Label

Rabu, 16 November 2011

Yakobus 4


Selasa, 25 Oktober 2011
Yak 4 : 1 - 10  
 4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Bahasa Jawa
4:1 Apa sing njalari kowé padha congkrah lan tukar padu? Apa ora merga kowé padha seneng ngumbar hawa-nepsu lan mburu pepénginanmu lan tansah padha golèk senengmu dhéwé-dhéwé?
4:2 Kowé padha mélik marang sawenèhing barang, nanging ora kelakon, banjur tuwuh niyatmu arep mematèni! Kowé kepéngin apa-apa, nanging ora keturutan, banjur padu lan kerengan. Kowé ora olèh barang sing kokpéngini, awit barang mau ora koksuwun karo Gusti Allah.
4:3 Lan senajan kowé nyuwun, kowé ora kaparingan, awit karepmu ala; jalaran sing koksuwun mau barang-barang sing arep kokenggo nguja hawa-nepsumu.
4:4 Hé wong mursal! Apa kowé padha ora ngerti yèn sing sapa memitran karo donya iki ateges dadi satruné Gusti Allah?

è  Kalau diperhatikan dengan seksama ayat 1 – 4 ini bicara tentang “tidak ada damai”. Dan mengapa damai tidak ada dalam kehidupan tsb?
è  Karena ada keinginan yang tidak tercapai . Dan mengapa tidak tercapai ?? Karena keinginan tersebut untuk kepuasan hawa nafsu daging.
è  Rasul Yohanes mengingatkan kita bahwa “Keinginan daging” adalah salah satu isi dunia yang sangat kuat, yang dapat melanda siapapun juga termasuk anak-anak Tuhan. ( I Yoh 2 : 16 )
è  Rasul Paulus juga mengingatkan bahwa masih banyak anak Tuhan bercekcok, karena menganggap ibadah adalah tempat untuk mencari berkat jasmani ( I Tim 6 : 5 )
è  Hal inilah yang sangat bertolak belakang dengan Pribadi Tuhan Yesus yang telah menyerahkan dagingNya di atas kayu salib, supaya kita tidak terikat lagi dengan kuasa “Hawa nafsu Daging”.
Maka bila kita masih terikat dengan “keinginan daging / hawa nafsu daging” setelah kita mendapat Korban Perdamaian dari Tuhan, à maka sama dengan kita menyia-nyiakan Korban Penebusan itu.
Ibr 10 : 26 - 27
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
à Dan dampak dari semua ini, maka kita tidak akan dapat terbentuk dalam “Pembentukan Tubuh Kristus” yang sempurna. Sebab dasar dari pembentukan tersebut adalah terlepasnya kita dari kuasa daging.
-->Kuasa daging tersebut sudah dihancurkan Tuhan Yesus diatas kayu salib, dengan 5 luka di TubuhNya, supaya kita juga dapat dibangun melalui 5 luka yang sudah digenapkan oleh Tuhan.
à Tuhan Yesus sudah menyerahkan hidupNya dengan 5 luka yang terikat menjadi satu
è  Kita juga harus ada tanda 5 yang harus kita persembahkan yang terikat menjadi satu
Seperti Kelambu Tabernakel, masing-masing berjumlah 10, namun setiap warna harus diikat masing-masing 5 kelambu. Sehingga mesing-masing warna terdapat 2 ikat.
Kel 26 : 1 -   3
26:1 "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal
benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
26:2 Panjang tiap-tiap tenda haruslah dua puluh delapan hasta dan lebar tiap-tiap tenda empat hasta: segala tenda itu harus sama ukurannya.
26:3 Lima dari tenda itu haruslah dirangkap menjadi satu, dan yang lima lagi juga harus dirangkap menjadi satu.

è  Bicara tentang “Perdamaian” yang ditandai dengan “DARAH” maka dalam Tudung Tabernakel terkena pada Kelambu yang berwarna “Merah”.
è  Ikatan 5 kelambu yang berwarna merah yang ke Ià menunjuk kepada Yesus sudah menjadi Korban Perdamaian dengan 5 tenda yang diikat menjadi satu tsb.
è  Ikatan 5 kelambu yang berwarna merah yg ke II à menunjuk kepada sidang jemaat-Nya. Dan persembahan tersebut bentuknya seperti apa?  
Mat 25 : 4 – 7 “ 5 Gadis Bijaksana “
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
è  Kalau kita baca sampai Tuhan datang dan menutup pintu…, 5 gadis bijaksana ini tidak membawa apa-2 selain pelita yang dibawa oleh masing-masing gadis.
è  Namun ada yang dibawa oleh 5 gadis ini yang tidak kelihatan, yaitu “KESETIAAN”.
Sebagai Kelambu I yang diikat, Yesus sudah menyatakan kesetianNya, sampai menyerahkan NyawaNya, diatas kayu salib.
Dan kita sebagai kelambu yang ke II yang diikat,……sudahkah kita setia sungguh kepada Tuhan Yesus?
Ada beberapa hal kesetiaan 5 gadis bijaksana ini :
1.       Setia membawa Pelita
2.       Setia memelihara buli-buli yang berisi minyak
3.       Setia menunggu dan selalu berjaga-jaga dengan hati rindu kedatanganNya.

1)      Setia membawa pelita à bicara kesetiaan untuk melakukan FirmanNya ( MRS )
2)      Setia memelihara buli-buli yang berisi minyakà bicara kesetiaan memelihara Roh Kudus, yang ditandai selalu menjaga kekudusan ( PE )
3)      Setia menungguà bicara kesetiaan dalam menjaga hati supaya selalu ada hubungan hati yang dalam, menunjuk kepada Penyembahan ( MD )
3 Alat Tabernakel tersebut letaknya di RS, menunjuk kepada pelayanan yang berada dalam RS seperti yang sudah diajarka oleh Para Rasul lewat pengajarannya.
Kis 2 : 42
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa

à5 Gadis bijaksana ini menunjuk “Kesetiaan” sidang jemaat untuk setia dalam menjalankan setiap aktivitas ibadah yang dilaksanakan dalam Kemah Allah ( bukan di luar ). Baik Ibadah Raya, Bible Study, Penyembahan.
àDan kita tahu di dalam RS tidak tampak lagi suasana dunia yang penuh hawa nafsu.

Berarti bisa kita simpulkan : kalau kita rindu dikatakan Tuhan bahwa kita setia seperti 5 tudung yang terikat menjadi 1, maka kita harus selalu berada di dalam Gereja pada setiap ada kegiatan ibadah dan bukan sebagai pendengar saja, melainkan mau melaksanakan apa yang menjadi kerinduaaNya, Seperti yg sdh dilakukan oleh 5 gadis bijaksana dalam menantikan Menpelai Pria datang.
è  DEngan kata lain “sidang jemaat” dituntut “ Tuhan untuk selalu setia sampai Ia datang dengan selalu bersekutu di dalam Rumah Tuhan.
è  Dan Tuhan mau kita tidak meninggalkan setiap ada pelayanan Imam Besar.
Ibr 10 : 21 - 25
10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
è  Tujuan utama kita beribadah dengan setia, adalah mempersiapkan diri untuk menjemput Mempelai Pria Sorgawi, karena waktunya sudah dekat. Seperti 5 gadis bijaksana selalu berjaga-jaga.
Mat 25 : 6, 10 - 13
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Suara Mempelai Pria datang, pada tengah malamà hal ini menunjuk saat ini, kita sudah banyak mendengar Firman, yaitu “Dia segera datang”. Dimana dunia dalam keadaan seperti jam 12 malam….sangat gelap.
Kejahatan dalam bentuk apapun, semua ada……….., bahkan yang menjual minyakpun ada ; seperti 5 gadis bodoh yang membeli minyak pada tengah malam ( mencari kepuasan hati di tengah malam )à Dunia menyediakan. ( Kepuasan hati di tengah malam : perzinahan, kemabukan, pesta, dsb )., arti rohani:

-Perzinahan à Mencintai yang lain melebihi Tuhan, sampai meninggalkan Tuhan
-Kemabukanà Melupakan Tuhan, melupakan ibadah, dsb
-Pesta à Mengutamakan makanan jasmani dengan melupakan makanan Rohani

Hal-hal tersebut seperti yang dilakukan oleh 5 gadis bodohà Gagal menjadi Mempelai Wanita Sorgawi.

àDan yang berhasil adalah 5 gadis bijaksana, yang setia menjaga kesucian, setia ibadah dan mengutamakan makanan yang rohani.
è  5 gadisbijaksana itu langsung masuk ke ruangan Pesta kawin tanpa halangan apapun juga.j
è  Dan diproklamirkan oleh Tuhan menjadi mempelaiNyaà seperti kelambu tabernakel yang berada di atas ruangan ruci/maha suci.
è  Keindahan akan terjadi bagi kita…..yang setia.     Amin
















Selasa, 08 Nopember 2011
Yak 4 : 11 - 12
4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
è  Dalam ayat di atas menyatakan bahwa hanya 1 pembuat Hukum dan Hakim, yaitu Yesus.
è  Hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Pribadi Raja.
è  Dalam Kelambu Tabernakel menunjuk Kelambu yang berwarna Ungu à Warna Ungu menunjuk Warna pakaian / Tahta yang dipakai seorang Raja.

Kid Agung 3 : 9 - 11
3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Kita kembali ke “Tudung Tabernakel yang berwarna ungu”
Kel 26 : 1    "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
Kita sudah mengerti bagaimana proses pembuatan tenun / kain ungu tersebut, harus melalui :

-          Bahan yang bagus     = Putih Bersih    à Kehidupan yang mau disucikan
-          Dibuat benang /pintal   = Dikeraskan      à Mau menerima sengsara oleh karena Korban Kristus
                                                                             Sampai menjadi lurus dan lentur, yaitu pandangan yang
                                                                             Lurus dan rendah hati
-          Ditenun  à Dipersatukan dalam pembentukan Tubuh Kristus dan tidak ada lagi perbedaan.

Ep 2 : 19 – 22 Dipersatukan dalam Pembentukan Tubuh Kristus
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Ini berarti Kalau Yesus berdiri sebagai Raja, Dia rindu kepada kita menjadi warga yang bisa menyatu dengan Raja sehingga terbentuk suatu pemerintahan yang sangat indah. ( I Ptr 1 : 16 ) Dia suci kita juga hrs suci
Raja dan Warga Negara terkait erat dengan pemerintahan-> yang berarti masing-masing menjalankan fungsinya, yaitu :

è  Raja pembuat undang-undang / hukum
è  Warga Negara adalah pelaku hukum tersebut

Sebagai Warga Negara, kita wajib melakukan hukum yaitu “hukum kasih”
-          Kasih kepada Tuhan dengan seluruh hidup
-          Kasih kepada sesame seperti diri sendiri     ( Mat 22 : 37 – 40 )

è  Kita kembali ke kontek, bagaimana seharusnya sebagai pelaku hukum kasih ?

Yak 4 :11
 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya

“Janganlah memfitnah” àbicara menghakimi à menyalahkan orang lain “

è  Warganya Tuhan tidak ada kehidupan yang menghakimi, kalau kehidupan kita masih suka menghakimi/ menyalahkan/ memojokkan itu berarti bukan warganya Tuhan. Melainkan warganya Iblis.

Mat 7: 1 – 5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Kalau kita masih suka menghakimi à disamakan dengan orang “Munafik” atau seperti para Ahli Torat, maka akan mendapatkan penghakiman dari Tuhan.
Hingga Tuhan mengatakan “ celaka…celaka kepada Ahli Torat karena kemunafikannya”

Mat 23 : 23 - 28
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
è  Untuk dapat menjadi Kelambu Tabernakel yang berwarna ungu..--> kita harus selalu menjaga mulut kita, jangan sampai mulut ini kita pakai untuk menyalahkan / memojokkan orang lain.
è  Dampaknya sangat berat selain kita tidak diakui sebagai warga Negara kerajaan Tuhan juga akan mengalami “celaka” seperti para ahli torat.

Oleh sebab itu, Tuhan mengingatkan kita pada :
Mat 12 : 35 - 37
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Tetapi bagaimana mempergunakan mulut yang benar????
Mat 21 : 12 -17 Yesus menyucikan Bait Allah
21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
21:13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
21:17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.
è  Untuk dapat menjadi Warga Negara Tuhan yang melaksanakan Hukum-Nya, seperti Kelambu Tabernakel yang berwarna ungu yang sangat indah di atas Bait Allah:

1. Tidak cepat / mudah menjadi “jengkel” seperti ahli torat
2. Dari mulut bayi atau anak yang menyusu = hati selalu bersih tidak punya prasangka jelek   
     kepada siapapun juga
3. Dari mulut keluar seruan Hosana = ada penyembahan untuk kemulian Allah
4. Dari mulut keluar puji – pujian. ( bukan kutuk ).

Saat ini kalau dalam hati masih ada kejengkelan,   kita selesaikan dihadapan Allah dan jangan kita pertahankan, sebab hal tsb mengakibatkan kita tidak diakui sebagai Warga Negara Allah.
Biar dari mulut kita bisa mengeluarkan suara penyembahan yang berkenan kepada Dia.

“YESUS TOLONGKU UNTUK MENGASIHIMU…DAN PERSEMBAHKAN HIDUP PADAMU….SBAB KAU TLAH CURAHKAN KASIH DIHATIKU….YESUS TOLONGKU UNTUK MENGASIHIMU……”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar