Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. (2 Timotius 2:9-13)
Pengajaran Firman Tuhan selalu identik dengan penderitaan karena apabila kita melakukan Firman Allah, kita harus berkorban atau membayar harga. Akan tetapi Tuhan akan memberikan 2 hal yang indah apabila kita mau menderita karena melakukan Firman Tuhan yaitu kemuliaan dan Roh yang sulung.
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Roma 8:18-25)
Pada ayat diatas dikatakan bahwa ketekunan didasarkan pada saat kita tidak melihat sehingga kita mempunyai pengharapan dalam Kristus. Sekarang,mari kita lihat tentang 2 hal yang akan diberikan Tuhan apabila kita mau menderita dalam melakukan Firman Tuhan.
1. Hal yang pertama adalah Kemuliaan . Kemuliaan yang kita dapatkan dari hasil kita melakukan Firman Tuhan berupa mahkota kehidupan. Luar Biasa!!
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. (Yakobus 1:12-18)
2. Hal Kedua yang kita dapatkan adalah Roh yang sulung. Dalam pengajaran tabernakel, hal ini terkena pada pelita emas yang ada pada Ruangan Kudus/Ruangan Suci.
Roh yang sulung ini menunjuk pada Roh Kudus. Dalam Alkitab, Roh Kudus pernah menyatakan karyanya dalam 3 hal yaitu:
a. Roh Kudus melayang-layang diatas permukaan air.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:1-3).
Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air saat penciptaan dengan tujuan melepaskan kita dari gelap kepada terang sehingga kita dituntut untuk menjadi terang dunia dimanapun kita berada.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:14-16)
b.Roh Kudus tampil pada saat Yesus dibabtis di Sungai Yordan
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1:9-11)
Pada saat ini, Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati. Kita pun harus memiliki sifat seperti burung merpati. Burung merpati berbicara tentang ketulusan dan kesucian. Setelah Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus maka Yesus pun diberi kuasa untuk mengalahkan iblis pada saat pencobaan di padang gurun (Matius 4:1-11).
c. Roh Kudus dihembuskan pada rasul saat Yesus menampakkan diri.
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." (Yohanes 20:19-23)
Pada saat para rasul ketakutan, maka Yesus menampakkan diri dan menghembusi mereka dengan Roh Kudus sehingga mereka mempunyai kuasa untuk melepaskan orang dari dosa ataupun kuasa jahat. Begitu pula dengan kehidupan kita apabila kita mau bertekun dalam melakukan Firman Tuhan. Dengan diterimanya Roh Kudus, maka suasana yang terjadi adalah suasana sukacita dan damai sejahtera sehingga ketakutan lenyap. Maka dari itu, mari kita dengan tekun melakukan Firman Tuhan. Puji Tuhan. Tuhan memberkati.
Oleh: Pdm. Imam Bambang T


Tidak ada komentar:
Posting Komentar