BERITA NATAL’
2011 ( Bag 1 )
Minggu, 18 Desember 2011
Luk 1 : 26 - 31
1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea
bernama Nazaret,
1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari
keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau
yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria
terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti
salam itu.
1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau
beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki
dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
è I. Berita Natal pada tahun ini dimulai dengan Pada
bulan “ke 6” yaitu bulan “Elul”. Malaekat Gabriel
menyampaikan Pesan yang sangat penting.
è II. Pada
saat Gabriel menyampaikan berita itu : “Maria yang terkejut” mendengar suara
Salam yang
disampaikan oleh Malaikat Gabriel.
I. Bulan ke 6 Malaikat Gabriel menyampaikan
hal yang sangat penting
Bulan ke 6 adalah bulan pertengahan tahun. Dan
kita tahu pada waktu-waktu itu bangsa Israel sedang dikuasai oleh Kerajaan Roma.
Hal ini menunjuk zaman sekarang ini, dimana “ditengah-tengah” (bulan 6) dunia yang sedang bergejolak ini, yaitu
pada akhir jaman ini ” kuasa kegelapan”(Keraj.
Roma ) sudah menguasai umat manusia di dunia.
Dan dalam keadaan tersebut tiba-tiba ada suara
yang begitu asing, yang diperdengarkan kepada “Maria”. Dan suara itu belum
pernah sama sekali didengar oleh Maria.
Dan suara itu adalah suara “Malaikat Gabriel”….dengan
mengatakan “Salam”…..
è Siapa
Malaikat Gabriel tersebut?
è Dan
bagaimana Malaikat Gabriel berkata kepada Maria?
Kalau kita
perhatikan di ayat ayat sebelumnya,” sebelum”
Malaikat Gabriel menyampaikan salam kepada Maria, Dia terlebih dahulu
menyampaikan berita kepada Imam Zakharia.
Luk
1 : 5 – 20
1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama
Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun,
namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala
perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak,
sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia
melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam
yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar
ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.
Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang
malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai
Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan
seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang
akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum
anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim
ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan,
Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk
membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang
durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi
Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan
terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu
kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk
berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat
berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau
tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Kalau kita
perhatikan dengan seksama didalam keimaman Zakharia teleh terjadi hal yang luar
biasa, maka hal tersebut dinubuatkan pada zaman sekarang ini, yaitu ditengah-tengah pelayanan Gereja Tuhan pada
akhir jaman ini, ternyata ada kejadian yang seperti dialami oleh Imam Zakharia, antara lain:
1. Ada
kemandulan dalam Gereja Tuhan
2. Ada
kebisuan dalam Gereja Tuhan
3.
Ada ketidak percayaan dalam Gereja Tuhan
1. Ada
Kemandulan dalam Gereja Tuhan
Apa yang
menyebabkan Gereja Tuhan menjadi mandul/ atau tidak bisa melahirkan?
Kita tahu bahwa
sumber kemandulan yang utama adalah tidak adanya benih yang dipelihara dengan
baik, sehingga benih itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Injil Lukas
mengatakan: Benih yang baik adalah
Firman Tuhan.
Luk 8 : 11
8:11
Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah
Mengapa
benih yang baik tersebut, sampai tidak menjadi baik lagi dan berdampak pada kemandulan?
Luk 8 : 5 - 7
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu
jatuh di pinggir jalan, lalu
diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah
yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak
mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di
tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya
sampai mati.
è Sebagian benih jatuh di pinggir jalan
è Sebagian benih jatuh di tanah yang
berbatu-batu
è Sebagian benih jatuh di semak belukar
Kalimat yang
menyatakan “ Sebagian jatuh “à Hal
ini menggambarkan terjadinya suatu “keteledoran”.
Apabila Benih
itu ditempatkan pada tempat yang baik,
tentu tidak akan jatuh hingga sampai
pada tujuannya, yaitu pada tanah yang baik.
Sebetulnya BEnih
Allah itu melimpah untuk ditaburkan,
namun sebelum ditaburkan ke tanah
yang baik, sudah banyak yang hilang. Hal ini disebabkan tidak tersedianya tempat yang baik
untuk menyimpan benih tersebut. Mengapa
bisa terjadi demikian?
Karena masih
banyak kehidupan anak Tuhan yang tidak dapat menjaga atau tidak mau memelihara, bahkan tidak peduli dengan keberadaan Firman
Tuhan. à maka
dampaknya adalah terjadinya “KEMANDULAN”.
Salah satu
penyebab kebocoran tsb adalah : “Tempat penyimpanan
yang kurang baik” à Hal ini menunjuk kepada Rumah Allah /
Bait Allah yang sedianya mau ditempati benih tsb.
I Kor 3 : 16 – 17
3:16
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di
dalam kamu?
3:17 Jika
ada orang yang membinasakan bait Allah, maka
Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu
ialah kamu.
Kita
lihat dalam ejaan Bahasa Jawa :
3:16 Apa kowé padha ora ngerti yèn kowé kuwi gedhong
pedalemané Gusti Allah, sebab Rohé Allah dumunung ana ing kowé!
3:17 Sapa sing ngrusak gedhong pedalemané Gusti Allah,
Gusti Allah iya bakal ngrusak wong mau. Gedhong pedalemané Gusti Allah kuwi
suci, lan gedhong mau iya kowé kuwi.
è Dalam
kenyataannya masih banyak kehidupan yang membinasakan Bait Allah atau Tubuh
Kristus. Dalam arti yang tepat :
è Membinasakan = merusak
“Merusak” Bait Allah atau tubuh kita
adalah merupakan sesuatu yang sering terjadi tanpa kita sadari karena “Keteledoran” kita. Mengapa demikian?
Karena tubuh
dimana kita hidup ini sering kita pakai untuk berbuat dosa, baik secara sadar
atau tidak sadar.
Ada beberapa hal
yang merusakaan tubuh karena “Keteledoran” kita, antara lain :
a.
Makanan
yang merusakkan pekerjaan Allah
Mengarah
kepada kegiatan untuk mencari makan, sampai melupakan Ibadah/pelayanan
Roma 14 : 20
14:20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan
Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah
suci, tetapi celakalah orang, jika oleh
makanannya orang lain tersandung!
b.
Pergaulan
yang buruk
Bergaul
dengan orang-orang yang tidak baik perangainya/tidak mau disucikan ( Pemabuk,
Pencuri, Penzinah, dsb ).
I Korintus 15 : 33
15:33 Janganlah kamu sesat:
Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
c.
Omongan
yang kosong
II Timotius 2 : 16 -
18
2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
2:17 Perkataan mereka menjalar
seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan
Filetus,
2:18 yang telah menyimpang dari
kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah
berlangsung dan dengan demikian merusak
iman sebagian orang.
Maka untuk
menjaga Benih Firman tetap tinggal dalam hidup kita, Jgn menjadi “Teledor”, yaitu:
a. Meskipun
kita bekerja/beraktivitas tetap mengutamakan Ibadah/Pelayanan
b. Menjauhkan
diri untuk berkumpul dengan orang-orang yang tidak mau dikuduskan
c.
Menjaga ucapan bibir kita
2.
Ada Kebisuan dalam Gereja Tuhan
Seperti yang
terjadi pada Imam Zakharia, apakah yang menyebabkan dia menjadi bisu? Hal ini
juga terjadi pada Gereja Tuhan zaman akhir ini. Kita
kembali kpd Injil Lukas:
Luk 1 : 18 -19
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan
terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu
kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk
berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu
Terjadinya “kebisuan” dikarenakan Zakharia tidak
percaya kepada perkataan Malaikat Gabriel. Karena Zakharia mengukur diri
sendiri ( merasa sdh tua atau lanjut umur ) dan bukan mengukur kekuatan Allah.
Hal ini menunjuk
kepada Sidang Jemaat yang” merasa tidak
ada kekuatan” atau “merasa tidak ada kemampuan” atau” merasa minder” didalam mengimani
Firman Tuhan.
Mestinya
dengan adanya berita tersebut Zakharia menjadi sukacita,
tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Zakharia menjadi merasa tak berguna.
Mari
kita lihat saat apa berita itu disampaikan Gabriel?
Lukas 1 : 10 - 11
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.
Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang
malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
è Pembakaran
Ukupan ini bicara Penyembahan / atau Ibadah Doa.
è Hal
ini memberi pengertian bahwa Jemaat akan menjadi “Bisu”, bila setiap Ibadah
Pembakaran Ukupan atau Ibadah Penyembahan dilaksanakan, jemaat merasa tidak mampu untuk datang.
è Mungkin
banyak alasan-alasan, sehingga pada saat Ibadah tsb tidak datang.
Dan orang yang “Bisu” atau tidak suka Ibadah Penyembahan adalah kehidupan yang mulai dikuasai
Roh lain: Ada beberapa ayat yang bisa kita baca, namun sebagai contoh 2 ayat di
bawah ini.
Markus
9 : 25
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia
menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku
memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya
lagi!"
Matius 12 : 22
12:22
Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang
yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
3. Ada
ketidak percayaan dalam Gereja Tuhan
Kita juga harus
mengetahui, bagaimana Gabriel mengatakan kepada Zakharia, bahwa zakharia tidak
percaya:
Luk 1 : 20
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat
berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau
tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata
kebenarannya pada waktunya."
Hal ini menunjuk
Gereja Tuhan pada akhir jaman ini, yaitu sidang jemaat yang sudah “Tidak
Percaya” kepada Kebenaran Firman. Sehingga kalau dalam setiap Ibadah mereka
hanya sekedar duduk mendengarkan, namun mereka sebenarnya acuh dan tidak peduli terhadap pemberitaan Firman maupun isi dari Firman tsb.
II Korintus
4 : 4
4:3 Jika Injil
yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan
binasa
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Bhs
Jawa: ILLAH ZAMAN = IBLIS
4:4
Wong-wong mau padha ora precaya, merga pikirané digawé peteng déning Iblis,
yakuwi penggedhéné kadursilan sing ngwasani jagad iki. Wong-wong mau padha dialang-alangi
déning Iblis, supaya aja padha weruh pepadhang, sing sumunar saka Injil,
sing medharaké kamulyané Sang Kristus; sebab Sang Kristus kuwi gambaré Gusti
Allah sing sanyata.
è Dampak
sidang jemaat yang tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan Firman adalah “kebinasaan”. Oleh sebab itu janganlah
kita main-main dalam Ibadah, terutama saat Firman diperdengarkan.
Maka sebelum
maria didatang Malaikat Gabriel, yang artinya sebelum Yesus datang : akan
terjadi 3 dosa di dalam Gereja Tuhan saat beraktivitas :
1. Keteledoran yg mengakibatkan mencemarkan tubuh
jasmani ( masalah perut, pergaulan dan omong spt orang fasik ).
2. Banyak alasan untuk tidak datang dalam Ibadah
Penyembahan karena dikuasai Roh lain (setan )
3. Tidak
sungguh-sungguh mendengarkan Firman, karena dikuasai Iblis.
Untuk
menyelamatkan Sidang Jemaat yang demikian, maka Malaikat Gabriel datang kepada
“Maria” dan mengatakan “Salam”…….
Luk 1 : 27 - 28
:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari
keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai
engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Bahasa
Jawa :
1:28 Malaékat
mau nemoni Maryam lan ngandika: "Begja kowé sing dikasihi déning
Pangéran! Pangéran nganthi marang kowé!
“Salam”
dalam bhs Jawa adalah Begja = yang mendapatkan kemurahan.
Hal
ini memberi pengertian kepada kita, bahwa selama Kasih Kemurahan Tuhan masih
berlaku bagi kita, maka Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk
“mempergunakan kemurahan” tsb supaya berubah.
Dan
“Salam/kemurahan” tsb mengarah kepada “LAHIRNYA YESUS” yang akan memimpin kita
menuju keselamatan dari dunia ini.
Yohanes 3 : 16 - 18
3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak
percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama
Anak Tunggal Allah.
Maka salam Tuhan tsb ditujukan kepada
kita semua yang hidupnya “Takut” kepada Tuhan seperti Maria, yang hidupnya
selalu menjaga kesucian.
Sebaliknya jika kita tidak “takut “ kpd
Tuhan, sehingga 3 dosa masih ada dalam kehidupan kita maka hukumanlah yang akan
menimpa kita bahkan berakhir dengan kebinasaan.
Sampai
saat ini “Salam” masih diperdengarkan kepada kita. Tinggal kita mau / tanggap
pada suara tsb atau mengacuhkannya.
Kalau
kita rindu untuk menerima “Salam” dari Gabriel: MAKA, DEngarkan dan lakukan
setiap apa yg dikehendakinya. Yaitu mau berubah dari sikap kita yang
lalu……mulai lebih setia didalam setiap ibadah.
Maka
Janji Tuhan pasti dinyatakan untuk kita semua.
II Kor 9 : 7 - 8
9:7 Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati
atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
(Ibadah sesuai dengan
Firman tidak usah
dipaksakan, melainkan sadar yaitu menurut gerakan Roh Kudus )
9:8 Dan Allah
sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa
berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
( Janji Tuhan akan semakin
melimpahkan segala yang terkait dalam kehidupan kita )
TUHAN MEMBERKATI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar