Selasa, 25 Oktober 2011
Yak 4 : 1 -
10
4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di
antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam
tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya,
lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu
kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu
tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa,
karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk
memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu,
bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi
barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh
Allah.
Bahasa Jawa
4:1
Apa sing njalari kowé padha congkrah lan tukar padu? Apa ora merga kowé padha
seneng ngumbar hawa-nepsu lan mburu pepénginanmu lan tansah padha golèk
senengmu dhéwé-dhéwé?
4:2
Kowé padha mélik marang sawenèhing barang, nanging ora kelakon, banjur tuwuh
niyatmu arep mematèni! Kowé kepéngin apa-apa, nanging ora keturutan, banjur
padu lan kerengan. Kowé ora olèh barang sing kokpéngini, awit barang mau ora
koksuwun karo Gusti Allah.
4:3
Lan senajan kowé nyuwun, kowé ora kaparingan, awit karepmu ala; jalaran sing
koksuwun mau barang-barang sing arep kokenggo nguja hawa-nepsumu.
4:4
Hé wong mursal! Apa kowé padha ora ngerti yèn sing sapa memitran karo donya iki
ateges dadi satruné Gusti Allah?
è Kalau
diperhatikan dengan seksama ayat 1 – 4 ini bicara tentang “tidak ada damai”. Dan mengapa damai tidak ada dalam kehidupan tsb?
è Karena
ada keinginan yang tidak tercapai . Dan mengapa tidak tercapai ?? Karena
keinginan tersebut untuk kepuasan hawa nafsu daging.
è Rasul
Yohanes mengingatkan kita bahwa “Keinginan daging” adalah salah satu isi dunia
yang sangat kuat, yang dapat melanda siapapun juga termasuk anak-anak Tuhan. ( I Yoh 2 : 16 )
è Rasul
Paulus juga mengingatkan bahwa masih banyak anak Tuhan bercekcok, karena
menganggap ibadah adalah tempat untuk mencari berkat jasmani ( I Tim 6 : 5 )
è Hal
inilah yang sangat
bertolak belakang dengan Pribadi Tuhan Yesus yang telah menyerahkan dagingNya
di atas kayu salib, supaya kita tidak terikat lagi dengan kuasa “Hawa nafsu
Daging”.
Maka
bila kita masih terikat dengan “keinginan daging / hawa nafsu daging” setelah
kita mendapat Korban Perdamaian dari Tuhan, à maka sama dengan kita menyia-nyiakan
Korban Penebusan itu.
Ibr 10 : 26 - 27
10:26 Sebab jika
kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang
kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang
ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang
akan menghanguskan semua orang durhaka.
à Dan dampak dari semua ini, maka kita tidak akan dapat
terbentuk dalam “Pembentukan Tubuh Kristus” yang sempurna. Sebab dasar dari pembentukan tersebut adalah terlepasnya kita dari
kuasa daging.
-->Kuasa
daging tersebut sudah dihancurkan Tuhan Yesus diatas kayu salib, dengan 5 luka
di TubuhNya, supaya kita juga dapat dibangun melalui 5 luka yang sudah
digenapkan oleh Tuhan.
à Tuhan Yesus sudah menyerahkan hidupNya
dengan 5 luka yang terikat menjadi satu
è Kita juga harus ada tanda 5 yang harus
kita persembahkan yang terikat menjadi satu
Seperti Kelambu Tabernakel, masing-masing berjumlah 10, namun setiap
warna harus diikat masing-masing 5 kelambu. Sehingga mesing-masing warna
terdapat 2 ikat.
Kel 26 : 1 - 3
26:1 "Kemah
Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal
benangnya dan
dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya,
buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
26:2 Panjang
tiap-tiap tenda haruslah dua puluh delapan hasta dan lebar tiap-tiap tenda
empat hasta: segala tenda itu harus sama ukurannya.
26:3 Lima dari tenda itu haruslah dirangkap
menjadi satu, dan yang lima lagi
juga harus dirangkap menjadi satu.
è Bicara
tentang “Perdamaian” yang ditandai dengan “DARAH” maka dalam Tudung Tabernakel
terkena pada Kelambu yang berwarna “Merah”.
è Ikatan
5 kelambu yang berwarna merah yang ke Ià menunjuk kepada Yesus sudah menjadi
Korban Perdamaian dengan 5 tenda yang diikat menjadi satu tsb.
è Ikatan
5 kelambu yang berwarna merah yg ke II à menunjuk kepada sidang jemaat-Nya. Dan
persembahan tersebut bentuknya seperti apa?
Mat 25 : 4 – 7 “ 5 Gadis Bijaksana “
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga
minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga,
mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai
datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita
mereka.
è Kalau
kita baca sampai Tuhan datang dan menutup pintu…, 5 gadis bijaksana ini tidak
membawa apa-2 selain pelita yang dibawa oleh masing-masing gadis.
è Namun
ada yang dibawa oleh 5 gadis ini yang tidak kelihatan, yaitu “KESETIAAN”.
Sebagai
Kelambu I yang diikat, Yesus sudah menyatakan kesetianNya, sampai menyerahkan
NyawaNya, diatas kayu salib.
Dan
kita sebagai kelambu yang ke II yang diikat,……sudahkah kita setia sungguh kepada Tuhan Yesus?
Ada
beberapa hal kesetiaan 5 gadis bijaksana ini
:
1.
Setia membawa Pelita
2.
Setia memelihara buli-buli
yang berisi minyak
3.
Setia menunggu dan selalu
berjaga-jaga dengan hati rindu kedatanganNya.
1)
Setia membawa pelita à
bicara kesetiaan untuk melakukan FirmanNya ( MRS )
2)
Setia memelihara buli-buli
yang berisi minyakà
bicara kesetiaan memelihara Roh Kudus, yang ditandai selalu menjaga kekudusan (
PE )
3)
Setia menungguà
bicara kesetiaan dalam menjaga hati supaya selalu ada hubungan hati yang dalam,
menunjuk kepada Penyembahan ( MD )
3
Alat Tabernakel tersebut letaknya di RS, menunjuk kepada pelayanan yang berada
dalam RS seperti yang sudah diajarka oleh Para Rasul lewat pengajarannya.
Kis 2 : 42
2:42 Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu
berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa
à5 Gadis bijaksana ini menunjuk “Kesetiaan”
sidang jemaat untuk setia dalam menjalankan setiap aktivitas ibadah yang
dilaksanakan dalam Kemah Allah ( bukan di luar ). Baik Ibadah Raya, Bible
Study, Penyembahan.
àDan kita tahu di dalam RS tidak tampak lagi suasana dunia
yang penuh hawa nafsu.
Berarti bisa kita simpulkan
: kalau kita rindu dikatakan Tuhan bahwa kita setia seperti 5 tudung yang
terikat menjadi 1, maka kita harus selalu berada di dalam Gereja pada setiap
ada kegiatan ibadah dan bukan sebagai pendengar saja, melainkan mau
melaksanakan apa yang menjadi kerinduaaNya, Seperti yg sdh dilakukan oleh 5
gadis bijaksana dalam menantikan Menpelai Pria datang.
è DEngan
kata lain “sidang jemaat” dituntut “ Tuhan untuk selalu setia sampai Ia datang
dengan selalu bersekutu di dalam Rumah Tuhan.
è Dan
Tuhan mau kita tidak meninggalkan setiap ada pelayanan Imam Besar.
Ibr 10 : 21 - 25
10:21 dan kita
mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
10:22 Karena itu
marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman
yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat
dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
10:23 Marilah
kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang
menjanjikannya, setia.
10:24 Dan marilah
kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam
pekerjaan baik.
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari
pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang,
tetapi marilah kita saling
menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
è Tujuan
utama kita beribadah dengan setia, adalah mempersiapkan diri untuk menjemput
Mempelai Pria Sorgawi, karena waktunya sudah dekat. Seperti 5 gadis bijaksana
selalu berjaga-jaga.
Mat 25 : 6, 10 - 13
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai
datang! Songsonglah dia
25:10 Akan
tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk
bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian
datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami
pintu!
25:12 Tetapi ia
menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu,
berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
Suara
Mempelai Pria datang, pada tengah malamà hal ini menunjuk saat ini, kita sudah
banyak mendengar Firman, yaitu “Dia segera datang”. Dimana dunia dalam keadaan
seperti jam 12 malam….sangat gelap.
Kejahatan
dalam bentuk apapun, semua ada……….., bahkan yang menjual minyakpun ada ; seperti 5 gadis bodoh yang membeli minyak
pada tengah malam ( mencari kepuasan
hati di tengah malam )à
Dunia menyediakan. ( Kepuasan hati di tengah malam : perzinahan, kemabukan,
pesta, dsb )., arti rohani:
-Perzinahan à Mencintai yang lain melebihi Tuhan,
sampai meninggalkan Tuhan
-Kemabukanà Melupakan Tuhan, melupakan ibadah, dsb
-Pesta à Mengutamakan makanan jasmani dengan
melupakan makanan Rohani
Hal-hal
tersebut seperti yang dilakukan oleh 5 gadis bodohà Gagal menjadi Mempelai
Wanita Sorgawi.
àDan
yang berhasil adalah 5 gadis bijaksana, yang setia menjaga kesucian, setia
ibadah dan mengutamakan makanan yang rohani.
è 5
gadisbijaksana itu langsung masuk ke ruangan Pesta kawin tanpa halangan apapun
juga.j
è Dan
diproklamirkan oleh Tuhan menjadi mempelaiNyaà seperti kelambu tabernakel yang berada
di atas ruangan ruci/maha suci.
è Keindahan
akan terjadi bagi kita…..yang setia. Amin
Selasa, 08 Nopember 2011
Yak 4 : 11 - 12
4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!
Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan
menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut
hukum, tetapi hakimnya.
4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa
menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau
menghakimi sesamamu manusia?
è Dalam
ayat di atas menyatakan bahwa hanya 1 pembuat Hukum dan Hakim, yaitu Yesus.
è Hal
ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Pribadi Raja.
è Dalam
Kelambu Tabernakel menunjuk Kelambu yang berwarna Ungu à Warna Ungu menunjuk Warna pakaian /
Tahta yang dipakai seorang Raja.
Kid Agung 3 : 9 - 11
3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu,
bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan
mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari
kesukaan hatinya.
Kita kembali ke “Tudung
Tabernakel yang berwarna ungu”
Kel 26 : 1 "Kemah Suci itu haruslah
kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari
kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan
ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
Kita
sudah mengerti bagaimana proses pembuatan tenun / kain ungu tersebut, harus
melalui :
-
Bahan yang bagus
= Putih Bersih à Kehidupan yang mau disucikan
-
Dibuat benang /pintal
= Dikeraskan à Mau menerima sengsara oleh karena
Korban Kristus
Sampai menjadi lurus dan lentur, yaitu pandangan yang
Lurus dan rendah hati
-
Ditenun à Dipersatukan
dalam pembentukan Tubuh Kristus dan tidak ada lagi perbedaan.
Ep 2 : 19 – 22
Dipersatukan dalam Pembentukan Tubuh Kristus
2:19 Demikianlah
kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari
orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang
dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai
batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi
tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia
kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Ini
berarti Kalau Yesus berdiri sebagai Raja, Dia rindu kepada kita menjadi warga
yang bisa menyatu dengan Raja sehingga terbentuk suatu pemerintahan yang sangat
indah. ( I Ptr 1 : 16 ) Dia suci kita juga hrs suci
Raja
dan Warga Negara terkait erat dengan pemerintahan-> yang berarti
masing-masing menjalankan fungsinya, yaitu :
è Raja pembuat undang-undang / hukum
è Warga Negara adalah pelaku hukum
tersebut
Sebagai
Warga Negara, kita wajib melakukan hukum yaitu “hukum kasih”
-
Kasih kepada Tuhan dengan
seluruh hidup
-
Kasih kepada sesame seperti
diri sendiri ( Mat 22 : 37 – 40 )
è Kita
kembali ke kontek, bagaimana seharusnya sebagai pelaku hukum kasih ?
Yak 4 :11
Saudara-saudaraku, janganlah
kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia
mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau
bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya
“Janganlah
memfitnah” àbicara
menghakimi à
menyalahkan orang lain “
è Warganya Tuhan tidak ada
kehidupan yang menghakimi, kalau kehidupan kita masih suka menghakimi/
menyalahkan/ memojokkan itu berarti bukan warganya Tuhan. Melainkan warganya
Iblis.
Mat 7: 1 – 5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan
penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran
yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah
engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu
tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah
engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu
dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu
balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan
selumbar itu dari mata saudaramu."
Kalau kita masih suka
menghakimi à
disamakan dengan orang “Munafik” atau seperti para Ahli Torat, maka akan
mendapatkan penghakiman dari Tuhan.
Hingga
Tuhan mengatakan “ celaka…celaka kepada Ahli Torat karena kemunafikannya”
Mat 23 : 23 - 28
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan
jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas
kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan
diabaikan.
23:24 Hai kamu
pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta
yang di dalamnya kamu telan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu
orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang
Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah
luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih,
yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya
penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:28 Demikian
jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di
sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
è Untuk dapat menjadi Kelambu Tabernakel
yang berwarna ungu..--> kita harus selalu menjaga mulut kita, jangan sampai
mulut ini kita pakai untuk menyalahkan / memojokkan orang lain.
è Dampaknya
sangat berat selain kita tidak diakui
sebagai warga Negara kerajaan Tuhan juga akan mengalami “celaka” seperti para
ahli torat.
Oleh
sebab itu, Tuhan mengingatkan kita pada :
Mat 12 : 35 - 37
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari
perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang
jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang
diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut
ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Tetapi bagaimana
mempergunakan mulut yang benar????
Mat 21 : 12 -17 Yesus menyucikan
Bait Allah
21:12 Lalu Yesus
masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait
Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
21:13 dan berkata
kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu
menjadikannya sarang penyamun."
21:14 Maka
datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah
itu dan mereka disembuhkan-Nya.
21:15 Tetapi
ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli
Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah:
"Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
21:16 lalu mereka
berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?"
Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang
menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
21:17 Lalu Ia
meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.
è Untuk dapat menjadi Warga
Negara Tuhan yang melaksanakan Hukum-Nya, seperti Kelambu Tabernakel yang
berwarna ungu yang sangat indah di atas Bait Allah:
1. Tidak cepat / mudah menjadi
“jengkel” seperti ahli torat
2. Dari mulut bayi atau anak yang
menyusu = hati selalu bersih tidak punya prasangka jelek
kepada siapapun juga
3. Dari mulut keluar seruan Hosana =
ada penyembahan untuk kemulian Allah
4. Dari mulut keluar puji – pujian. ( bukan kutuk ).
Saat ini kalau dalam hati
masih ada kejengkelan, kita selesaikan
dihadapan Allah dan jangan kita pertahankan, sebab hal tsb mengakibatkan kita
tidak diakui sebagai Warga Negara Allah.
Biar dari mulut kita bisa mengeluarkan suara penyembahan
yang berkenan kepada Dia.
“YESUS TOLONGKU UNTUK
MENGASIHIMU…DAN PERSEMBAHKAN HIDUP PADAMU….SBAB KAU TLAH CURAHKAN KASIH
DIHATIKU….YESUS TOLONGKU UNTUK MENGASIHIMU……”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar