyak kehidupan yang membinasakan Bait Allah atau Tubuh Kristus. Dalam arti yang tepat :
è  Membinasakan = merusak

“Merusak” Bait Allah atau tubuh kita adalah merupakan sesuatu yang sering terjadi tanpa kita sadari karena “Keteledoran” kita.   Mengapa demikian?
Karena tubuh dimana kita hidup ini sering kita pakai untuk berbuat dosa, baik secara sadar atau tidak sadar.
Ada beberapa hal yang merusakaan tubuh karena “Keteledoran” kita, antara lain :
a.       Makanan yang merusakkan pekerjaan Allah  
Mengarah kepada kegiatan untuk mencari makan, sampai melupakan Ibadah/pelayanan        
 Roma  14 : 20
               14:20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah      
                         suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!
b.       Pergaulan yang buruk
Bergaul dengan orang-orang yang tidak baik perangainya/tidak mau disucikan ( Pemabuk, Pencuri, Penzinah, dsb ).
            I Korintus  15 : 33
             15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
c.        Omongan yang kosong
               II Timotius  2 : 16 - 18
            2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
              2:17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan       
              Filetus,
              2:18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah      
              berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.
Maka untuk menjaga Benih Firman tetap tinggal dalam hidup kita, Jgn menjadi “Teledor”, yaitu:
a.       Meskipun kita bekerja/beraktivitas tetap mengutamakan Ibadah/Pelayanan
b.       Menjauhkan diri untuk berkumpul dengan orang-orang yang tidak mau dikuduskan
c.       Menjaga ucapan bibir kita

2.      Ada Kebisuan dalam Gereja Tuhan
Seperti yang terjadi pada Imam Zakharia, apakah yang menyebabkan dia menjadi bisu? Hal ini juga terjadi pada Gereja Tuhan zaman akhir ini.  Kita kembali kpd Injil Lukas:
Luk 1 : 18 -19
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu

Terjadinya “kebisuan” dikarenakan Zakharia tidak percaya kepada perkataan Malaikat Gabriel. Karena Zakharia mengukur diri sendiri ( merasa sdh tua atau lanjut umur ) dan bukan mengukur kekuatan Allah.
Hal ini menunjuk kepada Sidang Jemaat yang” merasa tidak ada kekuatan” atau “merasa tidak ada kemampuan” atau” merasa minder” didalam mengimani Firman Tuhan.

Mestinya dengan adanya berita tersebut Zakharia menjadi sukacita, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Zakharia menjadi merasa tak berguna.
Mari kita lihat saat apa berita itu disampaikan Gabriel?
Lukas 1 : 10 - 11
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
è  Pembakaran Ukupan ini bicara Penyembahan / atau Ibadah Doa.
è  Hal ini memberi pengertian bahwa Jemaat akan menjadi “Bisu”, bila setiap Ibadah Pembakaran Ukupan atau Ibadah Penyembahan dilaksanakan, jemaat merasa tidak mampu untuk datang.
è  Mungkin banyak alasan-alasan, sehingga pada saat Ibadah tsb tidak datang.
Dan orang yang “Bisu” atau tidak suka Ibadah Penyembahan adalah kehidupan yang mulai dikuasai Roh lain: Ada beberapa ayat yang bisa kita baca, namun sebagai contoh 2 ayat di bawah ini.
Markus  9 : 25
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
 Matius  12 : 22
12:22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.

3.      Ada ketidak percayaan dalam Gereja Tuhan 
Kita juga harus mengetahui, bagaimana Gabriel mengatakan kepada Zakharia, bahwa zakharia tidak percaya:
Luk 1 : 20
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Hal ini menunjuk Gereja Tuhan pada akhir jaman ini, yaitu sidang jemaat yang sudah “Tidak Percaya” kepada Kebenaran Firman. Sehingga kalau dalam setiap Ibadah mereka hanya sekedar duduk mendengarkan, namun mereka sebenarnya acuh  dan tidak peduli terhadap pemberitaan  Firman maupun isi dari Firman tsb.
II Korintus  4 : 4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Bhs Jawa:  ILLAH ZAMAN = IBLIS
4:4 Wong-wong mau padha ora precaya, merga pikirané digawé peteng déning Iblis, yakuwi penggedhéné kadursilan sing ngwasani jagad iki. Wong-wong mau padha dialang-alangi déning Iblis, supaya aja padha weruh pepadhang, sing sumunar saka Injil, sing medharaké kamulyané Sang Kristus; sebab Sang Kristus kuwi gambaré Gusti Allah sing sanyata.
è Dampak sidang jemaat yang tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan Firman adalah “kebinasaan”. Oleh sebab itu janganlah kita main-main dalam Ibadah, terutama saat Firman diperdengarkan.

Maka sebelum maria didatang Malaikat Gabriel, yang artinya sebelum Yesus datang : akan terjadi 3 dosa di dalam Gereja Tuhan saat beraktivitas :

1.       Keteledoran yg mengakibatkan mencemarkan tubuh jasmani ( masalah perut, pergaulan dan omong spt orang fasik ).
2.       Banyak alasan untuk tidak datang dalam Ibadah Penyembahan karena dikuasai Roh lain (setan )
3.      Tidak sungguh-sungguh mendengarkan Firman, karena dikuasai Iblis.

Untuk menyelamatkan Sidang Jemaat yang demikian, maka Malaikat Gabriel datang kepada “Maria” dan mengatakan “Salam”…….
Luk 1 : 27 - 28
:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Bahasa Jawa :
1:28 Malaékat mau nemoni Maryam lan ngandika: "Begja kowé sing dikasihi déning Pangéran! Pangéran nganthi marang kowé!
“Salam” dalam bhs Jawa adalah Begja = yang mendapatkan kemurahan.

Hal ini memberi pengertian kepada kita, bahwa selama Kasih Kemurahan Tuhan masih berlaku bagi kita, maka Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk “mempergunakan kemurahan” tsb supaya berubah.
Dan “Salam/kemurahan” tsb mengarah kepada “LAHIRNYA YESUS” yang akan memimpin kita menuju keselamatan dari dunia ini.
Yohanes 3 : 16 - 18
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Maka salam Tuhan tsb ditujukan kepada kita semua yang hidupnya “Takut” kepada Tuhan seperti Maria, yang hidupnya selalu menjaga kesucian.
Sebaliknya jika kita tidak “takut “ kpd Tuhan, sehingga 3 dosa masih ada dalam kehidupan kita maka hukumanlah yang akan menimpa kita bahkan berakhir dengan kebinasaan.

Sampai saat ini “Salam” masih diperdengarkan kepada kita. Tinggal kita mau / tanggap pada suara tsb atau mengacuhkannya.
Kalau kita rindu untuk menerima “Salam” dari Gabriel: MAKA, DEngarkan dan lakukan setiap apa yg dikehendakinya. Yaitu mau berubah dari sikap kita yang lalu……mulai lebih setia didalam setiap ibadah.
Maka Janji Tuhan pasti dinyatakan untuk kita semua.

II Kor 9 : 7 - 8
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (Ibadah sesuai dengan Firman tidak usah dipaksakan, melainkan sadar yaitu menurut gerakan Roh Kudus )
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. ( Janji Tuhan akan semakin melimpahkan segala yang terkait dalam kehidupan kita )


TUHAN MEMBERKATI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar